
"Selesai, akhirnya aku bisa keluar juga." kata Viona yang tak merasa bersalah sedikit pun karena telah mengunci Rendi. Selain itu, ia pun sempat menepuk - nepuk kedua tangannya sebanyak tiga kali.
Ntah lah itu karena Viona refleks atau karena ia memang sengaja menepuk kedua tangannya seperti itu.
Sementara Galang dan sekretaris Reta. Mereka berdua masih terpaku melihat apa yang Viona lakukan pada Rendi.
Bisa dilihat saat ini mereka berdua malah terdiam. Membuat Viona yang sudah membalikan tubuhnya.
Menjadi terheran - heran melihat mereka berdua yang sama - sama terdiam.
"Ini kakak sama tadi tuh nama sekertaris nya abang nyebelin ini tuh siapa ya. Em... Ret... Ret... apa sih? em... pokoknya mbak ini ko malah pada diem. Mereka kenapa ya? apa aku langsung tanya aja. Apalagi tatapan mereka berdua ko liat ke arah aku. Apa ada yang salah sama diri aku ya." kata Viona berbicara pada dirinya sendiri.
Lalu Viona pun mulai melihat dirinya sendiri dari ujung kaki sampai ke tubuh yang bisa ia lihat dengan mata nya ini.
Namun, setelah ia lihat dan ternyata tak ada yang aneh sama sekali pada tubuh nya. Ia pun mulai berbicara di dalam hatinya.
"Tubuh aku nggak ada yang salah, tapi ko tatap kak Galang sama mbak nya aneh gini. Aku tanya aja kaya nya biar nggak bertanya - tanya kaya gini lagi tanpa kejelasan." kata Viona akhirnya memutuskan untuk bertanya pada salah satu di antara mereka.
"Kak" kata Viona memanggil Galang.
Namun, Galang seperti nya tak ingin menjawab panggilannya itu.
Hingg membuat Viona manggil sekretaris Reta.
"Mbak" kata Viona memanggil sekretaris Reta.
Namun, ternyata sekretaris Reta pun tak jauh berbeda dengan Galang. Karena saat ini sekretaris Reta sama seperti Galang yang tak menjawab panggilan Viona.
"Ya ampun ini kakak sama mbak nya ko nggak jawab panggilan aku sih. Apa segitu aneh nya mereka sampai tak mendengar aku memanggil mereka. Ya udah deh aku coba panggil lagi kak Galang, siapa tau sekarang di jawab sama kak Galang." kata Viona di dalam hatinya.
__ADS_1
"Kak Galang, ko panggilan adek nggak di jawab?" kata Viona sedikit mengeraskan suaranya.
Galang yang mendengar suara Viona. Kemudian ia pun langsung tersadar dari terpaku nya itu. Lalu ia bergegas menjawab ucapan Viona.
"Eh... iya dek, kenapa harus teriak sih dek? pelan kan bisa panggil nya." kata Galang yang protes pada Viona yang mengeraskan suaranya itu untuk memanggil dirinya.
"Hem... pelan ya kak, terus waktu aku panggil kakak pelan kakak jawab nggak panggilan aku." kata Viona dengan jutek sambil melipatkan kedua tangannya di dekat dada.
"Emangnya kamu panggil kakak gitu, sebelum teriak kaya barusan." kata Galang malah bertanya pada Viona.
Dengan santai Viona pun menjawab ucapan Galang.
"Nggak, nggak sama sekali. Ya iya lah kak aku panggil kakak. Mana berani aku teriak kalau panggilan pelan aku nggak di jawab sama sekali. Lagi pula ini di kantor orang, masa aku teriak - teriak. Ntar aku malah di bilang aneh kak dan berani - berani nya teriak - teriak di kantor orang. Kakak ini gimana sih."
"Hem... iya maaf kakak salah. Terus kenapa kamu panggil kakak, dek?" kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya pada Viona.
