
Tanpa menjawab ucapan papah Gilang. Viona dan Galang kini mulai mengikuti papah Gilang yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan mereka.
Karena tanpa menunggu jawaban atas ucapannya itu dari mereka berdua. Papah Gilang malah pergi meninggalkan mereka.
Sehingga Galang dan Viona mau tak mau, suka tak suka langsung pergi mengikuti papah Gilang.
"Kak" kata Viona di perjalanan menuju meja makan pada Galang.
"Apa?" Kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Papah ko langsung pergi gitu aja ya kak, tanpa nunggu kita jawab iya atau nggak sama sekali." Kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Mana kakak tau dek, kamu tanyain aja langsung ke papah nya. Itu udah di jamin akurat jawabannya juga dari pada tanya sama kakak yang besar kemungkinan masih antara salah dan benar." Kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Hem... adek juga tau kak kalau itu mah." Kata Viona menjawab ucapan Galang dengan malasnya.
"Ya terus kenapa harus tanya ke kakak."
"Ya kan kakak yang lebih deket sama adek masa iya adek harus teriak - teriak tanya ke papah yang udah lumayan jauh dari jarak adek saat ini. Bukannya itu nggak banget ya kak."
"Biasanya juga kamu kaya gitu dek."
"Masa sih kak, adek nggak kaya gitu ko."
"Coba kamu inget - inget aja dek. Sering atau nggak sama sekali sikapnya kamu kaya gitu."
Viona yang mendapatkan jawaban dari Galang barusan. Kini ia pun mulai terdiam dan tak melanjutkan langkahnya lagi.
Sementara Galang yang tak menyadari bahwa Viona tak meneruskan langkahnya.
Tetap berjalan menirukan langkahnya untuk menunju meja makan.
Sampai dimana Galang pun kini telah ada di meja makan.
Saat ia duduk di meja makan bersama papah Gilang dan mamah Vina.
Baru saja ia duduk, ia pun mulai mendapatkan pertanyaan dari mamah Vina.
"Kak ko kakak sendiri adek nya mana?" Kata mamah Vina bertanya pada Galang.
"Em... ada di sin... lah adek ko nggak ada mah." Kata Galang yang mau menunjukkan keberadaan Viona pada mamah Vina yang biasanya Viona selalu duduk di sampingnya.
Namun, saat ini ia tak menemukan Viona berada di sampingnya bahkan pertanyaan dari mamah Vina pun ia jawab dengan bertanya juga pada mamah Vina.
"Mana mamah tau kak, makannya barusan mamah tanya ke kamu."
"Tadi tuh adek sama kakak mah ke sini nya. Tapi ko malah nggak ada. Adek kira - kira kemana ya mah." Kata Galang menjawab ucapan mamah Vina sambil bertanya juga pada mamah Vina.
"Ntahlah kak mamah juga nggak tau."
"Em... kalau papah tau nggak" kata Galang yang kini bertanya pada papah Gilang.
Papah Gilang yang di tanya oleh Galang hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai jawaban dari pertanyaan Galang barusan.
__ADS_1
"Nggak tau ya pah. Em... ya udah mah, pah kakak cari adek dulu ya."
"Hem... iya kak" kata mamah Vina menjawab ucapan Galang.
"Ya udah sana kak cari adek mu." Kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.
"Iya mah, iya pah kakak langsung cari adek ya."
"Iya" kata mereka berdua hampir bersamaan.
Lalu Galang mulai bangkit dari duduk nya saat ini.
Tak lama setelah ia berdiri, ia pun mulai melangkahkan kaki untuk mencari keberadaan Viona saat ini.
Tak lama setelah itu dari ke jauhan ia melihat Viona yang sedang terdiam.
Dan ntah apa yang membuat Viona terdiam karena saat ini yang Galang lihat Viona hanya diam di sana.
Ketika Galang telah berada di dekat Viona. Galang mulai mengeluarkan suara nya.
"Dek" kata Galang pada Viona.
Viona yang sedang terdiam sempat terkejut saat ada seseorang yang tiba - tiba memanggilnya.
"Eh... iya kak, kenapa?"
"Harusnya kakak, dek yang tanya kenapa ke kamu. Bukan kamu."
"Ko gitu kak yang barusan panggil aku kan kakak. Emangnya salah gitu kak aku tanya kaya gitu ke kakak."
"Emangnya kenapa harus kakak yang tanya kenapa ke adek."
"Ya soalnya kakak memang mau tanya itu ke kamu."
