
"Ko bisa sama, ini tuh beda dong kak." Kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Terserah kamu lah dek, kakak mau langsung kembali ke kamar kakak aja." Kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Hem... Oke kalau gitu kak." Kata Viona pada Galang.
Galang kemudian pergi meninggalkan kamar Viona.
Saat telah berada di luar kamar Viona. Galang lalu mulai melangkahkan kaki nya menuju ke kamar nya.
Sementara Viona melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian Viona telah berada di kamar mandi dan tanpa menunggu lama ia pun mulai mandi.
Galang yang saat ini telah sampai di kamar. Ia lalu mulai duduk di tempat tidur nya.
"Ko jadi ngantuk gini ya."
"Padahal tadi cuman tidur - tiduran aja di kamar adek."
"Eh... sekarang malah beneran ngantuk." Kata Galang berbicara pada dirinya sendiri.
Dan tak lama setelah itu Galang malah menguap. Ada sekitar tiga kali Galang menguap.
"Ya ampun ko terus - terusan menguap kaya gini."
"Mana badan pegel lagi. Apa tidur aja ya. Tapi kalau tidur. Jam berapa sih sekarang." Kata Galang yang ingin memutuskan tidur terlebih dahulu.
Tetapi sebelum itu Galang sempat teringat dengan jam. Mungkin ia ingin memastikan apa kah ada kesempatan untuk ia tidur terlebih dulu.
Di lihat lah jam yang ada di dinding kamar nya. Setelah di lihat Galang sempat kecewa karena besar kemungkinan ia tak bisa tidur.
Namun rasa kecewa itu hanya terjadi beberapa saat.
"Em... udah jam segini lagi. Ini mah udah nggak bisa tidur. Kalau jam nya udah nunjukin jam lima lebih tiga puluh menit."
"Itu artinya tadi aku di kamar adek udah tiga puluh menit dong ya. Lama juga ternyata. Padahal aku kira cuman lima belas menit."
"Eh... malah udah setengah jam berada di kamar adek."
"Ko aku jadi kecewa ya, kalau misalnya tadi aku nggak ke kamar adek dulu. Pasti aku udah tidur dengan waktu tiga puluh menit itu."
"Tapi kalau aku tidur, ntar kasih tau adek buat datang ke tempat kerja malah belum aku kasih tau."
__ADS_1
"Mana tadi aja bujukin adek lumayan menguras tenaga. Apalagi kalau di nanti - nanti kasih tau nya. Bisa - bisa semalaman aku nggak bisa tidur."
"Beruntung... beruntung... aku kasih tau adek tadi dan adek juga akhirnya setuju."
"Huh... (Sambil menarik napas dan mengeluarkannya) lega nya." kata Galang pada dirinya sendiri.
"Aduh ini badan ko pegel semua ya. Kaya yang udah angkut - angkut barang kaya gini rasanya." Kata Galang yang saat ini mulai merentangkan asal tangannya.
Kenapa bisa di bilang asal karena posisi kedua tangan Galang memang tak sesuai untuk di bilang di rentangkan ke samping tapi salah satunya malah ada yang di atas.
Sementara tangan yang lain kadang ada di bawah kadang ada di samping. Karena Galang merentangkan tangannya itu berulang - ulang dalam waktu berdekatan.
Jadi kegiatan yang di lakukan Galang itu mungkin nama nya asal gerak yang penting nggak pegel lagi.
Karena mau di namakan merentangkan tangan kesamping, tangan ke atas, tangan ke bawah, atau tangan kebelakang. Tapi posisi kedua tangannya malah tak ada yang sama sekali pun. Maka nama itu lah yang paling cocok untuk menamakan kegiatan Galang saat ini.
"Em... pegel nya udah sedikit berkurang. Walau masih ada rasa pegel sih." Kata Galang setelah menghentikan kegiatan merentangkan tangannya itu.
"Sekarang baik nya tidur atau mandi ya."
"Ko aku jadi bingung gini ya. Kalau aku tidur waktunya sebentar."
"Ya udah deh kayanya memang harus mandi dulu aja."
