
"Kenapa pada kompakan bilang hah. Emangnya salah gitu mamah bilang hukuman selanjutnya."
"Nggak salah ko mah, tapi kakak kira mamah nggak akan ingat sama hukuman selanjutnya."
"Nggak mungkin lah kak mamah nggak ingat tentang hukuman selanjutnya. Rugi dong kalau mamah sampai lupa. Iya nggak pah."
"Iya mah, papah mah ikut aja apa yang mamah ucapin selalu benar."
"Oke pah kalau gitu"
"Dan buat kalian berdua coba berdiri. Jangan duduk kaya gini. Masa iya kalian mau dapet hukuman duduk dulu. Ayo coba berdiri." kata mamah dengan tegas dan galak pada Galang dan Viona.
Galang dan Viona mereka berdua mau tidak mau langsung berdiri dengan tegap.
"Bagus ini baru yang mamah inginkan."
"Em... kalian mau mamah kasih waktu berapa jam buat hukumannya?" kata mamah Vina bertanya pada Galang dan Viona.
Galang dan Viona saling menatap satu sama lain dan memberikan kode untuk siapa diantara mereka yang akan menjawab ucapan mamah Vina.
Sekitar beberapa detik akhirnya Galang yang mengeluarkan suara.
"Gimana mamah aja, kita berdua ikut sesuai hukuman yang akan mamah berikan pada kami."
"Yakin nggak mau di pertimbangkan dulu."
Galang lalu bertanya pada Viona.
"Gimana dek?"
"Aku ikut kakak aja"
"Hem"
"Kita berdua terserah mamah aja" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina.
"Oke kalau gitu mamah kasih hukuman kalian tiga jam, gimana apa kalian setuju?"
"Em... apa mah? tiga jam."
"Iya tiga jam, gimana setuju atau nggak?"
"Kalau boleh jujur kami berdua keberatan mah" kata Galang yang sedari tadi menjawab ucapan mamah nya.
"Terus mau nya sampai berapa jam"
"Em... satu jam mah"
"Yakin mau satu jam, nggak dua jam aja."
"Em... nggak mah satu jam aja."
"Ya udah satu jam setengah. Nggak ada penolakan lagi."
"Tapi mah"
__ADS_1
"Mau atau nggak"
"Em... iya deh mah, satu jam setengah."
"Dari tadi kek setuju nya."
"Iya mah maaf kakak dan adek salah." kata Galang pada mamah Vina.
"Kalau boleh tau hukumannya apa mah buat kami berdua."
"Kak kamu sepertinya udah nggak tahan ya pengen dapet hukuman dari mamah."
"Bu... bu... kan gitu mah tapi biar cepet selesai aja hukumannya." kata Galang yang awalnya gugup.
"Oh gitu, em... ya udah sekarang kalian berbalik menghadap pintu. Ayo cepet berbalik, bukan malah diem kaya gini." kata mamah Vina dengan jutek nya.
"Iya mah" kata mereka berdua dengan pasrah.
Setelah melihat bahwa Galang dan Viona telah menghadap ke arah pintu. Mamah Vina lalu berucap lagi.
"Bagus... bagus... sekarang coba berjalan."
Dengan patuh Galang dan Viona melangkahkan kaki secara bersamaan.
Baru berjalan lima langkah mereka di hentikan sejenak oleh mamah Vina.
"Stop... stop..."
Langkah yang hampir berjumlah enam langkah langsung terhenti di langkah ke lima.
Mereka berdua memutar badan mereka secara bersamaan.
Ketika mereka berdua telah menghadap pada mamah Vina. Lalu mamah Vina mengamati mereka dari bawah sampai atas.
Terus seperti itu sampai tiga kali. Baru ia berucap kembali pada mereka.
"Sekarang kalian pergi sana ganti baju"
"Iy... maksudnya mamah kenapa kita harus ganti baju."
"Turutin dulu aja apa yang mamah suruh sama kalian. Ayo mamah kasih waktu lima menit kalian berdua harus sudah berada di sini."
"Tapi mah..."
