Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Jadi Takut


__ADS_3

Tiga menit telah berlalu, kini mamah Vina akhirnya menjawab ucapan Galang itu.


"Em... kak"


"Iya mah" kata Galang yang sedari tadi menunggu mamah Vina mengeluarkan suaranya seperti saat ini pada dirinya.


"Mamah (mamah Vina lalu terdiam untuk beberapa detik sampai akhirnya mamah Vina mengeluarkan suara nya lagi) Mamah maafin kakak."


Galang yang mendengar jawaban dari mamah Vina menjadi senang dan merasa lega karena mamah Vina mau memaafkan kesalahannya.


"Makasih mah, mamah udah maafin kakak. Kakak sekarang seneng dan merasa lega juga karena mamah udah mau maafin kakak."


"Hem... Iya kak"


"Eh... Iya kak, kakak tau nggak sebenernya mamah itu..."


"Nggak perlu di jelasin lagi mah. Kakak takut malah merasa bersalah lagi sama mamah."


"Tapi..."


"Udah ya mah jangan di lanjutin lagi."


"Kak dengerin dulu ucapan mamah, jangan terus - terusan di potong kaya gini."


"Memang mamah mau kasih tau apa ke kakak"


"Kalau kakak pengen tau, sekarang yang harus kakak lakuin duduk diam dan dengerin setiap kata demi kata yang akan mamah keluarkan dari bibir mamah ini. Apa kakak paham sampai sejauh ini."


"Iya mah kakak paham ko, ya udah sekarang kakak duduk diam dan akan kakak dengerin juga apa yang akan mamah ucapakan pada kakak."


"Nah ini yang mamah tunggu jawabannya dari kamu kak."


"Maaf mah kakak malah buat mamah..." Kata Galang yang tak meneruskan ucapannya ini karena di potong oleh mamah Vina.

__ADS_1


"Ya udah kak lupain aja. Sekarang kakak dengerin ya apa yang akan mamah bilang ke kakak." Kata mamah Vina yang memotong ucapan Galang.


"Iya mah" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina.


Hening tak ada lagi yang bicara diantara mereka berdua.


Sampai di mana mamah Vina mulai mengeluarkan suaranya untuk di dengar oleh Galang.


"Kak mamah langsung kasih tau aja ya."


"Iya mah"


"Jadi gini kak, sebenernya tadi tuh mamah hanya bercanda bilang kaya gitu dan bicara kaya gitu ke papah. Eh... malah kakak jadi baper. Em... maaf ya udah buat kakak baper." Kata mamah Vina pada Galang.


Galang yang masih belum paham dengan apa yang di ucapkan mamah Vina.


Sempat terdiam untuk beberapa saat. Ia bahkan mengingat kata demi kata yang di keluarkan mamah Vina sampai berulang kali, baru lah ia paham dengan apa yang di ucapkan mamah Vina untuk nya.


"Tadi kata mamah nggak bermaksud bilang kaya gitu ke aku dan kalau nggak salah katanya tadi bercanda. Eh... Aku nya malah baper." Kata Galang yang berulang kali berkata seperti itu di dalam pikirannya.


Lalu setelah cukup ia berbicara pada hati dan pikirannya.


Ia pun mulai mengeluarkan suara nya lagi pada mamah Vina.


"Mah ko mamah tega sih bicara gitu ke kakak sampai kakak anggap nya beneran kalau mamah bilang gitu ke kakak."


"Sedih banget mah kakak jadi nya"


"Aduh... maaf kak, mamah jadi merasa bersalah nih sama kakak sampai buat kakak jadi sedih banget gitu. Bahkan udah keliatan dari tadi juga sama mamah sedih nya." Kata mamah Vina menjawab ucapan Galang dengan rasa bersalah.


"Tapi kenapa mamah tetep lakuin itu ke kakak."


"Em... soalnya seru aja kak buat kakak sedih kaya gini." Kata mamah Vina menjawab ucapan Galang dengan santainya.

__ADS_1


"Apa? Ko bisa seru gitu mah. Mamah nih gimana sih masa buat kakak sedih malah seru. Ah... mamah jahat sekarang, mamah udah nggak sayang lagi sama kakak."


"Apa sih kak, ko jadi lebay dan drama banget kaya gini sih. Adek jadi pengen..." Kata Viona yang ikut dalam pembicaraan. Namun, belum selesai ia berucap malah di potong oleh Galang seketika.


"Diem deh kamu dek, jangan ikutan bicara. Ini tuh pembicaraan kakak sama mamah. Jadi kamu nggak perlu ikutan bicara."


"Ih... sensian banget sih kak. Kaya orang yang abis kehilangan banyak uang." Kata Viona menjawab ucapan Galang dengan asal.


"Siapa juga yang sensian kalau kehabisan uang sih itu udah pasti."


"Aku kan barusan yang bilang, kakak ini gimana sih. Masa baru aja aku bilang udah lupa kaya gini dan bentar, bentar maksud kakak kehabisan uang itu udah pasti. Kakak kerampokan, ketipu, atau di porotin orang. Ya ampun kasih tau adek kak siapa orang nya kak. Biar ntar aku..."


"Aku apa? Dan ya emangnya kamu yakin pengen tau siapa orang yang udah buat uang kakak abis."


"Aku bantu doa biar uang kakak bisa di ganti yang lebih banyak lagi. Apalagi coba kak, kalau bukan itu. Masa iya aku mau pukul orang nya, marahin orangnya, terus ngata - ngatain orang nya sedangkan aku nggak tau sama sekali sama orang nya. Dan apa bener orang itu yang ambil uang kakak. Bukannya itu malah nggak baik ya kak kesannya." Kata Viona menjawab ucapan Galang dengan cukup panjang.


"Kamu dek, kakak kira beneran mau apa. Eh... ya udah deh sekarang kamu diem kakak lagi bicara sama mamah."


"Ih... Kakak ini larang - larang terus adek buat bicara. Suka - suka adek dong kak, mau tetep bicara atau pun nggak."


"Diem dek, tau diem nggak sih." Kata Galang yang sudah mulai geram dengan ucapan Viona.


"Tau kak, tau, adek juga tau kalau diem itu jangan bicara lagi sama jangan bergerak lagi. Tapi ko kakak jahat kaya gitu ke adek." Kata Viona yang tak kalah geram juga menjawab ucapan Galang.


Galang yang mendengar ucapan Viona yang sama - sama geram malah kaget karena Viona malah lebih geram menjawab ucapannya itu.


"Aduh... bikin kaget aja sih kamu dek, hampir aja kakak di buat jantungan. Eh... tapi aku kan nggak punya penyakit jantung. Emangnya bisa ya jadi jantungan." Kata Galang di dalam hatinya setelah mendengar ucapan Viona pada dirinya itu.


"Em... ya udah deh, jangan terlalu dipikirin. Sekarang lebih baik pikirin jawaban apa yang harus aku berikan untuk adek. Biar nggak di jawab dengan kaya gitu lagi nanti."


"Jadi takut juga liat adek yang bicara kaya gitu ke aku tadi. Padahal awalnya aku yang berniat bikin adek jadi takut. Eh... Ini ko malah ke balik aku nya yang di buat takut sama adek."


"Galang, Galang nasib mu ini. Sungguh tak ada..." Kata Galang yang tak melanjutkan lagi ucapannya itu.

__ADS_1


"Tak ada apa ya? Ko jadi bingung gini. Em... Ya udah deh biar nggak bingung aku nggak usah terusin lagi aja ucapannya." Kata Galang yang melanjutkan lagi ucapan nya.


To be continued


__ADS_2