
Ketika Galang telah masuk kedalam ruangan boss. Rendi ternyata telah duduk menunggu Galang dan saat Galang telah masuk ia pun tanpa menunggu lama langsung mengeluarkan suaranya.
"Pak Galang anda terlambat hampir dua puluh menit datang ke sini. Bukan kah saya sudah bilang tadi bahwa anda harus datang ke sini ketika jam istirahat. Mengapa anda baru datang setelah waktu istirahat hampir habis." kata Rendi pada Galang.
"Maaf pak boss saya terlambat di karenakan saya menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dahulu." kata Galang menjawab ucapan Rendi.
"Jadi seperti itu, sekitar jam berapa anda menyelesaikan pekerjaan anda. Hingga membuat saya menunggu seperti ini." kata Rendi menjawab ucapan Galang.
"Sekitar sepuluh menit waktu istirahat pak boss. Lalu saat saya keluar dari ruangan saya. Saya langsung ketemu sama orang yang mengatar kan saya datang ke sini pak boss." kata Galang menjawab ucapan Rendi.
"Hem... ya sudah lupakan saja. Sekarang silahkan duduk." kata Rendi pada Galang sambil menunjuk kursi yang ada di depannya untuk Galang duduki.
"Iya pak boss" kata Galang menjawab ucapan Rendi.
Galang lalu mulai duduk di kursi yang Rendi tunjuk barusan. Setelah duduk Galang pun mulai menunggu lagi apa yang akan di katakan Rendi untuk nya.
Rendi yang melihat Galang sudah duduk di hadapannya sempat terdiam beberapa detik sebelum ia mengeluarkan suaranya lagi.
Setelah ia terdiam ia pun mulai mengeluarkan suaranya dan memberitahukan tujuannya pada Galang yang ia minta untuk menemui nya saat ini.
Sekitar tiga puluh menit lebih baru lah Rendi mengakhiri ucapannya itu pada Galang.
Galang yang telah mengetahui tujuan Rendi ingin berbicara dengan nya langsung merasa kesal dan ingin marah.
Tapi mau marah kaya gimana Galang tak memiliki keberanian seperti itu. Apalagi yang saat ini posisi Rendi adalah boss nya sementara ia hanya seorang pekerja yang bekerja di kantor nya Rendi.
Kalau pun marah apa ia berani langsung meluapkan kemarahannya itu. Tapi nyata nya ia tak berani sama sekali.
__ADS_1
Bisa di liat bahwa saat ini Galang hanya bisa setuju dengan apa yang Rendi kata kan untuk nya.
"Baik kalau begitu pak Galang bisa kembali ke aktivitas pak Galang dan berhubung saya menggunakan waktu istirahat pak Galang. Hingga saya memberikan waktu tambahan untuk pak Galang bisa gunakan sebagai waktu istirahat pak Galang yang saya gunakan ini. " kata Rendi yang telah mendengar kata setuju dari Galang ketika ia mengatakan tujuannya itu pada Galang.
Galang yang mendengar perkataan Rendi seketika ingin segera bangkit dari tempat duduk nya saat ini.
"Dari tadi kek boss bilang kaya gini. Udah pegel nih duduk terus. Mana perut udah bunyi lagi. Kenapa bisa lama gini sih bicaranya boss. Lain waktu kalau mau kaya gini ajakin makan kek atau sediain makan gitu biar nggak buat orang tahan lapar kaya gini. Gimana kalau punya penyakit maag kan bahaya ntar. Beruntung kamu boss karena aku tak punya penyakit maag kalau punya abis kamu boss." kata Galang yang malah sibuk berbicara di dalam hati nya.
Hingga ia mulai tersadar saat Rendi berkata lagi pada nya.
"Pak Galang, apa pak Galang masih ingin tetap di sini atau gimana?"
"Eh... maaf, maaf pak boss saya barusan malah melamun. Kalau gitu saya permisi dulu pak boss." kata Galang menjawab ucapan Rendi sambil ia pun berdiri dari tempat duduk nya dan tak lupa ia pun berpamitan terlebih dahulu pada Rendi.
Lalu setelah itu ia mulai meninggalkan ruangan Rendi.
Di luar ruangan Rendi saat ini Galang mulai bisa bernafas lega.
"Em... sabar Galang sabar kamu mau apa coba kalau nggak sabar."
"Bener juga ya, kalau aku tadi tak menyetujui ucapannya mungkin bisa sampai malem nggak kelar - kelar bicara nya."
"Jadi ada untung nya juga aku langsung menyetujui ucapannya itu."
"Hem... sekarang langsung ke kantin aja deh. Biar bisa berpikir dengan baik lagi saat melanjutkan pekerjaan. Kalau nggak ke kantin dulu ntar yang ada pas di ruangan malah nggak fokus lagi pikirin perut yang bunyi terus."
"Ya udah deh langsung ke kantin aja" kata Galang akhirnya pergi ke kantin.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Galang telah sampai di kantin. Di pesan lah beberapa makanan hingga membuat meja yang di gunakan Galang saat ini penuh dengan makanan yang ia pesan.
"Akhirnya bisa makan juga. Em... makan apa dulu ya. Ini atau ini, atau yang ini." kata Galang yang menunjuk makanan di meja nya.
"Em... jadi bingung yang ini dulu deh. Biar ntar setelah makan yang ini lanjut ke yang ini." kata Galang yang akhirnya memilih makanan yang ada di sebelah kanannya terlebih dahulu untuk ia makan.
Di lanjut ke yang bagian kiri dan terakhir yang ada di hadapannya.
Hingga tak terasa makanan yang ada di meja pun telah habis tak tersisa.
"Alhamdulillah kenyang juga." kata Galang ketika telah menyelesaikan makan nya.
"Minum ini dulu kali ya biar seger" kata Galang yang mengambil jus jeruk.
"Em...bener - bener seger nih jus. Pas banget buat hilangin rasa kesal dan marah barusan saat berbicara sama boss."
"Eh...ngomong - ngomong boss capek nggak ya bicara terus tadi tak ada henti nya."
"Ko malah mikirin boss sih kamu Galang. Mau ia capek kek nggak kek bukan urusan kamu kan. Jadi jangan terlalu di ambil pusing." kata Galang pada dirinya sendiri.
"Iya juga sih bukan urusan ku. Em... masih ada waktu nih. Ngapain ya sebelum lanjut kerja lagi." kata Galang lagi pada dirinya sendiri setelah ia melihat jam di handphone nya.
"Liat Vidio aja kali ya biar nggak bosen nunggu sampai waktu nya habis. Hem... iya deh nonton aja." kata Galang akhirnya memutuskan untuk menonton Vidio.
Kini Galang pun mulai melihat beberapa Vidio di handphone nya. Hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Sampai - sampai Galang enggan untuk mengakhiri acara nonton nya ini. Jika saja ia tak ingat bahwa saat ini ia harus kembali bekerja ia pasti nggak akan berhenti nonton nya.
__ADS_1
"Udah jam segini lagi tapi ini Vidio lagu seru. Mau di lanjutin ntar malah keasyikan lagi bisa berabe nanti. Ntar malah di ceramahi boss nggak ada henti nya. Mana tadi aja lama kaya gitu apa lagi sekarang." kata Galang pada dirinya sendiri setelah ia melihat jam di handphone nya.
To be continued