Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Membawa Dokumen


__ADS_3

Panggilan pertama yang dilakukan Viona tak ada jawaban sama sekali.


Lalu Viona mulai menekan tombol panggil lagi di handphone nya.


Tut... Tut...


Masih tak ada jawaban sama sekali dari panggilannya itu.


Beberap detik kemudian Viona kembali menekan tombol tersebut.


Tut... Tut...


Saat panggilan ke tiga nya ini di lakukan. Kakak nya yang ia telpon akhirnya menjawab juga telponnya.


"Assalamualaikum kak" suara adek nya yang terdengar oleh Galang saat ini. Dan tanpa menunggu lama Galang langsung menjawab suara adek nya itu.


"Wa'alaikumussalam dek" kata Galang menjawab salam dari Viona.


"Kak adek boleh tanya nggak ke kakak" kata Viona setelah ia mendapatkan jawaban salam dari kakak nya itu.


"Boleh dek kamu mau tanya apa?" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Em... barusan kan adek di kasih tau sama mamah buat anterin dokumen ke kakak. Nah tadi tuh adek udah mau ambil dokumennya di kamar kakak. Tapi setelah adek mau ambil dokumennya di tempat yang biasanya kakak selalu simpen dokumen ternyata ada tiga dokumen. Jadi kan adek bingung takut salah ambil dukumennya sekarang adek hubungi kakak. Dokumen yang harus adek bawa yang mana nya kak sama berapa banyak dokumen yang harus di bawa buat di ke kakak in. Itu aja sih kak adek telpon kakak nya."


"Oh karena itu ya. Em... kakak tadi lupa deh kayanya dek nggak kasih tau ke mamah dokumen yang harus di bawanya yang mana. Makannya sekarang kamu tanya ke kakak. Maaf ya dek kakak harus ngerepotin adek kaya gini. Em... mengenai dokumennya adek bawa ke tiga nya aja. Kakak kayanya memang perlu ketiga - tiga nya."


"Hem... iya kak siap. kalau gitu adek tutup telponnya dulu ya kak."


"Iya dek nanti hati - hati bawa motor nya jangan ngebut ya"


"Iya kak siap. Assalamualaikum kak"


"Wa'alaikumussalam dek"


Terpon pun ditutup oleh Viona. Lalu Viona mulai melangkahkan kaki kembali ke kamar kakak nya untuk mengambil ketiga dokumen yang akan ia bawa untuk di berikan pada kakak nya.


Setelah ia mengambil ketiga dokumen itu. Tak lama ia pun mulai membawa dokumen itu pergi ke bawah menemui mamah nya untuk meminta kunci motor yang akan ia gunain.


Tap... Tap...


Langkah kaki Viona kini mulai terdengar oleh mamah Vina yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Mah" kata Viona setelah sampai di ruang keluarga.

__ADS_1


"Iya kenapa dek?" kata mamah Vina menjawab ucapan Viona tanpa mengalihkan pandangannya melihat ke arah Viona.


"Adek mau anterin dokumen yang kakak. Boleh adek minta kunci motor buat anterin dokumennya."


"Hem.. gitu ya dek, Bentar dek mamah ambil dulu kunci nya."


"Iya mah"


Mamah Vina lalu mulai melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk mengambil kunci motor yang Viona maksud.


Setelah mengambil kunci tersebut. Mamah Vina langsung memberikan kunci itu pada Viona.


"Ini dek kuncinya hati - hati bawa motornya. Jangan ngebut dan jangan lupa helm nya juga di pake. Kamu kalau nggak di ingetin suka lupa nggak pake helm padahal itu kan penting dek buat keselamatan kamu juga."


"Hem iya iya mamah ku yang baik makasih udah ingetin adek. Kalau gitu adek langsung pergi ya mah."


"Iya dek"


"Assalamualaikum" kata Viona memberikan salam pada mamah nya.


"Wa'alaikumussalam" kata mamah yang menjawab salam dari Viona.


