Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Waktu Istirahat


__ADS_3

Kembali lagi ke tempat kerjanya Galang saat ini.


Tak terasa waktu istirahat pun telah tiba. Galang yang kini masih duduk di kursi nya.


Belum menghentikan jari nya yang sedang mengetik saat ini.


Sampai sepuluh menit berlalu baru lah Gilang menghentikan kegiatan mengetik nya itu.


"Em... capek nya dan pegel juga nih jari. Tapi beruntung pekerjaan ku yang ini udah selesai. Tinggal baca - baca lagi takut nya ada yang salah. Beres deh."


"Hem... jam berapa ya sekarang." Kata Galang yang baru mengingat waktu.


Di lihat lah jam dinding di ruangan nya.


"Ya ampun udah jam segini. Berarti udah sepuluh menit dong aku gunain jam istirahat ku."


"Mana aku harus temuin mas, mas yang kemarin lagi. Eh... maksud ku bos baru ku."


"Ya ampun Galang habis kamu di marahin nanti. Siap - siap aja deh kamu." Kata Galang menakuti dirinya sendiri.


"Hem... tak apa lah mungkin ada kebijakan dari bos baru ku ini untuk tak memarahi ku." Kata Galang pada dirinya sendiri.


"Sekarang langsung temuin bos atau aku makan dulu ya. Kalau temuin bos sekarang takut nya ntar malah lama lagi bos bicaranya."


"Yang ada nanti waktu istirahat ku habis lagi. Dan ini juga perut udah laper lagi. Hem... makan dulu aja deh."


Akhirnya setelah banyak nya Galang berbicara pada dirinya sendiri.


Galang pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat bos baru nya berada saat ini.


Berdiri lah Galang dari duduk nya. Lalu ia mulai melakukan sedikit gerakan untuk menghilangkan rasa pegel nya itu.


Dengan merentangkan kedua tangan ke depan, atas, samping kiri dan kanan.

__ADS_1


Cara ini di lakukan Galang sebanyak tiga kali secara bergantian.


Setelah di rasa cukup lebih baik dan sedikit demi sedikit rasa pegel yang Galang rasakan mulai menghilang.


Ia pun mulai melangkah kan kaki menuju pintu ruangan kerjanya. Untuk pergi ke luar mencari makan sebelum menemui boss baru nya.


Saat ia telah berada di pintu keluar dan sudah membuka pintu tersebut.


Seketika ia pun di buat terkejut saat ternyata sudah ada yang menunggui dirinya di luar ruangannya ini.


Dengan sedikit gugup dan ingin mencoba memastikan bahwa apa yang dia pikirkan dan simpulkan di dalam pikirannya saat ia telah membuka pintu ruanngnya untuk pergi makan terlebih dahulu.


Namun harus ia urungkan niat nya itu setelah ia melihat orang yang ada di hadapannya ini.


"Em... maaf ada yang bisa saya bantu atau bapak ini mau..." Kata Galang yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun harus di potong oleh seseorang yang ada dihadapannya ini.


"Iya ada, dengan pak galang bukan" kata seseorang itu pada Galang.


"Iya itu saya sendiri. Kenapa ya pak mencari saya." Kata Galang menjawab ucapan seseorang itu.


"Em... nggak perlu pak biar saya pergi ke sana sendiri aja."


"Tidak bisa pak Galang saya harus memastikan bahwa pak Galang secepatnya harus sudah ada di tempat bos. Mari pak Galang biar tak memakan banyak waktu alangkah baik nya pak Galang langsung temui bos bukannya begitu pak Galang." Kata seseorang itu pada Galang dengan cukup panjang.


"Beneran harus saat ini juga pak saya temuin bosnya." Kata Galang bukannya menjawab ucapan seseorang itu. Ia malah bertanya balik pada seseorang itu.


"Iya pak Galang karena bosd sudah menunggu pak Galang ketika jam istirahat tiba beberapa menit yang lalu."


"Dan pak Galang bisa simpulkan sendiri jika pak Galang menunda - nunda lagi apa yang akan boss lakukan dan boss akan memberikan apa untuk pak Galang." Kata seseorang itu pada Galang.


"Hem... baik lah saya temuin boss sekarang." kata Galang yang akhirnya menyetujui perkataan seseorang itu.


"Mari pak Galang saya antar" kata seseorang itu menawarkan diri nya untuk mengantarkan Galang dan memberikan Galang jalan untuk pergi duluan. Sementara seseorang itu akan berada di belakang Galang.

__ADS_1


"Iya pak" kata Galang dengan mau tak mau menjawab ucapan seseorang itu dengan singkat.


Mereka berdua pun mulai melangkahkan kaki menuju lift. setelah berada di dalam lift seseorang yang kini bersama Galang mulai menekan angka yang akan mereka tuju yaitu ke lantai tempat boss nya berada.


Tanpa menunggu lama mereka berdua kini telah sampai di lantai yang di tuju nya.


Pintu lift mulai terbuka perlahan demi perlahan. Hingga terbuka dengan sempurna. Setelah itu Galang dan seseorang itu pun melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari lift.


"Mari pak Galang sudah di tunggu cukup lama oleh boss dan saya saran kan untuk tidak membuat boss semakin menunggu lama." kata seseorang itu pada Galang.


"Hem... iya pak" kata Galang menjawab ucapan seseorang itu.


"Pak kalau boleh jujur saya ingin nya sih ntar temui boss nya setelah saya makan. Mana perut udah laper kaya gini lagi. Dan takutnya malah bunyi di waktu yang nggak tepat saat ntar boss bertanya pada saya." kata Galang setelah menjawab ucapan seseorang itu di dalam hati nya.


"Tapi mau gimana lagi. Sekarang udah nggak bisa pergi lagi dari sini. Sabar ya perut nanti setelah temui boss kamu juga pasti aku isi makanan biar nggak laper lagi." kata Galang lagi di dalam hatinya.


Tak lama kemudian Galang pun telah sampai di depan pintu boss barunya ini.


"Silahkan pak Galang di ketuk terlebih dahulu pintu nya." kata seseorang itu pada Galang.


Tok... Tok...


Pintu pun di ketuk dua kali oleh Galang. Tak lama setelah itu terdengar suara yang Galang hafal dari dalam sana yang memerintahkan Galang seseorang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk ke dalam ruangannya saat ini.


"Kalau gitu saya langsung permisi terlebih dahulu pak Galang. Silahkan pak Galang masuk semoga tak terjadi apa - apa dengan pak Galang nanti nya." kata seseorang itu pada Galang sebelum Galang memasuki ruangan bossnya .


"Hem... iya pak semoga aja saya akan baik - baik aja." kata Galang menjawab ucapan seseorang itu.


"Baik lah pak Galang kalau gitu silahkan masuk" kata seseorang itu lagi pada Galang.


Tanpa menjawab dengan sebuah kata Galang pun menjawab ucapan seseorang itu dengan menganggukkan kepalanya. Pertanda bahwa ia menyetujui perkataan seseorang itu untuk dirinya.


Seseorang itu pun pergi setelah melihat Galang telah membuka pintu dan tanpa menunggu lama Galang pun telah masuk ke ruangan boss.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2