Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Tanpa Menunggu Lama


__ADS_3

Tak lama setelah itu mamah Vina pun pergi melangkahkan kakinya menuju dapur.


Karena setelah ia pikir - pikir kembali alangkah lebih baik nya ia menghangatkan kembali baso yang di derikan Viona untuk nya ini.


"Em... angetin dulu aja kali ya baso nya biar enak di makan pas lagi anget. Kalau dingin kaya gini kan kurang enak." Kata mamah Vina setelah ia memikirkan lagi ucapan Viona untuk nya.


"Hem... langsung ke dapur aja deh. Tadi kalau nggak salah bibi juga ada di dapur biar sekalian kasihin juga baso yang buat bibi."


Tap... Tap...


Langkah mamah Vina pun mulai terdengar oleh bibi yang saat ini sedang berada di dapur.


"Ini pasti Nyonya tapi ko Nyonya ke sini ya." Kata bibi yang mendengar suara langkah kaki.


"Hem... mungkin lagi ada perlu kali ya Nyonya ke sini."


"Lanjutin lagi aja deh bersih - bersih nya."


"Bi, masih sibuk ya" kata mamah Vina pada bibi setelah ia berada di dapur.


"Em... iya Nya, ada yang bisa bibi bantu." Kata bibi menjawab ucapan mamah Vina.


"Ini bi tadi nya saya mau minta bibi but angetin baso. Tapi kalau bibi masih sibuk biar sama saya aja bibi lanjutin lagi perkejaan bibi."


"Nggak sibuk ko Nya, sini biar sama bibi aja."


"Tadi katanya bibi lagi sibuk ko bisa berubah cepet gitu. Udah bi biar sama saya aja. Bibi lanjutin lagi aja perkejaan nya."


"Nggak papa Nya biar sama bibi aja"


"Jangan gitu bi, bibi lanjutin aja dulu ya. Nggak ada penolakan lagi ya bi. Oke."


"Tapi Nya..." Kata bibi yang seketika di potong oleh mamah Vina.

__ADS_1


"Udah bi sama saya aja" kata mamah Vina yang kini telah menyalakan kompor yang sudah ia letakan panci berisi air di atas kompor yang di nyalakan itu.


"Iya Nya" kata bibi yang tak ada pilihan lagi hanya bisa berkata seperti itu.


Kemudian bibi mulai melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sementara mamah Vina kini ia mulai menghangatkan baso nya. Beberapa menit kemudian baso pun sudah hangat kembali.


Tanpa menunggu lama kompor pun langsung di mati kan oleh mamah Vina.


Dan setelah itu mamah Vina mulai memindahkan baso yang hangat itu ke dalam mangkuk.


Sekarang mangkuk telah terisi dengan baso dan mamah Vina mulai duduk di meja makan. Namun sebelum mamah Vina duduk di meja makan ia pun berkata terlebih dahulu pada bibi.


"Bi" kata mamah Vina pada bibi.


"Iya Nya" kata bibi menjawab ucapan mamah Vina.


"Em... ini ada titipan dari Viona katanya buat bibi baso nya sama buat pak supir juga. Langsung di makan dulu aja bi. Nanti keburu dingin lagi baso nya, kan nggak enak. Kalau pekerjaan bisa bibi lakuin lagi nanti setelah makan baso nya." kata mamah Vina cukup panjang pada bibi.


"Ya udah bi tapi jangan di tunda ya bi kalau udah selesai langsung di makan dulu aja. Kalau gitu saya langsung ke sana dulu aja ya bi." kata mamah Vina menjawab ucapan bibi sambil mamah Vina pun menunjuk meja makan pada bibi.


"Iya Nya" kata mamah Vina menjawab ucapan bibi dengan singkat.


Setelah itu mamah Vina pun mulai pergi meninggalkan bibi menuju meja makan. Tak lama setelah itu kini mamah Vina telah sampai di meja makan.


"Em... wangi baso nya ini loh bikin laper aja." kata mamah Vina setelah ia duduk di meja makan.


"Jadi nggak sabar pengen makan baso nya." kata mamah Vina lagi.


"Hem... dari pada nunggu lama lebih baik langsung di makan aja nih baso nya. Iya deh langsung aku potong aja dulu baso nya."


Baso pun perlahan demi perlahan mulai di potong oleh mamah Vina. Hingga tak terasa baso telah terpotong menjadi dua bagian.

__ADS_1


"Em... banyak juga daging cincang nya. Coba makan dikit dulu kali ya."


Satu suap baso pun telah mamah Vina makan saat ini.


"Em... enak baso nya baru dikit aja udah enak kaya gini. Apalagi kalau di abisin ya. Pasti bakalan apa ya? em... kenyang dong pasti dan makin enak. Hahaha... ada - ada aja sih."


"Dari pada banyak bicara kaya gini lebih baik fokusin dulu aja abisin baso nya. Hem... iya juga ya. Kenapa harus bahas yang kaya gini dulu jika hal penting saat ini malah di lupain yaitu bagaimana caranya menghabiskan baso ini."


"Bisa aja sih kamu Vina" kata mamah Vina yang mengakhiri ucapannya.


Karena setelah berkata seperti itu mamah Vina kini sedang fokus untuk menghabiskan baso.


Sementara bibi yang kini telah menyelesaikan pekerjaannya mulai mengambil baso yang di berikan Viona untuk nya.


Di simpan lah baso tersebut di dalam sebuah mangkuk lalu setelah berada di dalam mangkuk bibi pun mulai memotong baso tersebut dan tanpa menunggu lama bibi juga sudah mulai memakan baso tersebut.


Tapi sebelum itu bibi sempat pergi dulu keluar untuk melihat apakah pak supir telah pulang atau belum.


Namun ternyata ketika bibi melihat keluar belum ada mobil yang terparkir di luar. Hingga membuat bibi langsung kembali lagi ke dalam rumah.


Karena tanpa di lihat ketempat biasanya pak supir sering ada di tempat itu ketika pak supir menunggu salah satu majikannya yang ingin keluar rumah tanpa pusing pencari keberadaannya. Bibi pun sudah tau jawabannya bahwa pak supir nggak ada di sana.


Hingga ia akhirnya memutuskan untuk masuk lagi ke dalam rumah.


"Hem... mobil nya belum ada berarti pak supir juga nggak ada. Ya udah deh aku masuk lagi aja ke dalem."


Setelah masuk bibi mulai mengambil baso dan mulai memakannya.


"Em... ini baso enak banget ya, apa karena masih anget atau karena em... laper kali ya makannya apapun terlihat enak. Hehehe..." kata bibi pada dirinya sendiri setelah memakan baso.


"Laper apa coba bi, kamu kan udah makan nasi tadi masa iya di bilang laper. Bilang aja kalau kamu itu doyan makan baso. Bukan nya laper." Kata bibi lagi pada dirinya sendiri.


"Iya juga ya bisa jadi karena itu" kata bibi lagi.

__ADS_1


"Tapi ini baso nya bener - bener enak ko. Ah... jadi pengen langsung abisin. Ntar aku tanya deh sama Non Viona beli baso nya dimana. Biar ntar kalau ada waktu dan pasti nya ada uang aku bisa beli lagi baso seperti ini. Hehehe... nunggu gajian nih kaya nya. Bibi, bibi bisa aja sih." kata bibi pada dirinya sendiri.


To be continued


__ADS_2