Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Teringat Lagi


__ADS_3

Tak jauh berbeda dengan keadaan di rumah Rendi saat ini. Ia pun baru masuk ke kamar nya setelah melakukan makan malam bersama mamah Reni dan papah Rudi.


Tak lupa Rendi pun menutup pintu kamarnya. Setelah tertutup sempurna dan telah ia kunci. Ia mulai melangkahkan kaki menuju tempat tidur nya.


Tap... tap...


Langkah demi langkah yang Rendi lakukan. Kini ia pun telah sampai di tempat tidur nya.


Kemudian Rendi duduk di tempat tidur. Setelah duduk Rendi terdiam untuk beberapa saat, tak lama setelah itu ia mulai teringat lagi dengan kejadian di taman.


Bahkan sebelum ia makan dan ketika makan ia masih mengingat kejadian itu. Bagaikan sesuatu yang sudah melekat dan terdiam di dalam pikiran Rendi hingga semenit tidak mengingatnya itu seperti hal aneh.


Lebay banget ya mungkin yang Rendi rasakan saat ini. Tapi itu lah kenyataannya Rendi memang sulit untuk tidak memikirkan kejadian itu.


Yang lebih sulit Rendi lupakan saat gadis aneh itu bersender di bahunya. Karena di saat itu lah ada rasa aneh yang Rendi nggak tau itu apa.


Namun rasa itu seperti sesuatu yang membuat ia nyaman berada dekat dengan gadis aneh itu dan bahkan sulit untuk tidak mengingatkan.


"Argh... ini hati kenapa ko jadi gini sih"


"Dag... Dig... Dug... nggak jelas gini. Apa lagi di dalam pikiran ku kenapa malah gadis aneh itu yang terus muncul."


"Argh... tolong pergi lah gadis aneh dalam pikiran ku ini. Argh... argh..."


"Eh... tapi kalau dia pergi aku jadi kehilangan dong. Nanti bisa - bisa aku rindu."


"Eh... ini apa sih ko aku makin aneh bicaranya. Malah bilang kehilangan dan rindu. Ini bener - bener aneh nih aku."


"Besok seperti nya aku temuin dokter biar tau aku ini kenapa? tapi bentar - bentar deh kalau aku pergi ke dokter. Terus dokter tanya keluhannya apa? masa ia aku bilang terus menerus keinget gadis aneh dan ini juga hati ketika mengingatkan terus berdetak tak menentu."


"Argh... nggak mungkin kaya gitu kan aku bilang ke dokter nya. Bisa - bisa aku di bilang aneh atau bisa juga... argh... lupain deh. Lebih baik tidur aja. Mungkin kalau tidur itu gadis aneh nggak akan aku inget lagi."


"Em... bener juga kamu Rendi. Ya udah Rendi sekarang yang harus kamu lakukan adalah tidur."

__ADS_1


Itulah perkataan - perkataan yang Rendi keluarkan pada dirinya sendiri. Seperti orang yang aneh bicara sendiri dan di jawab sendiri.


Tapi memang itulah yang bisa Rendi lakukan karena ketika ia cerita ke Bayu pun respon nya hanya gitu - gitu aja.


Hingga pilihan terbaik ia hanya bisa berbicara pada dirinya sendiri.


Sementara di kamar Viona, ia yang sudah sangat mengantuk tanpa menunggu lama saat ia telah sampai di tempat tidurnya. Ia mulai tertidur dengan sangat nyenyak.


Viona bahkan tak sempat menyelimuti tubuh nya karena efek terlalu ngatuk yang ia rasakan.


Dan Galang yang juga sudah ada di kamar nya kini sedang duduk di tempat tidur.


Ia tak langsung membaringkan tubuh nya itu melainkan hanya duduk di tempat tidur nya sambil membaca beberapa dokumen yang besok akan ia berikan pada bos di tempat kerjanya agar bisa langsung di tanda tangani oleh bos nya itu.


Dengan sangat serius ia membaca lembar demi lembar untuk memastikan bahwa pekerjaan yang ia kerjakan di dalam dokumen tak ada kesalahan sama sekali.


Tak terasa sudah sepuluh menit berlalu Galang masih tetap membaca dokumen tersebut. Karena masih ada beberapa lembar lagi yang belum ia baca dengan teliti.


Sekitar dua menit kemudian baru lah ia telah selesai membaca semua dokumen. Dan ketika ia telah membaca ia mulai merasa lega karena tak ada yang salah sama sekali.


Karena ia sudah memastikannya bahwa besok ia tidak akan mengalami kendala apa - apa.


Dan setelah itu Galang mulai menyimpan dokumennya di atas meja yang menjadi tempat penyimpanan dokumen ia selama ini.


Setelah di pastikan telah menyimpan dokumen sesuai dengan yang ia inginkan. Galang pun mulai kembali lagi ke tempat tidur nya.


Ketika telah sampai di tempat tidur ia mulai mendudukkan diri nya pada tempat tidur. Mematikan lampu dan mulai menyelimuti tubuhnya itu.


Ketika ia mulai ingin menutup matanya untuk tertidur. Tiba - tiba ia membuka matanya lagi karena ia teringat dengan hukuman yang mamah Vina berikan pada dirinya.


"Ya ampun ko aku bisa lupa, em... hampir aja aku ketiduran di sini. Langsung pindah aja deh."


Galang pun mulai bangkit berdiri dari tempat duduk nya tapi sebelum itu ia menyalakan lampu terlebih dahulu.

__ADS_1


Karena ia ingin mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk tidur di bawah tempat tidur.


Hampir di buat bingung karena mencari di lemari tak ada yang bisa ia gunakan. Hingga akhirnya selimut pun ia gunakan untuk tidurnya di bawah kasur.


"Ini aja deh pake selimut dari pada nggak pake apa - apa. Tapi kalau selimut nya di pake buat tempat tidur terus buat selimuti tubuhnya pake apa dong ya."


"Hem... bingung juga jadinya"


"Em... nggak papah kali ya kalau nggak di pake selimut juga nggak bakalan masuk angin. Hem... iya deh nggak perlu bingung cari selimut."


"Lebih baik sekarang langsung tidur aja. Yang ada kalau terus di pikirin aku nggak bakalan tidur - tidur. Terus bisa kemungkinan terbesar aku bangun kesiangan besok."


"Nggak, nggak semua itu nggak boleh terjadi."


"Aku harus tidur, hem aku memang harus tidur" kata Galang pada dirinya sendiri.


Tak lama setelah itu Galang mulai membaringkan tubuhnya di atas selimut dan mulai menutup matanya untuk tidur.


Dan tak berselang lama Galang pun telah tertidur dengan pulas nya.


Bahkan suara dengkuran terdengar memenuhi kamarnya saat ini.


Berbeda dengan Rendi ia bahkan sudah membolak - balik kan tubuh nya ke kiri dan kanan. Namun yang terjadi ia tak bisa tertidur sama sekali.


Membuat ia emosi seketika karena nggak biasanya ia seperti ini. Tapi saat bertemu gadis aneh itu. Ia malah mengalami hal ini.


"Argh... argh... ini mata kenapa nggak bisa tidur sih."


"Tidur ngapa tidur besok aku harus kerja. Mana hari pertama lagi. Bisa - bisa kesiangan kalau belum tidur sama sekali."


"Argh... argh... gimana sih nih mata nggak bisa di kompromi in banget sih." kata Rendi yang masih emosi


"Udah jam segini lagi." kata Rendi sambil melihat jam yang ada di dinding kamar nya itu.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2