"Waktu sudah berjalan, cepat manfaatkan lah waktu kalau tidak kalian akan mamah tambah hukuman yang lainnya."
"Ayo cepat sana ganti baju."
"Iya mah" kata mereka secara bersama.
Langkah kaki mereka begitu cepat naik ke lantai dua untuk mengganti pakaiannya. Apa lagi dengan waktu yang sangat singkat.
Sungguh mamah Vina ini luar biasa memberikan hukuman pada mereka dengan cara seperti ini.
Saat telah berada di atas dengan tergesa - gesa Galang dan Viona memasuki kamar mereka masing - masing.
__ADS_1
Sampai membuka pintu pun mereka dengan sangat cepat. Bahkan Galang hampir lupa menutup pintu kamarnya kembali.
Saat Galang tersadar ia sudah berada cukup jauh dari pintu kamar. Membuat ia bergegas mendekat ke pintu lalu menutup nya.
Ketika mereka berdua telah berada di kamarnya. Mereka berdua begitu cepat menggunakan pakaian tanpa memilih terlalu banyak pakaian mana aja yang akan mereka kenakan.
Setalah selesai mereka bergegas membuka pintu dan melangkahkan kaki untuk menemui mamahnya kembali.
Karena waktu terus berjalan sampai tak terasa kini tinggal tersisa satu menit.
Mereka berdua masih berada di atas. Kecepatan berjalan di tambahkan lagi.
Dengan sangat cepat pada saat mereka hampir memasuki ruang keluarga mereka mendengar suara mamah mereka. Yang sedang menghitung mundur dari angka sepuluh.
Saat itu debaran jantung dan rasa was - was memenuhi diri mereka masing - masing.
"Ayo dek kita harus lebih cepat."
"Hem... iya kak"
Saat di ambang pintu tersisa hitungan ketiga. Membuat mereka berdua langsung bergegas sangat cepat masuk ke dalam.
Ketika kata satu terdengar mereka telah tepat berada di tempat mereka semula sebelum berganti baju barusan.
"Selesai. Bagus kalian memanfaatkan waktu dengan sangat baik."
Rasa lega terdapat dalam diri mereka berdua. Tapi rasa capek ketika berjalan masih memenuhi apa yang saat ini mereka rasakan.
"Iya mah" kata mereka berdua setelah mereka merasa sediki lebih baik.
"Apa kalian sudah siap mengetahui hukuman yang akan kalian terima dari mamah? jawab dengan tegas dan keras."
"Siap mah kita berdua sudah siap." kata Galang dan Viona dengan keras.
"Bagus... bagus kalau gitu sana pergi waktu kalian cuman satu jam setengah."
"Maksudnya mah?" kata Galang menanyakan kejelasan dari ucapan mamahnya itu.
"Ya kalian pergi, apa lagi coba?"
"Bukan itu mah, tapi kita harus pergi kemana?"
"Mana mamah tau itu kan urusan kalian. Mamah itu cuman kasih waktu kalian buat pergi aja. Nggak ada yang lain lagi."
"Em... tapi kami berdua masih belum paham mah. Maksudnya mamah hukuman kami itu pergi keluar untuk apa dan harus apa? ko jadi bingung kaya gini ya mah." kata Galang pada mamah nya berkata dengan apa ada nya.
"Ya ampun kak kamu ini masa nggak ngerti. Adek juga ko jadi sama - sama nggak ngerti, paph aja tau yang di maksud mamah itu apa?"
kata papah Gilang yang ikut dalam pembicaraan.
"Em... emangnya apa gitu yah?" kata Galang menjawab ucapan papahnya dengan sebuah pertanyaan.
"Jadi maksud nya itu kalian berdua di suruh mamah buat pergi. Mau kemana pun itu terserah kalian. Dan mamah hanya memberikan waktu satu jam setengah sesuai dengan kesepakatan yang kalian lakukan tadi dengan mamah. Apa kalian paham sampai sini." kata papah Gilang menjelaskan secara detail pada mereka berdua.
To be continued
__ADS_1