Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Sempat Terdiam


__ADS_3

Tak lama setelah sekretaris Reta menjawab ucapan nya. Galang pun langsung meminum air itu dengan satu kali tegukan. Sampai air tersebut habis tak tersisa.


Sementara sekretaris Reta yang melihat Galang menghabiskan air nya sempat terdiam untuk beberapa saat melihat tingkah Galang ini.


Bahkan di saat Galang bertanya pada dirinya, setelah ia menghabiskan minum tersebut.


Sekretaris Reta masih terdiam tak menjawab ucapan Galang.


"Bu terimakasih ya air nya." Kata Galang pada sekretaris Reta.


Galang yang tak mendapatkan jawaban atas ucapan nya itu. Menjadi terheran - heran kenapa sekretaris Reta tidak menjawab ucapan nya, melainkan hanya terdiam tanpa berniat menjawab ucapannya sama sekali.


Tapi pandangan sekretaris Reta saat ini melihat ke arah nya. Namun sekretaris Reta malah terdiam.


Ini membuat Galang berbicara pada hatinya.


"Sekretaris Reta ko nggak jawab ucapan aku ya, padahal kan pandangannya saat ini melihat ke arah ku. Ko malah nggak di jawab. Aneh bener." Ini lah kata yang Galang keluarkan di dalam hatinya atas sikap sekretaris Reta yang tak menjawab ucapannya itu.


"Em... apa jangan - jangan kesam..." Kata Galang yang tak meneruskan ucapannya.


"Tapi masa iya kaya gitu." Kata Galang lagi setelah ia terdiam karena tak meneruskan ucapannya itu.


"Apa aku tanya lagi aja ya. Mungkin yang barusan lagi nggak fokus sekretaris Reta nya. Makan nya ucapan aku nggak di jawab sama sekali."


"Iya deh kaya nya aku harus tanya sama sekretaris Reta."


Tanpa berpikir lagi Galang pun mulai bertanya kembali pada sekretaris Reta.


"Bu Reta" kata Galang memanggil sekretaris Reta.


Hening tak ada jawaban sama sekali. Karena tak ada jawab Galang pun kembali memanggil sekretaris Reta.


"Bu Reta" dua kali iya memanggil sekretaris Reta. Namun, hasilnya masih tetap sama tak ada jawaban sama sekali.


"Ini ko bu Reta udah aku panggil dua kali nggak jawab - jawab. Apa beneran kesambet? em... apa aku panggil sekali lagi kali ya. Iya deh aku panggil lagi." Kata Galang di dalam hatinya.


Lalu ia pun kembali memanggil sekretaris Reta untuk yang ketiga kali nya.


"Bu Reta, ibu nggak kenapa - kenapa kan?"


Satu detik, dua detik, sampai di detik ketiga. Baru lah sekretaris Reta mulai menjawab ucapan Galang.


"Eh... iya pak Galang. Maaf saya barusan malah melamun." Kata sekretaris Reta menjawab ucapan Galang.

__ADS_1


"Iya bu nggak papa, tapi kalau boleh tau ibu melamun karena apa?" Kata Galang menjawab ucapan sekretaris Reta dan bertanya juga pada sekretaris Reta.


"Em... melamun karena... " Kata sekretaris Reta yang malah terdiam tak meneruskan ucapannya itu untuk beberapa detik.


"Karena apa bu?" Kata Galang yang tak sabar ingin tahu jawaban dari sekretaris Reta.


"Em... gimana ya pak Galang saya jadi nggak enak mau terusin nya juga."


"Ko bisa gitu bu"


"Soalnya saya melamun karena ada hubungannya sama pak Galang."


"Oh gitu ya bu, ya udah bu di lanjutin aja saya nggak papa ko. Kebetulan udah terlanjur penasaran juga saya pengen tau. Ibu bisa lanjutin ucapannya itu."


"Beneran nggak papa nih pak" kata sekretaris Reta mencoba meyakinkan lagi ucapan Galang untuk dirinya barusan.


