Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Takut Salah


__ADS_3

"Udah dek jangan di terusin lagi. Kakak udah maafin adek ko sebelum adek minta maaf ke kakak juga. Jadi jangan minta maaf lagi ya." kata Galang yang memotong ucapan Viona.


"Bener kak, kakak udah maafin adek" kata Viona mencoba memastikan lagi ucapan yang ia dengar dari Galang barusan.


"Iya adek udah, ya udah yuk sekarang kita langsung ke bawah aja." kata Galang menjawab ucapan adek nya dengan tersenyum untuk meyakinkan Viona bahwa ia benar - benar sudah memaafkan nya sambil ia pun mengajak Viona untuk pergi ke bawah secara bersama.


"Bener nih kak udah" kata Viona masih ingin memastikan lagi.


"Hem... mau tanya lagi di maafin nggak nya sampai kapan dek? yang ada ntar kita udah kehabisan makanan lagi. Mana perut kakak udah lapar lagi dek. Yuk dek langsung ke bawah." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Hehehe... maaf kak, adek takut salah aja. Jadi adek minta kejelasan lagi dari kakak. Ya udah kak yuk kita langsung ke bawah." kata Viona memberikan tawa nya pada Galang.


"Yuk dek" kata Galang ya udah mulai melangkahkan kaki untuk pergi ke bawah.


Namun seketika ia tak jadi melangkahkan kaki nya saat melihat Viona malah terdiam tidak ikut bersama nya melangkah kan kaki juga.


"Dek ayo katanya tadi yuk ke bawah ko malah diem." kata Galang pada Viona yang terdiam.


"Eh iya kak maaf, adek lagi kepikiran sesuatu kak makannya belum melangkahkan kaki." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Emangnya adek lagi kepikiran apa?" kata Galang bertanya pada Viona.


"Em... itu kak anu... em... gimana ya kak adek..." kata Viona yang malah membuat Galang menjadi tak sabar dengan jawaban Viona itu seketika langsung memotong ucapan Viona.


"Langsung ke inti nya aja dek, adek kenapa?" kata Galang yang memotong ucapan Viona.


"Itu kak adek sebenernya takut" kata Viona menunggu Galang menanggapi lagi ucapannya itu.


"Takut kenapa? emangnya di bawah ada hantu." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya juga pada Viona.

__ADS_1


"Bukan gitu kak, adek takut karena adek tadi salah bersikap sama mamah sama papah. Dan sekarang adek takut mereka marahin adek." kata Viona yang akhirnya memberitahukan Galang mengenai sesuatu yang membuat Viona kepikiran.


"Oh karena itu dek, ya udah dek kamu minta maaf aja sama mamah sama papah kan gampang dek." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Iya sih kak gampang tapi adek takut kak mamah sama papah nggak maafin adek. Sama adek juga nggak berani mau minta maaf sama mamah sama papah kalau harus sendiri." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Kan itu kesalahan adek, sekarang adek harus bisa berani meminta maaf atas kesalahan adek sendiri. Hem... ya udah kalau nanti pas adek mau minta maaf sama mamah sama papah. Kakak bantuin adek buat minta maaf nya tapi lain kali adek harus berani sendiri minta maaf nya ya. Gimana adek setuju nggak?" kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya pada Viona.


"Iya kak adek setuju, makasih kak udah mau bantu adek. Adek sayang kakak." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Hem.. iya dek, tapi kalau ada mau nya dan di penuhi ke mauan nya baru deh kakak denger kata itu dari kamu dek." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Hehehe... nggak boleh emangnya kak" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Boleh ko nggak ada yang larang juga"


"Iya nggak ada yang larang kakak jomblo makannya adek panggik sayang pasti nggak akan ada yang larang. Ooppss... maaf kak, ya ampun ini bibir ya ko bisa berkata gitu sih." kata Viona pada Galang sambil ia pun menutup bibir nya ketika ia mengucapkan kata Ooppss.


Viona pun mulai terdiam dan berpura - pura sedang berpikir membuat Gilang ingin mengeluarkan suaranya lagi.


Tapi sebelum itu malah suara Viona yang keluar lebih dulu.


"Nggak ko kak jomblo itu nggak salah, ya salah itu... em... lupain dek kak, yuk langsung ke bawah aja." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil ia pun mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Galang untuk pergi ke bawah saat ini.


"Kenapa nggak di terusin dulu dek ucapan kamu itu. Ini malah ngehindar kamu ya dek bener - bener bikin kakak jadi penasaran tau nggak." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ya udah kak kalau gitu di lupain aja biar nggak penasaran. Oke." kata Viona pada Galang sambil menunjukkan tanda oke dengan tangannya pada Galang.


"Tapi susah deh udah terlanjur penasaran. Lanjutin dong dengan ucapan kamu itu." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil meminta Viona untuk melanjutkan ucapannya yang membuat Galang penasaran.

__ADS_1


"Nanti aja kak, kapan - kapan aku kasih tau nya ya. Ayo kak aku udah lapar ingin makan." kata Viona pada Galang.


"Hem iya deh iya, yuk sekarang kita ke bawah." kata Galang dan Viona.


Tap... tap...


Mereka berdua pun telah melangkahkan kaki untuk pergi ke bawah. Satu demi satu tangga telah mereka lewati hingga tersisa lima lagi yang belum mereka lewati.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua pun telah berada di ujung tangga. Dan tanpa menunggu lama mereka berdua langsung melangkahkan kaki menuju meja makan.


Ketika jarak mereka menuju meja makan tersisa beberapa langkah lagi. Terlihat di sana sudah ada papah Gilang yang sedang duduk bersama dengan mamah Vina.


"Kak aku gugup nih" kata Viona pada Galang.


"Rileks dek jangan gugup, kakak bantuin kamu ko." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Hem... iya kak, tapi tetep aja masih gugup kak. Apa aku kembali aja ke kamar ya kak. Biar nanti aja makannya kalau kakak, mamah, sama papah selesai makan aja." kata Viona pada Galang.


"Jangan gitu dek di coba juga belum dek. Nanti juga gugup nya ilang deh. Yuk ke sana kamu pasti bisa dek." kata Galang mencoba meyakinkan Viona untuk pergi ke meja makan untuk bergabung dengan mamah Vina dan papah Gilang.


"Huh... yuk kak" Viona pun menarik nafas nya terlebih dahulu sebelum ia berucap untuk menyetujui ucapan Galang barusan.


"Yuk" kata Galang menjawab nya singkat.


Tak terasa akhirnya mereka berdua menghentikan langkah kaki mereka tepat di tempat duduk yang biasa mereka tempati.


"Mah, pah maaf kakak sama adek lama ke sini nya." kata Galang pada mamah Vina dan papah Gilang.


"Iya kak nggak papa, ya udah kalian langsung duduk aja." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang dan menyuruh mereka berdua untuk duduk bergabung di meja makan.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2