
Setelah menunggu cukup lama. Akhirnya Viona pun mulai bertanya pada Galang yang kini sudah tak terlihat sedang melamun.
"Kak" kata Viona memanggil Galang.
"Iya dek" kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Em... kakak, kenapa dari tadi liatin adek?"
"Siapa yang liatin kamu dek, kakak nggak lagi liatin kamu ko." Kata Galang yang sengaja berpura - pura tak melihat Viona padahal yang sebenarnya ia melihat Viona.
"Terus kalau kakak nggak liatin adek, kakak liatin apa dong pandangannya ke arah adek." Kata Viona menjawab ucapan Galang sambil bertanya juga pada Galang.
"Kakak em... liatin orang yang aneh dek. Ini tuh orang nya bener - bener aneh. Makannya kakak liat ke arah adek." Kata Galang membuat Viona penasaran, siapa orang yang di maksud Galang itu.
"O...rang aneh kak, emang nya kaya gimana gitu kak orang aneh nya." Kata Viona yang mulai penasaran bertanya pada Galang.
"Tapi kamu beneran mau tau kan dek" kaya Galang mencoba memastikan lagi apakah Viona beneran pengen tahu atau pun nggak sama sekali.
"Iya kak, adek pengen tau. Kasih tau ya kak, jadi penasaran nih adek." Kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Oke dek kalau kamu penasaran kakak langsung kasih tau kamu." Kata Galang menyetujui keinginan Viona.
"Ya udah kak langsung aja kasih tau adek." Kata Viona yang sudah tak sabar ingin tahu.
"Bentar dong dek, nggak sabar bener sih kamu. Bentar ngapa." Kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Namanya juga penasaran kak, makannya pengen cepet - cepet tau."
"Iya deh iya kakak langsung kasih tau kamu biar kamu nggak penasaran lagi.
"Jadi gini..." Kata Galang malah sengaja terdiam tak melanjutkan lagi ucapannya itu.
Membuat Viona yang sudah penasaran menjadi tak sabar ketika Galang malah menghentikan ucapannya itu.
"Ih... kak ko malah diem sih, lanjutin dong ucapannya."
"Bentar dek nggak sabar bener sih. Ini kakak lagi cari kata yang tepat buat kasih tau kamu nya."
"Ya tapi lama kak, mau sampai kapan cari kata yang tepat nya. Mau nunggu adek sampai bosan, baru tuh kata bisa ketemu atau nggak sekalian aja kakak bagiin selembaran terus di selembaran itu di tuliskan 'Di cari kata yang tepat, bagi kalian yang sudah menemukan kata tersebut. Harap hubungi nomor di bawah ini' biar cepet ketemu tuh kak, kata yang tepat nya."
"Hahaha... hahaha... hahaha... mana ada dek selembaran kaya gitu. Ada - ada aja sih kamu. Yang ada bukannya orang mau bantu, tapi ini malah jadi trending topik. Jadi bahan omongan orang. Kamu nih bener - bener dek, ya ampun kakak sampai ketawa kaya gini lagi." Kata Galang menjawab ucapan Viona.
__ADS_1
"Kakak juga sih lama bener kasih tau nya. Pake bilang cari kata yang tepat segala."
"Iya deh iya kakak langsung kasih tau kamu."
"Dari tadi juga kakak bilang nya kaya gitu. Tapi malah nggak di kasih tau."
"Hem... iya sekarang kakak kasih tau."
"Ya udah langsung kasih tau, jangan diem lagi." Kata Viona dengan jutek menjawab ucapan Galang.
"Iya deh iya"
"Jadi gini dek, orang aneh yang kakak maksud itu. Dia kan ciri - ciri nya itu lagi duduk."
"Udah itu aja nggak ada yang lain."
"Belum selesai dek, makannya jangan di potong dulu."
"Oh... kirain udah selesai."
"Hem... kakak lanjutin jangan."
