Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Merasa Gugup


__ADS_3

"Iya pah" kata Galang dan Viona secara bersama.


Kemudian mereka mulai duduk di kursi yang mereka biasa duduki.


Viona yang merasa tidak enak sempet ragu untuk duduk bergabung dengan papah dan mamah nya.


Apalagi saat Viona melihat wajah mamahnya yang tak ingin melihat ke arahnya sama sekali. Ada rasa sedih saat itu, namun hal ini memang wajar.


Karena sikap Viona tadi sungguh tidak baik sama sekali.


Galang yang melihat Viona merasa gugup mencoba menenangkan Viona dengan memegang tangan nya. Lalu tersenyum untuk membuat Viona tak merasa sendiri ketika Viona ingin meminta maaf pada mamah Vina dan papah Gilang.


Selain itu ada sebuah kode juga yang di berikan Galang pada Viona untuk segera meminta maaf pada mamah Vina dan papah Gilang.


Viona yang melihat kode dari Galang lewat tatapan mata nya itu. Menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa Viona akan mulai mengeluarkan suaranya untuk meminta maaf pada mamah Vina dan papah Gilang. Dan selain itu ia juga setuju untuk meminta maaf.


"Mah, pah" kata Viona pada mamah Vina dan papah Gilang.


"Iya dek" hanya papah Gilang yang menjawab ucapan Viona itu.


Sementara mamah Vina hanya terdiam tak ingin menjawab sama sekali.


Dan ini membuat Viona hampir menyerah untuk meminta maaf pada mamah Vina dan papah Gilang.


Tapi sebelum itu terjadi Galang langsung meyakinkan Viona untuk tetap melanjutkan ucapannya lewat tatapan mata nya.


Karena Galang meyakinkan dirinya untuk tetap meminta maaf membuat Viona kembali melanjutkan ucapannya.


"Maaf" hanya satu kata itu lah yang keluar dari Viona setelah mendapatkan keberanian untuk melanjutkan ucapannya lagi.


"Maaf untuk apa dek?" kata papah Gilang menjawab ucapan Viona sambil bertanya juga mengapa Viona meminta maaf.

__ADS_1


"Itu semua nya pah, mah. Atas sikap adek tadi ketika pulang dari taman sangat tidak baik pada mamah dan papah. Apalagi tadi ketika mamah manggil - manggil adek, adek sama sekali nggak jawab ucapan mamah. Adek sangat merasa bersalah untuk itu pah, mah. Mamah sama papah mau maafin adek kan. Kalau nggak..." kata Viona dengan tulus bahkan sampai ingin mengeluarkan tangisannya.


"Udah dek jangan di terusin lagi. Papah sama mamah liat keberanian adek untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf udah buat kami seneng ko dek. Itu tanda nya adek menyadari bahwa perbuatan adek itu nggak baik. Lain kali jangan di ulangi lagi. Iya kan mah apa yang papah ucapin itu." kata papah Gilang memotong ucapan Viona sambil bertanya juga pada mamah Vina.


Mamah Vina yang di tanya oleh papah Gilang hanya menjawab nya dengan anggukan kepala. Bahwa mamah Vina setuju dengan yang di ucapkan oleh papah Gilang.


"Adek bisa liat sendiri kan bahwa mamah juga setuju ucapan papah. Jadi sekarang lebih baik kita makan, sayang kalau cuman di diemin aja makanan nya." kata papah Gilang pada Viona dan pada mamah Vina serta Galang.


"Iya pah sayang banget" kata Galang yang seketika langsung menjawab ucapan papah Gilang.


"Ya udah langsung di mulai aja makannya tapi jangan lupa berdoa." kaya papah Gilang pada mereka bertiga.


"Iya pah siap dan itu pasti pah nggak akan lupa." kata Galang lagi dengan singkat.


"Giliran di suruh makan, kakak yang paling semangat banget kaya nya. Udah laper ya kak." kaya papah Gilang pada Galang.


"Aduh pah itu jangan di tanya lagi. Kakak memang udah laper. Hem... apa lagi liat makanan nya yang ada di meja ini. Rasanya pengen kakak cicipin satu persatu." kata Galang menjawab ucapan papah Gilang.


"Cicipin dong pah, kalau di abisin ntar yang ada kakak malah di bilang rakus lagi." kata Galang menjawab ucapan papah Gilang.


"Gitu ya, ya udah kak coba sekarang cicipin." kata papah Gilang menyuruh Galang untuk mencicipi makanan nya.


"Bener nih pah aku cicipin sekarang makanan nya." kata Galang yang sudah kelihatan tak sabar.


"Iya kak sekarang masa besok" kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.


Karena mendengar ucapan papah Gilang yang menyuruh dirinya untuk mencicipi makanan. Galang langsung mengambil satu sendok di makanan pertama nya.


Tak lama setelah ia menyendok makanannya. Ia pun langsung memasukan makanan itu pada mulut nya.


Di kunyah lah makanan itu sampai hancur lalu dengan perlahan Galang pun menelan makanan itu.

__ADS_1


Dan ketika Galang ingin mengambil satu sendok lagi makanan yang baru saja dia ambil. Seketika terhenti karena mendengan suara seseorang.


"Tunggu kak" kata seseorang itu yang ternyata adalah papah Gilang.


"Tunggu apa pah?" kaya Galang yang nggak tau apa yang di maksud oleh papah Gilang. Hingga ia pun bertanya pada papah Gilang.


"Tadi kan kata kakak mau cicipin aja makanan nya. Ko ini malah mau ambil lagi sih. Kan nggak sesuai sama yang kakak ucapin itu. Iya nggak mah, iya nggak dek papah nggak salah denger kan tadi." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang sambil bertanya juga pada mamah Vina dan Viona.


Mamah Vina dan Viona mereka berdua pun menjawabnya kompakan ucapan papah Gilang itu.


"Iya pah nggak ko" dan kata ini lah yang keluar dari mereka berdua secara bersama.


Galang yang mendengar ucapan dari mamah Vina dan Viona yang malah menyetujui ucapan papah Gilang menjadi lemas seketika.


"Jadi kak, kakak harus tepati ucapan kakak itu." kata papah Gilang pada Galang dengan santai nya.


"Uh... pah jangan gini, kan kakak tadi salah bicara. Em... boleh kan kakak ambil makanan yang ini lagi. Kakak masih ingin nyobain pah. Ya pah ya boleh pah." kata Galang menjawab ucapan papah Gilang.


"Nggak boleh dong kak, makanan bagian yang ini kakak nggak bisa ambil lagi karena kakak udah cicipin tadi. Jadi pilih yang lain nya aja kak. Kan tuh masih banyak makanan yang lain nya." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.


"Em... tapi pah kakak ingin nya yang ini lagi. Gimana dong pah? kalau di tuker boleh nggak pah." kata Galang yang masih berusaha untuk mendapatkan keinginan nya itu pada papah Gilang.


"Boleh" kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.


"Bener nih pah boleh, ah... nggak sabar nya aku." kata Galang yang seketika merasa senang dan mulai ingin mengambil makan yang ia ingin kan itu.


"Tapi kakak harus bisa bujukin diantara kita bertiga yang mau tukeran sama kakak." kata papah Gilang yang malah membuat Galang menjadi kecewa lagi. Hingga sendok yang udah berada di makanan itu pun kini berada jauh lagi dari makanan itu.


"Ya pah ko gitu sih, em... dek boleh ya kakak ambil bagian yang kamu." kata Galang menjawab ucapan papah Gilang dan bertanya juga pada Viona.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2