Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Tak Mendengarkan


__ADS_3

"Nasib, nasib harus menerima hukuman sampai empat lagi. Ckckck... Galang, Galang nasib mu itu loh. Luar biasa banget, tapi bentar - bentar ini semua kan nggak akan terjadi kalau adek nggak bersikap kaya gitu tadi."


"Argh... awas kamu dek, bisa - bisa nya kamu buat kakak jadi dapet hukuman kaya gini."


"Aku harus temuin adek dan minta tanggung jawab atas semua ini pada adek."


"Hem... iya aku harus temuin adek. Pinter juga kamu Galang."


Itu semua adalah perkataan - perkataan yang Galang keluarkan pada diri nya sendiri.


Setelah mempertimbangkan dengan baik Galang pergi melangkahkan kakinya menuju ke kamar adek nya di lantai dua.


Dengan sangat terburu - buru bahkan dengan tak sabaran Galang kini telah berada di depan pintu kamar adek nya.


Dan ketika ia berada di depan kamar adek nya. Entah ini keberuntungan atau apalah itu. Tapi yang jelas pintu kamar adek nya tidak terkunci sama sekali.


Karena Galang bisa melihat pintu kamar adek nya ini sedikit terbuka. Dengan perlahan Galang mulai melihat situasi di dalam kamar adek nya seperti apa.


Jika ia tidak melihat situasi kamar adeknya. Ia nggak akan tahu nanti apa yang akan terjadi pada dirinya saat ia telah masuk ke kamar adek nya.


Bukannya bisa kemungkinan keadaan malah berbalik bukannya ia yang marah tapi malah Viona adek nya yang marah.


Itu sebab nya saat ini Galang melihat situasi di kamar Viona.


Di lihat lah keadaan sekeliling kamar adek nya dari pintu terbuka sedikit itu.


Ia tak menemukan adek nya sama sekali berada di kamarnya.


"Ko adek nggak ada ya, kemana dia." kata Galang setelah melihat kamar Viona.


"Atau lagi di kamar mandi ya, hem... sepertinya ia deh ada di kamar mandi nya." kata Galang lagi.

__ADS_1


"Tunggu bentar lagi atau sekarang aja ya, masuk ke kamar adek." kaya Galang bertanya pada dirinya sendiri.


"Tunggu bentar kali ya, Hem iya deh." kata Galang akhirnya lebih memilih menunggu Viona ketimbang ia masuk ke kamar Viona.


Masih dalam posisi melihat kamar Viona Galang kemudian di buat terkejut oleh seseorang yang menepuk punggung nya.


Puk...


Tepukan itu sedikit keras terdengar oleh Galang. membuat Galang yang sedang melihat kamar Viona hampir tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Hingga besar kemungkinan ia bisa jatuh tersungkur ke dalam kamar Viona.


"Aduh... siapa sih? bisa - bisa nya nepuk punggul sampai ke denger gini." kata Galang yang telah di tepuk seseorang.


Lalu Galang pun mulai membalikkan tubuh nya ke hadapan orang yang menepuk punggungnya itu.


Saat ia berbalik ia menjadi ketakutan di buat nya. Karena seseorang yang menepuknya itu. Keadaan nya sangat kacau rambut acak - acakan, mata melotot, bibir yang terlihat pucat di tambah lagi ekspresi wajah yang menyeramkan.


"Ka... mu si...apa?" kata Galang bertanya pada seseorang itu dengan terbata.


Seseorang itu tak menjawab ucapan Galang tapi ia malah menubruk sedikit badannya pada Galang.


Membuat Galang akhirnya tahu seseorang itu adalah adik nya. Ia bahkan sempat terdiam setelah di tubruk oleh Viona.


Namun itu tak berjalan lama karena ia seketika langsung menghampiri Viona yang sedang melangkah kan kaki menuju tempat tidur nya.


"Dek tunggu"


Viona tak mendengarkan Galang dan tak berniat menjawab ucapan Galang sama sekali.


Terlihat karena saat ini Viona bahkan tak melihat wajah kakak nya melainkan terus berjalan ke tempat tidur.

__ADS_1


"Dek"


"Dek denger nggak sih kakak panggil - panggil kamu."


"Dek, Vio hey Vio."


"Ampun ini anak ya pura - pura nggak ke denger atau memang lagi ke ganggu pendengarannya." kata Galang yang mulai emosi.


Saat Galang telah menyelesaikan ucapannya saat itu juga Viona telah sampai di tempat tidur nya.


Lalu Viona mulai duduk di tempat tidur nya. Tanpa menghiraukan Galang yang saat ini ada di hadapannya.


"Dek denger nggak sih"


"Hey dek, Viona, hey Viona, Vi...o...na...." kata Galang yang sudah geram.


"Apaan sih kak, bawel banget." kata Viona akhirnya menjawab ucapan Galang.


"Ckckck... baru di jawab, kamu kemana aja dek. Masa iya kamu di bawa keliling dulu sama hantu terus baru di balikin sekarang." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Terserah kakak aja, kalau menurut kakak aku kaya gitu ya udah anggap aja aku memang kaya gitu." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan acuh tak acuh.


"Kamu ya dek, ko jadi makin tambah orang naik darah sih." kata Galang menjawab ucapan Viona itu.


"Itu tuh orang nya aja yang salah bukan aku. Aku kan nggak buat mereka suruh bicara sama aku kan tapi mereka yang malah mau bicara sama aku. Jadi yang harus nya di salahin itu siapa." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan santainya.


"Ya ampun dek bicara mu itu loh. Ko makin nyebelin ya. Ini kamu tuh kenapa ko jadi gini sikapnya." kata Galang yang nggak percaya dengan perubahan sikap Viona yang secara tiba - tiba untuk dirinya.


"Aku, aku... emang aku kenapa? perasan aku biasa aja ko. Apa yang salah sama aku?" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Sikap mu dek yang beda. Tadi pas berangkat sama kakak pergi ke taman. Kamu nggak kaya gini sikap nya. Tapi setelah pulang dari taman ko jadi gini sih. Dateng ke rumah aja kamu tiba - tiba buka pintu dengan sangat keras di tambah mamah sama papah tanya ke kamu kamu nggak jawab malah langsung pergi gitu aja. Apa itu nggak bisa di sebut beda. Hah... coba kamu pikir lagi dek, sikap kamu yang kaya gini tuh nggak baik. Kamu boleh kesel sama orang tapi inget orang yang berada di sekitaran kamu yang nggak buat kamu kesel kenapa harus kamu buat kesel juga. Apa kamu sadar dengan semua itu. Kamu bisa aja di jauhi orang dengan sikap kamu ini dek. Coba ubah sikap mu ini dari sekarang dek jangan buat ulah lagi. Liat mamah sama papah mereka bisa aja hukum kamu dengan hukuman yang berat. Tapi mereka hanya hukum kamu dengan nggak keluar rumah. Apa kamu tau kenapa? itu karena kamu biar ngerti gimana rasanya nggak ada orang yang deket sama kamu. Dan akhirnya ketika kamu menyadari hal itu kamu mulai bisa berubah sikap kamu itu. Ya udah kakak hanya mau bilang itu aja. Mau kamu dengerin dan pertimbangin buat mengubah sikap kamu silahkan nggak juga itu tergantung sama kamu nya. Saran kakak sih kamu pikirin baik - baik perkataan kakak itu." kata Galang langsung meninggalkan Viona.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2