"Oke deh langsung mandi aja." Kata Galang akhirnya memutuskan untuk mandi.
Setelah berkata seperti itu. Galang lalu berdiri dari tempat duduk nya dan setelah ia berdiri ia pun melakahkan kaki nya menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Viona dan Galang pun telah selesai mandi nya.
Galang yang saat ini sudah mandi mulai bersiap - siap untuk pergi ke masjid karena ternyata setelah ia selesai mandi waktu pun sudah hampir memasuki waktu adzan magrib.
Hingga ia langsung bersiap - siap. Karena hal ini memang kebiasaan Galang dan papah Gilang. Yang selalu pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah.
Dan benar saja saat Galang telah menuruni tangga dan berniat ingin menemui papah Gilang.
Ternyata sedari tadi papah Gilang sudah menunggu Galang untuk pergi ke masjid secara bersama karena bisa di lihat pakaian yang di gunakan papah Gilang pun sudah menunjukan bahwa beliau akan pergi ke masjid.
"Papah udah siap ternyata kakak kira belum pah." Kata Galang pada papah Gilang.
"Belum dari mana nya kak, dari tadi papah tuh nunggu kamu sampai pegel nih duduk terus dari tadi." Kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.
"Emang beneran gitu pah, papah tunggu kakak nya dari tadi." Kata Galang bertanya pada papah Gilang.
__ADS_1
"Emang kamu kira papah bohong apa? Mana berani papah bohong apa lagi papah udah berniat pergi ke masjid masa harus bohong dulu ke kamu. Ada - ada aja sih kamu kak."
"Iya juga ya pah kenapa kakak baru kepikiran. Maaf ya pah udah bilang kaya gitu ke papah." Kata Galang menjawab ucapan papah Gilang sambil meminta maaf juga pada papah Gilang.
"Hem... Iya kak, ya udah yuk langsung berangkat aja. Bentar lagi juga adzan." Kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.
"Iya pah" kata Galang menjawab ucapan papah Gilang dengan singkat.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di masjid.
Di perjalanan menuju masjid ada beberapa orang yang mereka temui yang sama - sama akan pergi ke masjid.
Hingga kini mereka berdua tak hanya berdua saja pergi ke masjid nya karena berbarengan dengan yang lainnya juga.
Sambil berbincang sebentar selama di perjalanan menuju masjid.
Sampai tak terasa bahwa mereka semua telah sampai di depan masjid. Tak beberapa lama setelah mereka memasuki masjid.
Adzan magrib pun berkumandang. Satu demi satu orang - orang mulai berdatangan.
Hingga masjid kini mulai terlihat banyak orang. Baik orang tua, remaja, bahkan anak - anak pun kini telah berada di masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah.
Setelah adzan magrib selesai. Tak lama setelah itu shalat magrib mulai di laksanakan.
Setelah selesai melaksanakan shalat magrib satu persatu orang mulai meninggalkan masjid untuk kembali ke rumah mereka masing - masing.
Begitu pun dengan Galang dan papah Gilang mereka berdua juga meninggalkan masjid untuk kembali ke rumah.
Sementara Viona, mamah Vina dan bibi mereka bertiga pun juga telah selesai melaksanakan kewajiban mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah di rumah.
"Mah adek ke kamar dulu ya." Kata Viona berpamitan pada mamah Vina.
"Mau apa ke kamar dek?" Kata mamah Vina bertanya pada Viona.
"Em... itu anu mah adek mau ambil buku." Kata Viona akhirnya memberitahukan mamah Vina walau ia sempat ragu awalnya untuk memberitahu mamah Vina.
"Buku apa emang nya dek? nggak biasanya kamu dek mau bawa buku abis magrib." Kata mamah Vina bertanya pada Viona.
"Mamah bisa aja"
"Ya kan memang itu kenyataannya kamu jarang bawa buku abis magrib."
"Iya sih yang mamah katakan itu bener. Tapi sekarang adek pengen aja mah ambil buku." Kata Viona menjawab ucapan mamah Vina.
__ADS_1
To be continued