"Ibu nggak papa, kasih tau aja."


"Baiklah pak kalau gitu saya langsung kasih tau bapak ya."


"Iya bu" kata Galang menjawab ucapan sekretaris Reta dengan singkat.


"Jadi gini pak, sebenernya saya melamun karena liat bapak yang minum sampai abis kaya gitu dengan satu kali tegukan. Apa bapak beneran kehausan? aduh maaf pak saya malah bicara kaya gini." Kata sekretaris Reta menjadi tidak enak setelah memberitahukan pada Galang.


"I... ya pak Galang nggak papa saya bisa ambil lagi ko."


"Oh iya saya lupa, makasih ya bu buat air nya."


"Sama - sama pak"


"Em... bu, boleh saya tanya sesuatu ke ibu." Kata Galang pada sekretaris Reta.


"Mau tanya apa pak Galang?"


"Boss bisa saya temuin saat ini bu."


"Em... sepertinya masih belum bisa pak."


"Kenapa bisa kaya gitu bu? apa lagi sibuk ya bu boss nya."


"Iya pak Galang, boss kebetulan memang lagi sibuk."


"Oh gitu ya bu. Em... kalau boleh tau bisanya kapan ya bu saya temuin boss."

__ADS_1


"Nanti pak sampai boss nggak sibuk lagi. Saya juga kurang tau sampai kapan. Soalnya lagi ada tamu di dalam."


"Oh gitu, ya udah bu saya boleh duduk di sini bentar nggak. Siapa tau tamu boss udah selesai ketemu sama boss nya."


"Em... pak Galang yakin mau duduk dulu di sini. Kalau masih lama gimana?" kata sekretaris Reta pada Galang.


"Iya bu, nggak papa saya coba duduk dulu aja bu." kata Galang menjawab ucapan sekretaris Reta.


"Ya udah kalau gitu bapak bisa duduk di sana."


"Makasih bu" kata Galang pada sekretaris Reta.


"Iya pak" kata sekretaris Reta menjawab ucapan Galang dengan singkat.


Galang pun langsung duduk di tempat yang ia kasih tahu pada sekretaris Reta.


Setelah Galang duduk, tak lama ia pun mulai berbicara di dalam hatinya.


"Gimana nih? aku bingung apa aku harus temuin adek atau duduk dulu di sini. Baru setelah itu aku temuin adek." kata Galang yang terdiam sejenak. Lalu tak lama setelah itu, ia pun mulai melanjutkan kembali berbicara di dalam hatinya.


"Kalau aku diem di sini. Mau sampai kapan? kasian juga adek, kalau masih di ruangan boss. Mana udah cukup lama lagi dia ada di sana."


"Ayo Galang cepet kamu harus bisa masuk ke dalam ruangan boss mu itu. Biar adek mu bisa cepet pulang." kata Galang berbicara pada dirinya sendiri.


"Tapi gimana caranya ya?"


"Aku ko jadi bingung gini. Galang ayo lah kamu pasti bisa temuin caranya."


"Em... apa langsung di ketuk aja ya ruangan boss nya. Siapa tau langsung di buka pintunya."


"Iya deh aku memang harus ketuk dulu ruangannya."


Namun, sebelum Galang mengetuk pintu tersebut. Galang sempat meminta izin pada sekretaris Reta untuk ia bisa mengetuk pintu ruangan boss.


Setelah mendapatkan izin dari sekretaris Reta. Galang pun mulai mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok.... Tok....


Dua kali Galang mengetuk pintu ruangan tersebut.


Lalu setelah ia ketuk, ia pun mulai menunggu seseorang yang ada di dalam untuk membuka pintu.


Satu menit, dua menit, dan tiga menit sudah Galang menunggu seseorang membukakan pintu untuk dirinya. Tetapi hasilnya tak ada yang membuka pintu untuk dirinya sama sekali.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2