"Iya kak lanjutin"
"Sesuatu apa kak yang di pegang nya?"
"Sejenis buku gitu dek"
"Oh... terus ada lagi gak"
"Ada dek, selain itu dia tuh kan kaya orang yang lagi baca ya dek. Tapi malah berkaca - kaca gitu. Kaya orang yang mau nangis, kalau menurut adek orang yang kaya gitu tuh aneh nggak sih. Cuman liat kaya buku gitu tapi malah berkaca - kaca."
"Em... kalau menurut adek sih nggak aneh kak. Mungkin buku yang di bacanya malah buat dia nangis. Makannya ia jadi berkaca - kaca. Eh... tapi bentar, bentar orang aneh yang kakak maksud ko kaya yang adek lakuin sih. Apa jangan - jangan..." Kata Viona yang awalnya belum menyadari ciri yang di maksud Galang mengenai orang aneh itu sangat mirip dengan apa yang ia lakukan tadi. Namun, hal itu tak berlasung lama karena kemudian Viona pun mulai menyadarinya dan mulai bertanya pada Galang. Tetapi belum sempat Viona menyelesaikan ucapannya, ia malah mendengar suara Galang secara tiba - tiba.
"Apa sih dek? Jangan kepedean deh, itu tuh bukan kamu, kamu kan bukan orang aneh." Kata Galang pada Viona.
"Tapi kak..."
"Udah dek, itu tuh beneran bukan kamu. Adek kakak kan nggak gitu orang nya."
"Em... tapi ciri - cirinya mirip loh kak. Kakak nggak lagi bohongi adek kan."
__ADS_1
"Nggak dek, kakak orang nya nggak suka bohong."
"Bentar, bentar nggak suka bohong tapi ko keliatan gitu kalau lagi bohong."
"Em... darimana nya kakak keliatan bohong. Perasaan nggak ko, kakak gak lagi bohong."
Mamah Vina dan papah Galang yang awalnya sibuk mengobrol. Kini malah terdiam dan sekarang mereka berdua malah melihat perdebatan antara Galang dan Viona.
Sampai - sampai mereka berdua pun sempat berbisik - bisik satu sama lain.
"Pah ini adek sama kakak ko malah berdebat kaya gini ya."
"Kurang tau juga mah, tapi kita dengerin dulu aja apa yang mereka perdebatkan."
"Hem... iya deh pah"
Itulah sebagian kata yang di keluarkan mamah Vina dan papah Gilang saat mereka sedang melihat perdebatan Galang dan Viona.
Galang dan Viona yang di lihat oleh mamah papah nya tak menyadari sama sekali.
Karena bisa di lihat sedari tadi mereka masih sibuk berdebat tanpa henti sama sekali.
Bahkan saat ini perdebatan di antara mereka berdua masih berlangsung. Dan hal ini ntah kapan bisa terselesaikan.
"Pah apa nggak sebaik nya di hentikan perdebatan mereka ini pah." kata mamah Vina pada papah Gilang.
"Tunggu bentar lagi aja mah, siapa tau sebentar lagi perdebatan mereka berhenti." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.
"Iya deh pah" kata mamah Vina menyetujui ucapan papah Gilang.
Beberapa menit kemudian keadaan masih tetap sama. Galang dan Viona masih berdebat dan seperti tak ingin berhenti jika tak ada yang menghentikan perdebatan mereka ini.
Hingga akhirnya mamah Vina memutuskan untuk mengeluarkan suaranya agar perdebatan di antara Viona dan Galang bisa terhenti.
"Kak... dek..." kata mamah Vina memanggil Galang dan Viona.
Viona dan Galang yang di panggil oleh mamah Vina malah tak menjawab panggilan itu.
Membuat mamah Vina kembali memanggil mereka lagi.
"Kak... dek..." kata mamah Vina yang sedikit meninggikan panggilannya dari panggilan yang tadi ia keluarkan.
__ADS_1
To be continued