"Aku penasaran kak, kakak sama mbak nya ko malah pada diem. Kalian berdua kenapa?" kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Itu... karena kakak kaget dan nggak nyangka aja dek, kamu bisa kunci boss di ruangannya sendiri." kata Galang memberitahukan pada Viona.
"Oh karena itu, tapi kalau Mbak nya karena apa malah diem?" kata Viona yang melihat sekretaris Reta yang sudah tersadar juga.
Sekretaris Reta yang mendapat pertanyaan dari Viona sempat terdiam untuk beberapa saat sebelum menjawab ucapan Viona itu.
"Em... karena saya juga kaget dan nggak nyangka, mbak bisa kunci boss di ruangannya."
"Oh jadi karena itu ya kakak sama mbak nya malah terdiam. Maaf ya buat kakak sama mbak nya terdiam seperti barusan." kata Viona menjawab ucapan Galang dan sekretaris Reta.
"Iya dek" kata Galang menjawab ucapan Viona.
__ADS_1
"Iya mbak" kata sekretaris Reta menjawab ucapan Viona.
"Oh iya mbak, bisa saya minta mbak nya jangan panggil saya mbak" kata Viona pada sekretaris Reta.
"Kalau bukan mbak saya panggil nya apa?" kata sekretaris Reta menjawab ucapan Viona.
"Viona aja mbak, boleh kan" kata Viona menjawab ucapan sekretaris Reta.
"Oke, mbak... eh maksudnya Viona. oh iya boleh panggilan Vio juga ke saya jangan mbak."
"Mbak mau saya panggil apa?"
"Kakak aja Vio, boleh kan"
"Oke kak" kata Viona yang menyetujui keinginan sekretaris Reta.
"Lah ini mereka berdua ko malah sibuk minta di ganti panggilannya sih. Dasar cewe ribet banget masalah panggilan aja." kata Galang di dalam hati nya yang melihat dan mendengar percakapan antara Viona dan sekretaris Reta.
"Aku langsung potong aja deh percakapan mereka berdua ini. Bisa - bisa aku malah jadi pendengar mereka lagi. Kan membosankan kalau kaya gitu." kata Galang lagi di dalam hatinya.
"Dek ko malah pada sibuk bicara sih. Kakak malah nggak di anggap sama sekali keberadaan nya. Dan kenapa nggak di jawab dek ucapan kakak." kata Galang pada Viona.
Hingga perkataan Galang barusan membuat pembicaraan di antara Viona dan sekretaris Reta harus terhenti. Karena Viona harus menjawab ucapan Galang.
"Apa sih kak, ganggu aja tau nggak sih. Lagi seru juga bicara sama kak Reta ini malah di suruh jawab ucapan kakak. Ucapan yang mana kak yang harus adek jawab." kata Viona dengan mengomel menjawab ucapan Galang.
"Ya kamu sendiri dek malah sibuk bicara. Sementara ucapan kakak yang bilang kamu yang berani kunci boss nggak di jawab sama sekali." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Ih... baperan banget sih kak. Iya deh iya aku jawab. Aku sebenernya takut juga kak, tapi mau gimana lagi? aku udah nggak betah berada di satu ruangan sama abang nyebelin itu. Mana sudah banget di bujuk nya buat kasih aku kunci pintu ruangan nya ini. Eh... kata nya kalau aku mau kuncinya aku harus penuhi dulu syarat nya. Kan jadi nya aku makin nggak betah berada di sana. Lalu tiba - tiba aku mendapatkan ide untuk mengunci abang nyebelin itu. Ya tanpa berpikir lagi aku langsung aja kunci pintu nya selagi ada kesempatan. Kapan lagi coba kak aku bisa keluar kalau nggak kunci pintu nya sama orang nya di dalam." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan cukup panjang.
__ADS_1
"Dan akhirnya sekarang aku bisa keluarkan, lega nya aku kak." kata Viona lagi mengakhiri ucapannya.
To be continued