Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Merasa Tak Enak


__ADS_3

Beberapa detik kemudian angkutan umum pun berhenti.


"Pak Beni saya duluan ya" kata Galang pada pak Beni.


"Iya pak Galang" kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


"Assalamualaikum" kata Galang kemudian memberikan salam pada pak Beni.


"Wa'alaikumussalam" kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


Setelah itu Galang pun keluar dari angkutan umum.


Tapi setelah ia keluar dari angkutan umum dan membayar nya. Ia bukannya langsung sampai rumah.


Melainkan masih harus berjalan kaki ke dalam komplek.


"Huh... masih lumayan jauh. Tapi bentar deh ini udah jam berapa ya." kata Galang setelah angkutan umum melaju.


Di lihat lah jam yang ada di handphone nya dan begitu terkejut nya ia saat melihat jam sudah menunjukkan pukul empat lebih lima puluh menit.


Mengapa Galang bisa terkejut? itu karena waktu yang di perlukan Galang untuk sampai ke rumah hanya tersisa sepuluh menit.


Dan sekarang ia masih berada di sini. Sementara jarak dari sini ke rumah bisa mencapai tujuh menit lebih untuk sampai jika ia berlari.


Tapi saat ini ia sedang capek untuk jalan biasa seperti ini aja ia enggan melangkah. Apa lagi harus dengan berlari.


"Ya ampun ini jam beneran udah jam segini."


"Mana masih jauh lagi"


"Badan udah pada capek masa iya harus lari."


"Hem... mah kakak nyerah aja deh kalau di hukum nya kaya gini."


"Udah capek pulang kerja ditambah harus lari sampai rumah. Bener - bener kakak ngga kuat."


"Tapi, tapi kalau nggak lari bisa nggak ya sampai ke rumah sebelum jam lima."


"Mana udah mepet gini lagi waktu nya."


"Argh... ayo Galang jangan banyak berpikir, cepet putusin mau lari atau jalan aja."


"Em... lari deh ini kayanya. Ah... tapi kalau lari kuat nggak ya aku."

__ADS_1


"Kuat nggak kuat ya harus kuat. Hem iya juga sih"


"Ya udah deh mulai lari sekarang aja."


Itu lah semua ucapan yang Galang keluarkan pada dirinya sendiri. Baik itu bertanya atau pun menjawab yang melakukannya adalah dirinya sendiri.


Lalu tanpa menunggu lama Galang saat ini sudah berlari. Terus menerus Galang pun berlari sekuat yang ia bisa.


Sampai di halaman rumah tepat pukul empat lebih lima puluh sembilan.


Hanya tersisa satu menit untuk Galang bisa masuk ke dalam rumah.


"Argh... satu menit lagi. Ayo Galang cepet kamu pasti bisa. Yo... yo... Galang kamu pasti bisa." kata Galang yang menyemangati dirinya.


"Huh... huh... semangat huh... huh..."


Kini Galang pun akhirnya sampai di dalam rumah dengan keringat yang lumayan banyak terlihat ada di wajah nya.


"Aduh... ini keringet udah banyak aja." kata Galang yang saat ini sedang menghilangkan keringat nya dengan salah satu tangan milik nya.


"Den Galang ko keringetan gitu. Abis lari apa gimana den?" kata bibi yang melihat Galang karena kebetulan bibi sedang berada tak jauh dari pintu masuk.


"Em... assalamualaikum bi" kata Galang yang malah lupa mengucapkan salam karena terlalu terburu - buru masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumussalam den" kata bibi menjawab salam dari Galang.


"Kenapa terburu - buru den?" kata bibi menjawab ucapan Galang dengan sebuah pertanyaan.


"Itu anu bi, em... gimana ya saya bingung jelasin nya ke bibi. Eh... iya bi mamah kemana ko nggak keliatan." kata Galang menjawab ucapan bibi sambil iya pun mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Hem... gitu ya den, ya udah den jangan di jelasin aja kalau aden bingung. Kalau nyonya barusan pergi den ada keperluan di luar katanya."


"Oh gitu ya bi, em... maaf ya bi saya nggak bisa kasih tau ke bibi." kata Galang meminta maaf pada bibi karena merasa tak enak.


"Iya nggak papa den. Oh iya den mau bibi ambilin minum buat aden biar sedikit hilang capek nya." kata bibi menjawab ucapan Galang sambil bibi pun menawarkan dirinya untuk mengambilkan minum pada Galang.


"Em... nggak usah bi biar sama saya aja. Bibi lanjutin lagi aja pekerjaan bibi yang saat ini. Kalau gitu Galang ke dapur dulu ya bi."


"Em... iya den" kata bibi menjawab ucapan Galang.


Galang lalu mulai melangkahkan kakinya menuju dapur.


Setelah sampai ke dapur Galang kemudian mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelas tersebut.

__ADS_1


Di teguk lah gelas yang telah terisi air tersebut dengan satu kali tegukan air pun telah habis tak tersisa.


Karena masih merasa haus Galang mulai menuangkan lagi air ke dalam gelas. Di minum lagi lah air tersebut oleh Galang.


"Em... aku kehausan banget kaya nya sampai abis dua gelas kaya gini."


"Iya lah itu pasti lari dari depan ke rumah sih udah pasti buat aku haus. Makannya bisa abis sampai dua gelas kaya gini."


"Tapi sayang banget aku lari ya, mamah ternyata nggak ada di rumah. Kalau tau mamah nggak ada di rumah kaya gini sih aku lebih pilih nggak lari tadi. Mending jalan aja tapi mau gimana lagi sekarang aku udah sampai di rumah. Masa iya aku harus balik lagi ke sana terus aku jalan lagi menuju rumah nya."


"Konyol banget kalau aku bener lakuin hal itu saat ini. Hahaha... hahaha... hahaha..."


"Em... ko aku malah tertawa kaya gini ya, terus aku ko jadi aneh kaya gini."


"Apa jangan - jangan..."


"Em... lupain deh nggak baik kalau di terusin ntar bicaranya malah jadi kejadian beneran kan makin tak baik itu namanya."


"Ngomong - ngomong ko aku nggak liat adek ya. Biasanya kalau pulang kantor tuh adek suka ada di sofa lagi tiduran sambil liat handphone."


"Tapi tadi kalau nggak salah nggak terlihat tuh batang hidung nya. Eh... maksudnya orang nya."


"Apa lagi di kamar nya kali ya"


"Iya deh kayanya tuh adek lagi di kamar nya."


Kemudian Galang pun terdiam untuk beberapa saat. Entah ia sedang berpikiran apa dalam terdiam nya itu.


Sampai dimana ia mulai mengeluarkan suara nya lagi.


"Em... kenapa aku masih ada di dapur ya. Bukannya langsung pergi ke atas ini ko malah masih disini."


"Galang, Galang tingkah mu ini ada - ada aja."


Setelah berkata seperti ini Galang pun mulai menyimpan gelas yang di gunakan minum nya barusan ke tempat pencucian.


Setelah di simpan tanpa menunggu lama lagi Galang mulai pergi meninggalkan dapur untuk pergi ke kamarnya.


Tap... Tap...


langkah demi langkah telah Galang lakukan saat ini. Sampai akhirnya ia sampai di depan kamar nya.


Namun saat telah sampai di depan kamarnya ia malah lebih ingin masuk ke dalam kamar adek nya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Galang pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar adek nya.


To be continued


__ADS_2