Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Mulai Khawatir


__ADS_3

"Hem... ya udah kak, kalau kakak nggak marah adek pergi dulu ya."


"Pergi kemana? kakak nggak di ajak."


"Tadi kan kakak bilang pw jadi percuma juga kan adek ajak kakak."


"Hem ya udah sana pergi"


"Adek nggak akan lama ko kak cuman ke sana aja. Ada yang mau kakak titip nggak buat sekalian nanti adek bawain."


"Kamu nya mau kemana dulu?"


"Tuh ke sana kak beli minum sama mau beli ice cream. Kakak mau titip sesuatu nggak biar sekalian." kata Viona sambil menunjuk tempat yang akan ia tuju nya pada Galang.


"Oh ke sana dek, ya udah sana pergi aja. Kakak titip ice cream satu yang rasa coklat."


"Siap kak kalau gitu adek pergi ya"


"Iya sana jangan lupa ice coklatnya gak pake lama."


"Siap - siap" kata Viona menjawab ucapan Galang dengan penuh semangat.


Setelah itu Viona mulai melangkahkan kaki menuju tempat yang menjual minuman dan ice cream.


"Sebelum beli minum sama ice cream keliling taman sebentar nggak papa kali ya. Hem... aku keliling dulu aja deh." kata Viona di dalam hatinya.


"Tapi kalau kakak nunggu lama gimana ya, nanti aku di marahin lagi. Tapi nggak papa deh kalau cuman sebentar mah. Bisa alasan di penjual minuman dan ice cream nya banyak yang beli. Ya ampun Vio kamu pinter banget sih." kata Viona berkata dalam hatinya lagi.


Lalu kemudian Viona mulai membelokkan langkah kakinya untuk mengelilingi taman bukan untuk membeli minum atau pun ice cream.


Melainkan menikmati pemandangan taman yang sangat indah hari ini.


Apalagi cuaca di taman sangat mendukung membuat Viona merasa sayang sekali kalau ia tak mengelilingi taman ini.


"Wow indah banget sih. Rasanya ko seperti ada yang beda. Terakhir kali aku ke taman ini dua Minggu yang lalu deh. Lan ko udah ada bunga ini ya." kata Viona mengingat kembali ia mengunjungi taman ini kapan. Setelah mengingat Viona merasa sedikit ada perubahan di taman ini.


Dan itu dapat dilihat saat Viona menemukan sebuah bunga yang saat ini sedang ia pegang.


Bunga cantik dan indah berwarna putih dan merah ini begitu sangat menakjubkan.


Hampir membuat Viona ingin memetik bunga tersebut. Namun ia urungkan niat itu karena sayang juga kalau ia petik nanti bunganya layu dan nggak indah lagi.

__ADS_1


Maka Viona memutuskan untuk memegangnya saja tanpa harus memetik atau merusak bunga tersebut.


"Hem... bunga nya aku petik jangan ya, tapi kalau aku petik ntar nggak cantik lagi bunga nya. Hem... liat dan pegang aja deh biar tetep indah dan cantik." kata Viona setelah ia melihat bunga tersebut.


Ketika telah merasa puas melihat dan memegang bunga. Viona mulai mencari tempat lagi untuk ia lihat.


Sampai dimana ia menemukan tempat yang bagus dan sangat pas dengan keadaan ia saat ini yang sedang capek karena lelah berjalan.


"Ah... duduk sini dulu nggak papa kali ya. Uhh... enaknya duduk disini." kata Viona yang sedang duduk di atas batu yang cantik yang terdapat di pohon rindang membuat tempat ini menjadi sejuk dan nggak panas.


"Enak bener ngadem di sini. Tapi lebih enak kalau ada minum sama cemilan. Beli dulu aja kali ya. Ntar ke sini lagi."


"Em... sepertinya harus kaya gitu deh."


Viona lalu pergi dari tempat tersebut untuk membeli minuman dan cemilan.


Sekitar beberapa menit ia telah membawa beberapa cemilan dan minuman yang saat ini berada di tangannya.


Dengan perasaan senang ia membawa cemilan dan minuman itu ke tempat yang tadi.


Setelah cukup lama berjalan akhirnya ia telah sampai di tempat ini lagi.


Selain itu minuman pun sudah ia bukan dan teguk hingga membuat ia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.


Yang sebelumnya ia merasa sangat haus dan lapar sekarang sudah jauh lebih baik. Namun ia lupa bahwa ada seseorang yang sedang menunggu kedatangannya.


Kalian pasti tau siapa orang itu. Karena orang itu tiada lain dan tiada bukan adalah Galang kakaknya Viona.


"Ini ko adek nggak balik - balik ya, lama bener beli minum sama ice cream nya."


"Apa kesasar ya?"


"Tapi kalau kesasar masa iya, adek kan bukan pertama kali juga ke taman ini."


"Em... apa jangan - jangan..."


"Eh... tapi kalau buat ulah tadi kan adek udah janji nggak akan berulah."


"Terus kenapa ya adek belum datang - datang juga?"


"Jadi khawatir gini. Apa aku cari in adek."

__ADS_1


"Em... iya deh ini kayanya aku harus cari adek deh. Takutnya dia beneran kesasar."


Dengan tergesa - gesa dan panik Galang mulai pergi meninggalkan tempat duduknya untuk mencari Viona yang sampai sekarang belum datang menemuinya lagi.


"Ya ampun dek kamu dimana sih? jangan bikin khawatir ngapa?"


"Tadi kalau nggak salah aku pergi ke sana kan tapi nggak liat adek, em... sekarang aku pergi ke sana aja deh."


"Bentar - bentar kayanya lebih baik aku pergi ke tempat penjual minum deh. Hem... bener juga tadi kan adek bilang nya mau beli minum."


"Kenapa baru kepikiran ya, apa karena panik makannya baru sempet kepikiran. Tapi walupun baru sempet semoga aja adek beneran lagi ada di sana."


Tanpa menunggu lama lagi Galang pun melangkahkan kaki menuju tempat penjual minum.


Saat ia telah sampai di sana ia tak melihat adek nya di antara orang - orang yang sedang membeli minum saat ini.


Hingga membuat ia mulai khawatir lagi dan mulai tak tenang.


"Ya ampun dek kamu dimana? di sini juga nggak ada. Tenang Galang tenang jangan panik. Pikirin lagi kira - kira di mana sekarang adek mu." kata Galang di dalam hatinya sambil menenangkan diri nya juga.


Setelah cukup lama berpikir akhirnya Galang memutuskan untuk pergi ke tempat penjual ice cream dengan harapan bisa menemukan adek nya itu.


"Ah... iya di tempat penjual ice cream, dek semoga kamu beneran ada di sana."


"Jangan buat kakak makin panik kalau ternyata kamu malah nggak ada di sana."


Sementara Viona yang merasa sudah kenyang seketika teringat bahwa ia melupakan sesuatu yang awalnya ia pamit pergi.


"Ya ampun Vio kenapa kamu lupa?"


"Argh... gimana nih?"


"Kakak pasti udah nunggu lama"


"Ke sana sekarang atau nanti ya, tapi kalau nanti aku makin di marahin ntar. Em... ya udah deh aku pergi temuin kakak sekarang aja."


"Eh tapi bentar - bentar deh, aku kan belum beli ice cream pesenan kakak. Kayanya alangkah lebih baik aku beli ice terlebih dahulu deh baru pergi temuin kakak."


"Hem... lebih baik kaya gitu."


To be continued

__ADS_1


__ADS_2