
"Udah kak langsung ke permintaannya aja apa?" kata Viona yang melihat Galang malah menghentikan ucapannya itu. Hingga ia akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan suaranya pada Galang.
"Hem... iya dek, tadi pas kakak masuk di jam istirahat ke ruangan boss kakak itu. Kakak di suruh agar adek mau minta maaf ke dia besok. Kakak juga awalnya sempet nolak karena kakak tau adek pasti nggak akan mau. Jadi kakak jawab kalau kamu nggak mau."
"Tapi nggak tau sih dek, orang itu terus menerus bujuk kakak agar mau buat kamu datang ke dia meminta maaf."
"Bahkan tadi siang, jam istirahat kakak aja habis di pake buat berdebat hal ini. Dan akhirnya mau nggak mau, suka nggak suka kakak setuju permintaannya itu. Maaf ya dek bukan kakak nggak ingin terus mempetahan kan keinginan kakak buat kamu nggak usah datang temui orang itu. Tapi karena..." kata Galang yang seketika di potong oleh Viona.
"Udah kak nggak perlu di terusin lagi adek tau ko, abang - abang itu memang aneh padahal kan adek udah minta maaf kemarin tapi malah kaya gitu sikap nya. Jadi besok adek mau langsung temuin dia dan mau buat dia juga kalah agar nggak terus - terusan ganggu adek." kata Viona dengan penuh tekad.
"Beneran dek kamu mau ke sana besok" Kata Galang mencoba memastikan lagi ucapan Viona itu.
Viona yang mendapatkan pertanyaan dari Galang tanpa pikir panjang lagi. Langsung menjawab ucapan Galang dengan yakin.
"Iya kak adek besok ke sana jangan khawatir adek nggak bakalan bohong ko. Tapi yang adek bingung minta izin ke mamah gimana? adek kan lagi di hukum sama mamah. Em... kakak punya solusi nggak untuk itu." kata Viona menjawab ucapan Galang dan seketika ia teringat mengenai hukuman dari mamah Vina.
"Hem... bener juga kamu dek, aduh ko kakak bisa lupa ya pas bilang setuju kamu bisa datang besok ke sana. Sementara kamu di sini keluar aja nggak boleh. Aduh... ini kakak bener - bener lupa dek." kata Galang yang baru teringat bahwa Viona tak bisa keluar rumah karena sedang menerima hukuman.
"Gimana dong kak? adek nggak tau mau kasih alasan apa sama mamah. Ntar kalau ketahuan yang ada hukuman adek malah di tambahin. Kan bisa - bisa adek nggak kenal orang kak terus mana adek masih muda, kan jadi nggak banget gitu kalau nggak kenal orang." kata Viona pada Galang.
"Lebay banget sih dek kamu, kamu kan di hukum nya juga baru kemarin masa iya udah nggak kenal orang. Terus selama kamu lahir kamu nggak pernah liat orang dan orang tak pernah kenal kamu. Ada - ada aja sih kamu dek." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Ya kan itu semisalnya kak bukan beneran. Terus gimana kakak punya solusi nggak?" kata Viona menjawab ucapan Galang sambil bertanya juga pada Galang.
"Em... untuk saat ini sih jujur ya dek belum ada" kata Galang menjawab ucapan Viona.
__ADS_1
Viona yang mengira bahwa jawaban Galang barusan bisa membantu nya untuk keluar rumah. Namun harus kecewa saat Galang bilang belum ada.
Di sana Viona pun mulai menghela nafas pasrah mendengar jawaban Galang barusan.
"Huh... aku kira barusan kakak udah tau solusi nya. Eh... ternyata di luar dugaan." kata Viona pada Galang sambil menarik nafas terlebih dahulu sebelum berkata pada Galang.
"Hehehe... maaf dek tapi itu memang yang kakak rasain in sih. Belum ada solusi sama sekali tapi nggak usah khawatir nanti kakak cari solusi nya ko." kata Galang menjawab ucapan Viona dan meyakinkan Viona juga bahwa ia akan memberikan solusi untuk masalah izin ini.
"Iya deh kak tapi jangan lama - lama ya, kasih tau adek solusi nya."
"Iya dek siap" kata Galang menjawab ucapan Viona.
Saat Viona ingin mengeluarkan suaranya. Saat itu juga Galang pun sama ingin mengeluarkan suara nya lagi.
"Dek" kata Galang pada Viona hampir bersamaan.
"Eh... kamu dulu aja dek"
"Kakak aja dulu"
"Kamu dek"
"Kakak aja"
Kata mereka berdua malah saling mengalah. Hingga akhirnya Galang yang duluan berbicara pada Viona.
__ADS_1
"Hem... iya deh kakak dulu. Tadi tuh kakak heran gitu dek sama boss baru kakak itu."
"Heran apa emangnya kak?"
"Ya gitu pokoknya mah heran dek" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan kurang begitu jelas dan membuat Viona bertanya lagi pada Galang.
"Gimana sih kak? adek juga tau kalau kakak itu heran tapi kan herannya itu pasti ada alasannya dong dan yang adek tanyain itu alasannya kak. Ko jawabannya cuman kaya gitu aja." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil memberikan kejelasan nya mengenai pertanyaan nya itu pada Galang.
"Hehehe... iya deh iya maaf, sebenernya tadi tuh pas dokumen kakak belum di tandatangan kan. Boss kakak itu bilang sesuatu dulu ke kakak. Dan setelah kakak tau eh kakak malah di buat aneh dengan ucapannya itu." kata Galang sambil tertawa pada Viona tanpa beban dan jawaban yang di berikan Galang pun masih membuat Viona penasaran.
"Emangnya apa gitu kak yang di kasih tau ke kakak."
"Itu loh dek dia itu bilang gini ke kakak 'Saya nggak akan libatkan hubungan pekerjaan dan hubungan pribadi. Jadi saya akan tanda tangan dokumen ini karena pekerjaan kakak itu baik dan nggak ada yang salah' kurang lebih kaya gitu. Kakak juga sebenernya sedikit lupa juga. Tapi intinya dia bilang hubungan pekerjaan dan pribadi nggak akan di bahas secara bersamaan gitu. Jadi harus bersikap profesional kurang lebih kaya gitu dek." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan cukup panjang.
"Oh gitu ya kak, terus yang buat kakak heran nya apa?" kata Viona yang masih belum begitu paham ucapan Galang barusan.
"Ya ampun dek kakak kira setelah kakak jelasin panjang lebar kaya barusan kamu udah ngerti. Eh... ini ko malah masih loading. Ckckck..." kata Galang yang tak percaya dengan jawaban Viona barusan untuk nya.
"Hehehe... maaf kak tapi adek memang belum paham. Makannya takut adek salah ya adek tanya lagi aja ke kakak. Terus ko adek di bilang loading kan adek bukan sebuah Vidio yang harus nunggu seratus persen baru bisa di putar atau nggak nunggu sampai ada koneksi internet kaya gitu. Kakak ini gimana sih ko bilang adek loading." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Ya kamu kan memang kaya gitu dek, bener - bener mirip vidio harus terkoneksi dulu baru bisa jernih dan akhirnya bisa cepet ngerti." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan asal.
"Mana ada kaya gitu kak" Kata Viona menjawab ucapan Galang.
To be continued
__ADS_1