Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Semakin Larut


__ADS_3

"Em... terus kakak di sini mau apa? kenapa nggak langsung ke atas aja. Kakak kan udah selesai beresin meja nya juga." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Coba bisa tebak nggak dek, kenapa kakak bisa ada di sini?" kata Galang bukannya menjawab ucapan Viona tapi malah bertanya balik pada Viona.


"Mana adek tau kak, makannya tadi adek tanya." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Hem... iya juga ya dek, ya udah deh biar kakak kasih tau. Kakak ke sini mau liat adek udah selesai belum nyuci nya. Cuman Mau tau itu aja sih dek." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Oh gitu ya kak, em... kakak bisa liat sendiri kan masih ada beberapa lagi. Ya udah sana kak, kakak kan udah tau jadi kakak bisa tinggalin adek di sini." kata Viona pada Galang.


"Iya sih deh kakak memang udah tau, tapi kakak juga nggak mau tinggalin adek lah. Sini biar kakak bantu agar cepat selesai." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Nggak usah kak ini juga bentar lagi selesai. Dan makasih sebelumnya udah mau bantuin adek." kata Viona pada Galang sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapakan itu.


"Nggak papa dek, biar kakak bantu aja. Gimana kalau kamu yang simpan piring sama gelasnya? biar kakak yang nyuci ini." kata Galang malah tetap ingin membantu Viona.


"Ya ampun kak nggak papah biar adek aja. Kakak diem aja tungguin adek di sana kak di kursi." kata Viona pada Galang sambil menunjuk sebuah kursi.


"Dek kakak kan udah bilang kalau kakak mau bantu adek."


"Iya adek tau kak tapi adek bisa sendiri ko kak. Jadi kakak tinggal tunggu adek selesaikan ini. Oke."


"Nggak mau dek, kakak masih tetep ingin bantu adek."


Viona lalu menghela nafas karena Galang terus menerus kekeh dengan keinginannya itu. Hingga membuat Viona akhirnya menyetujui keinginan Galang.


Karena kalau Viona tidak mengizinkan takutnya mereka tak akan pernah berhenti untuk tetap dengan keinginan masing - masing.


Dan malah melupakan waktu hingga akhirnya piring dan gelas tak akan pernah bisa selesai di cuci.


Waktu pun akan semakin larut karena terus berputar sementara mereka berdua masih tetap sama dengan keinginannya itu.


Yang akhirnya membuat Viona mengalah untuk membiarkan Galang yang mencuci piring dan gelasnya.


"Huh... ya udah kak, silahkan kalau kakak mau bantu adek. Tapi yang simpan piring dan gelas yang udah bersih nya sama adek ya. Biar cepet kalau di lakukan secara bersama."


"Oke dek sini biar kakak aja. Nanti kakak langsung kasih in ke adek kalau udah bersih."

__ADS_1


"Hem iya kak"


Lalu Viona mulai membiarkan kakak nya yang mencuci. Dan ia sendiri sedang menunggu Galang memberikan piring dan gelas yang sudah bersih pada dirinya.


"Nih dek (Sambil memberikan satu piring yang udah di cuci) satu dulu biar kamu simpan."


Lalu Viona mengambil piring tersebut dari Galang.


"Iya kak, sini."


Setelah piring berada di tangan Viona. Viona mulai menyimpan piring itu ke tempat penyimpanan piring yang sudah bersih.


Hingga begitulah seterusnya sampai semua piring - piring dan gelas - gelas tersimpan secara rapi di tempat nya.


"Udah selesai dek, ayo cuci dulu tangannya"


"Iya kak"


"Em... mau langsung ke atas atau mau nonton dulu dek"


"Ke atas aja deh kak, adek mau langsung tidur aja"


"Hem... udah ngantuk soalnya kak"


"Jadi dari tadi kamu makannya lama cuci piring karena udah pengen tidur."


"Hehehe... iya kak, adek udah ngantuk jadi lama cuci piring nya."


"Kenapa nggak bilang dari awal kalau adek udah ngantuk. Jadi cuci piring nya biar sama kakak aja tadi. Adek yang beresin makanan yang ada di meja."


"Hehehe... malu dong kak adek kan tadi udah bilang mau bantuin kakak dan usulin bantuinnya buat cuci piring. Jadi nggak berani bilang kalau adek udah ngantuk."


"Ckckck... kamu dek, lain kali jangan kaya gitu lagi ya."


"Hem... iya kak, nggak akan ulangi lagi."


"Bener ya kakak penggan loh ucapan adek ini."

__ADS_1


"Iya kak nggak akan ulangi lagi"


"Ya udah yuk langsung ke atas aja. Kakak takutnya kamu malah tidur di sini lagi. Kan berabe nanti."


"Nggak gitu juga kali kak, adek juga tau tempat di mana harus nya adek tidur. Nggak di sini juga kali." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Ya kali aja dek kamu udah nggak bisa tahan pengen tidur. Jadi tidur di mana aja. Iya nggak dek ucapan kakak itu."


"Hem... terserah kakak aja deh. Ayo kak kita langsung ke atas udah susah buat di ajak kompromi nih, mata adek." kata Viona pada Galang sambil menutup mulut nya karena menguap.


"Yuk dek" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan singkat.


Tak ada lagi yang bicara karena saat ini baik Viona maupun Galang mereka berdua kini telah melangkahkan kaki nya menuju ke kamar mereka masing - masing yang ada di lantai dua rumah mereka.


Satu demi satu tangga pun telah mereka naik dan saat ini mereka berdua telah melangkahkan kaki menuju kamar mereka masing - masing.


Galang yang kamarnya lebih dekat dengan tangga sudah berada di depan pintu kamarnya. Sementara Viona ia masih harus melangkah kan kaki beberapa langkah lagi untuk bisa berada di depan kamar nya.


Tak lama setelah Viona melangkahkan kakinya kini ia telah sampai di depan pintu kamarnya. Galang yang sedari tadi telah sampai, belum masuk ke kamarnya sebelum ia memastikan Viona benar - benar telah masuk ke dalam kamarnya.


Bukan apa - apa tapi karena Galang takut kalau adek nya ini malah salah masuk kamar. Akibat terlalu ngantuk, jadi ia menunggu terlebih dulu adek nya masuk ke kamar dan setelah adek nya masuk. Ia pun akan masuk ke kamarnya juga.


Saat Viona menoleh ke arah kamar kakak nya ia sempat terkejut karena ia kira kakak nya ini sudah masuk ke kamarnya sedari tadi ternyata malah belum sama sekali.


Hingga rasa penasaran untuk bertanya pun keluar dari bibir Viona untuk Galang kakaknya.


"Lah kak ko belum masuk, kenapa masih di sana?" kata ini lah yang keluar dari bibir Viona untuk Galang.


"Emang nya nggak boleh gitu dek kalau kakak belum masuk kamar."


"Boleh sih kak nggak ada yang larang juga. Tapi adek aneh aja. Ko kakak belum masuk gitu aja sih kak."


"Hem... ya udah kak adek masuk dulu ya"


"Iya dek selamat tidur"


"Iya kak selamat tidur juga."

__ADS_1


Setelah di pastikan bahwa Viona telah masuk ke dalam kamar nya itu. Galang tak menunggu lama ia pun juga sama langsung masuk ke kamarnya juga.


To be continued


__ADS_2