"Oh gitu, terus kenapa nya karena apa kak."
"Karena kamu nggak ada di samping kakak saat kakak udah di meja makan dan pertanyaannya kenapa kamu malah diem di sini."
"Masa sih kak, kakak udah di meja makan. Perasaan adek diem nya nggak lama ko."
"Nggak lama apanya dek, buktinya aja kakak udah duduk di meja makan kamu masih di sini. Sampai kakak harus cari kamu."
"Em... jadi itu artinya aku udah lumayan lama ya kak diem disini."
"Nggak, baru sebentar. Ya iya lah dek udah lama. Kamu ya bikin..." Kata Galang yang mulai geram.
"Oh gitu ya kak, ya udah deh adek minta maaf karena buat kakak harus cari adek kaya gini. Dan barusan yang di maksud kakak bikin... itu bikin apa kak?" Kata Viona yang langsung memotong ucapan Galang.
"Hem... ya udah dek lupain aja. Jangan di bahas lagi. Sekarang kita langsung ke meja makan aja. Ntar malah nggak enak mamah sama papah nunggu kita terlalu lama."
"Hem... iya deh kak" kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Eh... tapi sebentar dek, kakak masih penasaran kenapa kamu malah diem di sini."
__ADS_1
"Katanya barusan kita harus pergi ke meja makan secepatnya kak. Ko adek malah ditanya lagi."
"Ya gapapa dek, kamu kan bisa jawabnya pas kita lagi jalan. Nggak akan lama kan. Karena kamu jawabnya pas lagi jalan."
"Iya deh iya kakak menang aku kasih tau kakak."
"Nah gini dong dek, ya udah apa jawabannya"
"Jawabannya itu karena tadi aku ko lagi mikirin ucapan kakak yang bilang kalau aku tuh biasanya suka teriak - teriak."
"Ya ampun dek, jadi karena itu."
"Iya kak apalagi coba kalau bukan itu."
"Mana kakak tau dek, kakak kira sih bukan itu."
"Ya udah kak lupain aja. Ini kita udah mau nyampe ko di meja makannya."
"Mah, pah ini kakak udah temuin adek."
"Di mana kak kamu temuin adeknya?"
"Di sana mah lagi diem ternyata adek." Kata Galang menunjuk ke arah Viona tadi terdiam. Walau sebenarnya tak begitu jelas di sana yang di maksud Galang ini di mana. Mamah Vina tak mempertanyakan lagi karena saat ini mamah Vina langsung menjawab ucapan Galang.
"Oh gitu, terus adek kenapa diem di sana dek."
"Em... adek... adek..."
"Ya udah mah jangan terlalu banyak di tanyain gitu adeknya. Sekarang kakak sama adek duduk dulu aja. Terus kita langsung makan."
"Ih... papah ini gimana sih. Mamah kan baru tanya ke adek nya juga. Ko malah di bilang banyak di tanyain."
"Maaf deh mah, tadi tuh papah bilang gitu biar nggak terlalu lama aja bicaranya."
"Emangnya kenapa gitu pah kalau terlalu lama."
"Em... ini mah, aduh gimana ya papah bilang nya."
"Bilang aja pah biar mamah nggak penasaran."
"Tapi mah gimana ya? Papah takut..."
"Nggak usah takut pah bilang aja."
"Iya deh mah, papah bilang nih ke mamah. Sebenernya dari tadi pas papah udah duduk di sini udah mulai laper mah. Apa lagi liat ini mah. Makanan kesukaan papah jadi nggak tahan pengen cepat makan." Kata papah Gilang memberitahukan pada mamah Vina sambil menunjuk salah satu makanan di meja makan.
"Ya ampun pah, mamah kira apa. Ya udah kalau gitu kita langsung makan aja. Daripada ntar papah malah nunggu lama lagi kan kasihan papah nya." Kata mamah Vina menjawab ucapan papah Gilang.
"Ya udah kak, dek kalian cepetan duduk. Kita langsung makan." Kata mamah Vina pada Galang dan Viona.
"Iya mah" kata Galang dan Viona menjawab ucapan mamah Vina secara bersamaan.
Setelah berkata seperti itu Galang dan Viona. Mereka berdua kini mulai duduk di kursi yang biasa mereka tempati.
__ADS_1
Saat mereka telah duduk tanpa menunggu lama mereka semua pun mulai mengambil makanan nya dan mulai makan apa yang mereka ambil tersebut.
To be continued