Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Boss Baru Di Kantor


__ADS_3

"Pak Galang silahkan masuk, boss ingin langsung bertemu dengan pak Galang." kata sekretaris Reta pada Galang yang sedang berdiri.


"Iya bu" kata Galang tak menanyakan lagi pada sekretaris Reta karena ia langsung menyetujui ucapan sekretaris Reta.


Setelah mendengar jawaban dari Galang sekretaris Reta pun masuk terlebih dulu ke ruangan boss dan memberitahukan kedatangan Galang pada boss.


"Boss pak Galang sudah datang dan saya undur diri boss untuk melakukan pekerjaan saya yang lainnya." kaya sekretaris Reta pada seseorang yang saat ini sedang fokus melihat hanphone nya.


Hingga seseorang itu tak melihat pada sekretaris Reta. Tapi ia masih tetap mendengar semua perkataan sekretaris Reta untuknya.


Seperti saat ini ia pun menjawab ucapan sekretaris Reta walaupun ia tak melihat sekretaris Reta terlebih dulu saat menjawab ucapan sekretaris Reta.


"Iya Reta makasih" kata seseorang itu pada sekretaris Reta.


"Iya pak, saya permisi keluar dulu" kata sekretaris Reta menjawab ucapan seseorang itu.


"Iya Reta" kata seseorang itu menjawab ucapan sekretaris Reta.


Ketika sekretaris Reta mendengar jawaban dari seseorang itu. Ia pun mulai pergi dari ruangan boss untuk kembali ke tempat kerjanya.


Sementara Galang yang saat ini sedang berdiri di hadapan boss masih menunggu boss untuk berbicara pada nya.


Satu menit kemudian seseorang itu menutup hanphone nya. Lalu mengalihkan pandangannya melihat pada Galang.


Saat pandangan itu bertemu dengan Galang saat itu ia sempat terdiam beberapa detik. Dan Galang yang mendapat tatapan dari seseorang yang asing baginya sempat terkejut apakah dia salah masuk ruangan atau tidak.


Karena biasanya ruangan ini di tempati oleh pak Rudi boss yang ia sering mintai tandatangan. Namun saat ini ia malah melihat orang berbeda ada di ruangan ini.


Dan orang yang berbeda ini memang ada kemiripan dengan wajah pak Rudi. Tapi Galang nggak tahu dia siapa nya pak Rudi.

__ADS_1


Setelah mengingat - ingat siapa sebenernya orang yang ada di hadapannya ini. Galang mulai mengingatnya bahwa tiga hari yang lalu saat ia meminta tanda tangan dari pak Rudi.


Beliau pun pernah memberitahukannya bahwa tiga hari yang lalu putra nya yang akan memimpin kantor ini.


Ini berarti orang yang sedang duduk di kursi boss yang saat ini berada di hadapannya tiada lain dan tiada bukan adalah anak nya pak Rudi yang di beritahukan beliau waktu itu kepada nya.


Tapi setelah Galang mengingat bahwa ini adalah anak nya pak Rudi. Ia pun sempat mengingat lagi karena rasa - rasa nya ia tak asing dengan wajah anak boss nya ini.


"Em... ini siapa ya? ko bukan pak Rudi." kata Galang di dalam hatinya.


"Bentar, bentar apa ini kali ya anak nya pak Rudi yang kata pak Rudi akan memimpin kantor ini. Em... kalau di liat - liat sih memang ada kemiripan sama wajah pak Rudi. Ini udah pasti anak nya pak Rudi." kata Galang lagi di dalam hatinya.


"Tapi ko seperti pernah liat wajah nya ya, em... dimana ya aku pernah liat wajah ini. Aku inget - inget dulu kali ya." kata Galang yang saat ini sedang mengingat di mana ia pernah melihat wajah yang ada di hadapannya saat ini.


Tetapi sebelum ia mengikat nya ia malah sudah mendengar perkataan seseorang yang ada di hadapannya.


"Kamu, kamu orang yang kemarin bertemu sama saya bukan. Yang adek nya punya salah sama saya dan ia langsung pergi gitu aja tanpa mendengar perkataan saya lagi. Apa saya sudah maaf kan dia atau nggak." kata seseorang itu yang ternyata adalah Rendi orang nya.


Galang mulai merasa ketakutan dan seperti terancam dengan kelakuan adek nya kemarin. Karena ternyata orang yang berhadapan dengan adek nya adalah boss barunya di kantor saat ini.


"Mati aku orang ini ternyata orang yang kemarin. Dek liat sekarang kakak mu terancam nggak punya pekerjaan. Kalau tau orang ini jadi boss baru di kantor, kakak nggak akan buat dia tersinggung dek. Tapi mau gimana lagi ini semua sudah terjadi kakak hanya bisa menerimanya." kata Galang yang sudah pasrah menerima nasib nya saat ini.


"Kenapa ucapan saya nggak kamu jawab? kamu orang yang kemarin kan." kata Rendi lagi pada Galang yang malah terdiam tak menjawab ucapannya sama sekali.


"I...ya pak i...tu sa...ya dan a...dek sa...ya" kata Galang menjawab ucapan Rendi dengan terbata - bata.


"Hem itu artinya saya nggak salah mengenali orang. Jadi kamu adalah karyawan di kantor ini." kata Rendi menjawab ucapan Galang.


"Iya pak" kata Galang menjawab ucapan Rendi dengan singkat.

__ADS_1


"Sekarang kamu kesini mau minta tanda tangan saya. Benar bukan ucapan saya ini."


"Iya pak"


"Kamu masih berani minta tanda tangan setelah kamu tau saya ini siapa."


"Em... saya..."


"Udah lah saya bukan orang yang tak bisa membedakan mana urusan kantor dan urusan pribadi. Jadi sekarang saya mau profesional ini tentang urusan kantor maka dari itu boleh saya liat dokumen yang kamu bawa untuk saya baca terlebih dulu sebelum saya tanda tangani." kata Rendi memotong ucapan Galang.


"Bo... bo... leh mas, eh... maksud saya pak" kata Galang yang awalnya gugup bahkan sampai salah memanggil boss barunya.


"Ya udah mana coba dokumennya saya mau liat." kata Rendi menjawab ucapan Galang.


"Ini pak" kata Galang sambil memberikan dokumennya pada Rendi.


Ketika Galang memberikan dokumen itu pada Rendi. Rendi pun tak menunggu lama langsung menerima dokumen tersebut dari tangan Galang. Kemudian berucap lagi pada Galang.


"Biar saya liat dan baca terlebih dulu dokumennya. Silahkan duduk sambil menunggu saya selesai melihat dan membaca dokumennya." kata Rendi pada Galang.


"Baik pak, terimakasih" kata Galang menjawab ucapan Rendi dan tak lupa ia pun mengucapkan terimakasih nya karena sudah di persilahkan duduk.


"Hem" kata Rendi menjawab ucapan Galang hanya dengan deheman nya saja.


Setelah itu Galang pun mulai mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di hadapan Rendi saat ini.


Dengan gugup dan cemas serta serba salah Galang mencoba menenangkan diri untuk menormalkan lagi dirinya agar tak seperti ini.


"Tenang Galang jangan gugup dan cemas, ayo tenang kan diri kamu. Jangan sampai kamu terlihat cemas sama boss baru mu ini. Hem... aku nggak boleh cemas. Galang kamu pasti bisa nggak terlihat cemas lagi." ini lah suara yang Galang keluarkan di dalam hatinya untuk menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2