Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Sedang Serius


__ADS_3

"Iya bang, udah sini duduk aja"


"Iya mah"


Rendi lalu mulai duduk di tempat yang di tunjuk mamah Reni untuk dirinya itu.


Dan tak menunggu lama mereka bertiga mulai mengambil makanan satu demi satu sesuai dengan apa yang mereka inginkan.


Sampai makanan tersebut bisa mereka nikmati saat ini.


Di meja makan ini pun tak ada lagi yang bicara karena mereka bertiga sedang menikmati makan mereka ini.


Beberapa menit kemudian setelah makanan yang berada di piring mereka telah habis.


Mamah Reni mulai mengeluarkan suaranya untuk Rendi.


"Bang"


"Iya mah"


"Hari ini abang jadi pergi kerja ke kantornya papah."


"Iya mah, tapi kalau papah masih izinin abang buat pergi ke sana sih mah." kata Rendi menjawab ucapan mah Reni sambil melirik papah nya sekilas. Lalu beralih lagi pada mamah Reni.


"Oh gitu ya bang, pah gimana apa papah masih izinin abang buat datang ke kantornya papah atau nggak hari ini." kata mamah Reni menjawab ucapan Rendi sambil bertanya juga pada papah Rudi.


"Sebenernya sih papah izinin - izinin aja abang mau pergi ke kantor ataupun nggak hari ini. Soalnya mamah tau sendiri kalau abang pergi dia emangnya nggak merasa bersalah apa datang ke kantor telat kaya gini. Tapi kalau nggak pergi itu artinya abang harus ganti lagi pakaian yang saat ini sedang ia gunain. Hem... kasihan juga udah rapi tapi nggak jadi pergi. Ckckck..." kata papah Rudi menjawab ucapan mamah Reni sambil sedikit menyindir Rendi dalam ucapan nya ketika menjawab ucapan mamah Reni ini.


"Iya juga ya pah apa yang papah ucapin barusan. Em... tapi mamah serahin lagi ke abang aja. Jadi pergi atau nggak nya. Gimana bang masih mau pergi ke kantor atau besok aja?" kata mamah Reni menjawab ucapan papah Rudi. Lalu bertanya juga pada Rendi.


Rendi yang sedang serius mendengarkan ucapan mamah Reni dan papah Rudi. Sempat terkejut saat mamah Reni tiba - tiba bertanya pada dirinya.


"Em... apa mah?"


"Ya ampun bang barusan kan mamah tanya ke abang. Abang jadi pergi atau nggak hari ini ke kantor."


"Oh itu mah, abang jadi ko mah. Nggak papah abang terlambat juga daripada abang nggak datang sama sekali apalagi tadi kata papah abang udah pakai pakaiannya tapi malah harus di ganti lagi karena terlambat. Jadi karena memang abang ingin pergi ke kantor abang juga nggak mau ganti baju lagi." kata Rendi menjawab ucapan mamah Reni.


"Gitu ya bang, ya udah deh bang langsung bersiap aja buat pergi ke kantor. Papah juga mau sekarang pergi nya atau nanti aja." kata mamah Reni pada Rendi dan papah Rudi.

__ADS_1


"Iya mah abang pergi sekarang ya, pah abang pergi duluan ya." kata Rendi langsung berpamitan pada mamah Reni dan papah Rudi.


Sementara papah Rudi yang baru ingin menjawab ucapan mamah Reni harus terhenti saat Rendi berpamitan pada ia dan mamah Reni.


"Iya bang hati - hati di jalan, bilangin ke Bayu jangan ngebut bawa mobilnya."


"Iya mah siap, kalau gitu abang pergi dulu ya"


"Iya bang, semoga berhasil di hari pertama kerja nya."


"Iya mah makasih"


"Hem"


Lalu Rendi mulai berpamitan pada mamah Reni dan papah Rudi dengan mencium tangan mereka secara bergantian. Setelah itu Rendi pun mulai memberikan salam untuk mereka sebelum pergi melakah kan kaki untuk keluar rumah.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam" kata mamah Reni dan papah Rudi menjawab salam dari Rendi secara bersama.


Dan tanpa menunggu lama Rendi pun telah pergi meninggalkan mamah Reni dan papah Rudi.


"Mah"


"Iya Pah"


"Papah berangkat juga ya ke kantor"


"Lah pah ko nggak bareng sama abang barusan"


"Mau bareng gimana mah tuh abang aja nggak ajakin papah buat bareng dan saat papah tadi mau jawab ucapan mamah malah di potong sama abang. Jadi ya udah deh mah sekarang papah berangkat ya."


"Hem... iya deh pah walau sebenernya mamah masih ingin bicara banyak sama papah. Tapi kalau papah mau pergi ke kantor sekarang sih nggak papah biar mamah bicaranya nanti pas papah pulang kerja aja."


"Mau bicara apa emangnya mah, papah bisa ko pergi nya nanti kalau mamah mau bicaranya sekarang."


"Nanti aja pah mamah bicaranya saat papah udah pulang aja. Ya udah pah kata nya mau pergi ke kantor sekarang. Yuk mamah anterin sampai depan pintu." kata mamah Reni menjawab ucapan papah Rudi sambil ia pun menggandeng tangan papah Rudi.


"Ah... mamah, papah kira mamah anterin papah nya sampai kantor. Eh... malah di buat kecewa sama mamah yang di anter nya sampai depan rumah."

__ADS_1


"Ya masa pah mamah harus anterin papah sampai kantor, terus nanti mamah pulang lagi. Capek dong pah kalau kaya gitu dan kaya mamah yang nggak punya kerjaan aja di rumah."


"Ya siapa tau mamah mau coba kaya gitu. Gimana mah mau coba nggak?"


"Nggak pah, mamah nggak mau coba. Ya udah yuk mamah anterin tapi cuman sampai depan rumah aja."


"Hem... iya deh yuk mah"


"Oke pah"


Mereka berdua mulai melangkahkan kaki menuju keluar rumah.


Tak beberapa lama kemudian mereka berdua telah sampai di depan rumah.


Papah Rudi lalu mulai berpamitan pada mamah Reni.


"Hem... ya udah mah papah berakat dulu ya dan makasih mamah udah mau anterin papah sampai sini. Tunggu papah pulang ya."


"Hem... iya pah hati - hati di jalan"


"Iya mah, assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam"


Papah Rudi pun mulai memasuki mobil nya yang baru saja di buka kan oleh pak Jaka supir pribadi papah Rudi. Lalu setelah di pastikan bahwa papah Rudi telah masuk dan duduk dengan nyaman di dalam mobil pak Jaka mulai masuk ke dalam mobil juga dan tanpa menunggu lama mobil pun mulai melaju pergi dari rumah.


Mamah Rendi yang telah melihat mobil papah Rudi telah pergi jauh tanpa menunggu lama ia pun mulai masuk ke dalam rumah lagi.


Setelah berada di dalam rumah mamah Reni mulai melangkahkan kaki menuju meja makan dan berencana untuk membantu bibi membereskan meja makan.


Namun saat telah sampai di meja makan. Mamah Reni sudah melihat meja makan sudah hampir rapi karena ternyata sudah ada bibi dan Siti yang merapikan meja makan tersebut.


Lalu mamah Reni mulai menghampiri bibi dan Siti yang sedang membereskan meja makan.


Tap... tap...


Suara langkah kaki mamah Reni yang membuat bibi dan Siti mengalihkan pandangan mereka seketika melihat kepada mamah Reni.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2