Tak lama setelah itu Viona mulai pergi meninggalkan mamah Vina untuk mengantarkan dokumen ke kakak nya Galang.


Saat berada di luar rumah Viona mulai menyalakan motor nya dan mulai melajukan motor tersebut.


Beberapa menit kemudian Viona akhirnya sampai ketempat tujuannya. Lalu ia pun memarkirkan motornya terlebih dahulu. Setelah itu ia menelpon kembali kakak nya.


Tut... Tut..


Beruntung kali ini saat Viona menelpon kakak nya. Kakak nya itu langsung menjawab teleponnya.


"Assalamualaikum kak"


"Wa'alaikumussalam dek"


"Ini adek udah di depan tempat kerja kakak. Adek masuk ke sana atau tunggu di sini aja."


"Udah nyampe ya dek, ya udah biar kakak aja yang ke sana. Tunggu kakak sekarang temuin adek."


"Iya kak, adek tunggu jangan lama ya."


"Iy dek nggak akan lama ko"

__ADS_1


"Oke"


Kemudian telpon pun terhenti dengan sendiri nya. Kini Viona sedang menunggu Galang untuk menemuinya.


Sekitar sepuluh menit kemudian. Galang pun telah sampai di tempat Viona yang menunggunya itu.


"Dek"


Viona yang sedang fokus lihat hanphone nya sempat kaget mendengar suara Galang itu.


"Eh... iya, Ih... kak aku kira siapa tadi. Ko lama sih kak. Tadi katanya nggak akan lama cuman sebentar. Eh... malah udah lebih dari tujuh menit kakak baru datang." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan sedikit mengomel.


"Apa sih dek, nggak sampai dua puluh menit juga. Lebay banget emangnya kamu sibuk apa? sampai bilang gitu ke kakak."


"Nggak sibuk sih kak, cuman kakak tega aja sama adek masa biarin adek nunggu sampai selama itu. Mana sendiri lagi di sini."


"Iya emangnya kenapa kalau sendiri. Kamu nya juga nggak kenapa - kenapa kan. Jadi jangan lebay - lebay amat lah dek."


"Ih... aku nggak lebay kak, cuman aku tuh kesel di suruh nunggu sama kakak."


"Hem... maaf deh kakak salah. Em... gimana kalau kakak kasih adek uang buat beli sesuatu dan uang nya terserah adek mau di beliin apa." kata Galang mencoba membuat Viona untuk tidak kesel lagi kepada dirinya.


"Berapa uangnya kak?" kata Viona yang sudah mulai berdamai dengan kakak nya mengenai sikap Galang yang membuat ia menjadi kesal.


"Adek mau nya berapa?" kata Galang yang malah bertanya balik pada Viona.


"Em... segini kak" kata Viona yang menunjukkan lima jarinya pada Galang.


"Segitu maksudnya apa dek" kata Galang bertanya lagi pada Viona.


"Ya segini kak adek minta uang nya"


"Iya kakak tau adek mintanya segitu cuman yang kakak maksud itu. Lima ratus perak, Lima ribu atau berapa yang jelas dong dek."


"Em... lima ratus ribu kak, bolehkan adek mintanya segitu."


"Mau di beliin apa emangnya"


"Gimana nanti aja kak, soalnya adek belum tau beli apa? boleh kan adek minta segitu ke kakak."


"Hem... ya udah ini kakak langsung kasih uangnya ke adek. Tapi inget uangnya jangan di beliin yang aneh - aneh."


"Iya kak siap, kakak baik deh ke adek. Kalau gitu adek langsung pulang lagi aja ya kak." kata Viona menjawab ucapan Galang.

__ADS_1


"Giliran udah di kasih uang baru deh bilang baik. Giliran nunggu lama eh... malah di bilang bikin kesel. Dan ini udah di kasih uang nya langsung mau pamit. Dek, dek kamu ya. Ckckck..." kata Galang menjawab ucapan Viona.


To be continued


__ADS_2