Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Bersikap Manis


__ADS_3

"Gini kan enak jadi nya dek, kenapa nggak dari tadi kamu minta maaf kaya gini ke kakak." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


Dengan malas Viona pun awalnya enggan untuk menjawab ucapan kakak nya ini.


Tapi jika ia tak menjawab ntar malah kakak nya ini makin tak bersahabat lagi.


Jadi Viona pun bersikap manis pada Galang walau di hati ia enggan untuk melakukan hal ini.


Tapi mau gimana lagi sudah tak ada pilihan lagi. Maka suka tak suka Viona harus bersikap baik pada Galang.


"Hem... iya kak adek salah. Kakak maafin adek kan." Kata Viona dengan menunjukkan rasa bersalah nya itu pada Galang.


"Untuk kali ini iya kakak maafin. Tapi kalau nanti - nanti kaya gini lagi. Ntahlah kakak bisa maafin kamu atau nggak." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Iya deh kak, adek nggak akan ulangi lagi. Tapi ini hanya dalam waktu dekat aja kalau dalam waktu lama mungkin bisa di lakuin lagi. Hehehe..." Kata Viona menjawab ucapan Galang sambil tersenyum di akhir kalimat yang ia ucapkan.


"Ya ampun dek kakak kira beneran kamu nggak akan ulangi lagi. Eh... malah ketipu di akhir nya. Awalnya aja yang manis tapi akhirnya pahit bener." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


Dengan tak percaya, saat Viona mendengar ucapan Galang. Ia lalu menutup bibirnya dengan tangan kanannya.


Kemudian ia pun berucap pada Galang.


"Ya ampun kak, masa iya senyum adek di bilang pahit. Jahat bener sih, kalau kakak tau ya senyum adek ini mahal loh kak dan manis banget semanis gula di lautan." Kata Viona menjawab asal ucapan Galang.


"Hahaha... hahaha... hahaha... kamu dek kocak banget sih. Mana ada lautan manis, air laut nya aja asin, manis darimana nya." Kata Galang yang malah tertawa terbahak - bahak setelah mendengar jawaban dari Viona.


"Gini nih kakak kalau gak tau, jangan nertawain orang. Tau nggak kenapa adek bilang lautan itu manis?" Kata Viona menjawab ucapan Galang dan sengaja bertanya pada Galang.


"Nggak karena air laut setau kakak rasanya asin." Kata Galang menjawab ucapan Viona.

__ADS_1


"Semua orang juga tau kak air laut itu asin. Tapi yang adek bilang manis itu ya tau sendiri dong kak, lautan ini sering dijadiin prewedding buat yang mau nikah bahkan ada juga yang sengaja bikin acara pernikahan di sekitar lautan tapi bukan di lautan nya ya kak. Dan yang menjadi manis nya itu lautan adalah tempat orang - orang yang saling jatuh cinta menjadikan lautan sebagai salah satu tempat favorit karena keindahan lautan ini lah yang membuat manis di setiap ceritanya. Walaupun ada juga sebagian orang tak menyukai lautan, entah itu karena tapi kebanyakan orang - orang lebih suka lautan. Bener nggak kak ucapan adek ini." Kata Viona memberitahukan pada Galang dengan cukup panjang dan terakhir Viona pun bertanya pada Galang.


"Mungkin bisa di bilang kaya gitu." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Lah kak aku kan tanya nya bener atau nggak. Perasaan nggak ada kata mungkin deh di ucapan aku tadi yang terakhir." Kata Viona yang protes dengan jawab Galang itu untuk dirinya.


"Emang nggak ada, tapi kakak lebih suka jawab nya kaya gitu." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ya ampun kak jahat bener sih."


"Jahat apanya coba dek. Ya udah lupain aja. Sekarang kakak yang tanya sama kamu." Kata Galang menjawab ucapan Viona sambil mengalihkan pembicaraan.


"Gini nih kalau bicara sama kakak suka nggak di tuntasin. Ya udah kakak mau tanya apa? di sini adek akan dengan senang hati menjawab ucapan kakak. Lebay banget nggak sih kak aku." Kata Viona menjawab ucapan Galang.


Bukannya menjawab ucapan Viona Galang malah bertanya balik pada Viona.


"Menurut kamu lebay nggak" inilah kata yang Galang keluarkan untuk Viona.


"Ya biarin emangnya nggak boleh gitu kalau di ganti balik tanya kaya gitu."


"Nggak lah nggak boleh, pertanyaan itu harusnya di jawab bukan malah balik tanya."


"Gitu ya, ya udah deh kalau gitu sekarang kakak yang tanya ke kamu. Tadi waktu kakak teriak - terik panggil kamu. Kamu lagi apa dek?"


Viona yang ditanya oleh Galang sempat terdiam beberapa detik. Lalu setelah itu Viona pun mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Em... lagi... lagi... baca kak." Kata Viona akhirnya memberitahukan pada Galang.


"Baca buku yang tadi, iya yang itu dek."

__ADS_1


Dengan cepat Viona pun mulai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk ucapan Galang.


"Ckckck... dek, dek kamu ya kalau udah baca buku yang kaya gitu pasti deh lupa segalanya." Kata Galang yang tak habis pikir dengan sikap adek nya ini.


"Hehehe... kakak bisa aja. Tapi kak tadi tuh beneran lagi seru. Makannya adek nggak denger kakak panggil - panggil adek. Bener deh kak adek nggak bohong." Kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Sekarang udah kan baca buku nya atau masih mau baca." Kata Galang pada Viona.


"Em... kalau boleh jujur sih adek masih pengen baca kak. Dan ya adek lupa, tadi kan adek izin ke mamah mau ambil buku terus nanti temuin mamah lagi di bawah. Eh... adek malah ke asyikan baca. Untung aja kakak panggil adek. Ya udah kak, adek mau ke bawah temuin mamah. Dah kak." Kata Viona yang malah meninggalkan Galang saat ini yang terdiam terpaku mendengar jawaban Viona yang langsung meninggalkannya.


Tiga langkah Viona pun telah pergi meninggalkan Galang. Namun ia harus menghentikan langkahnya itu dan berbalik lagi ketempat Galang yang terdiam saat ini.


Tanpa bertanya pada Galang Viona malah masuk lagi ke kamar nya dan mengambil buku yang ia baca tadi.


Setelah buku tersebut ada di tangannya, ia pun langsung membawa buku itu keluar dari kmr nya dan setelah ia berada di luar kamar nya.


Ia pun tak lupa menutup terlebih dulu kamar nya itu. Dan langsung pergi meninggalkan kakak nya Galang.


Baru akan menuruni tangga. Viona tersadar bahwa ia lupa mengajak kakak nya untuk ikut bersamanya ke bawah.


Hingga ia pun kembali menghampiri Galang. Saat telah berada di belakang tubuh Galang Viona mulai memanggil Galang.


"Kak" kata Viona memanggil Galang.


Tak ada jawaban sama sekali. Viona lalu mengulang lagi panggilannya itu.


"Kak... kak..." Masih tak ada jawaban.


Hingga Viona akhirnya memutuskan untuk memegang tangan Galang.

__ADS_1


Setelah Viona memegang tangan Galang. Galang yang terdiam langsung tersadar kembali saat ada seseorang yang menyentuh tangannya dan membuat ia sempat kaget di buat nya.


To be continued


__ADS_2