Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Jangan Mancing - Mancing


__ADS_3

"Lega sih lega dek, tapi kamu nggak takut sama resiko nya apa?" kata Galang yang sempat terdiam setelah Viona mengakhiri ucapannya.


"Nggak adek pikirin sama sekali kak, buat apa adek pikirin coba, resiko nya apa? yang terpenting kan sekarang adek udah bebas, jadi ya udah adek nggak mau terlalu mikirin hal itu." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Gampang banget dek kamu bilang kaya gitu. Ntar kalau boss nya kakak marah terus malah pecat kakak gimana?" kata Galang yang mulai tak habis pikir dengan jawaban adek nya itu.


"Nggak akan kak, jadi kakak nggak perlu khawatir gitu."


"Ko bisa gitu dek"


"Ya bisa lah kak, paling... paling... tuh abang suruh adek datang lagi ke sini. Ke tempat membosankan ini buat adek. Argh... bikin kesel deh kalau harus kaya gini lagi." kata Viona menunjukkan hal tak suka nya terhadap Rendi.


"Ko bisa yakin kaya gitu dek, kalau misalnya hal lain gimana?"


"Hal lain apa coba kak? yang dia mau kan adek minta maaf terus penuhi syarat nya. Jadi menurut adek ntar adek langsung di suruh penuhi syarat nya deh. Em... ya udah kak, adek mau langsung pulang aja. Ntar kalau masih di sini adek bisa - bisa malah di suruh masuk lagi ke ruangan membosankan itu." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil menunjuk ruangan Rendi di akhir kalimat yang ia ucapkan.


Sementara sekretaris Reta yang masih terdiam sempat kaget saat Viona pamit pada dirinya.


"Kak Reta, Vio pulang dulu ya. Sampai ketemu lagi." inilah kata yang Viona keluarkan untuk sekretaris Reta.


"Eh... iya Vio, hati - hati di jalan nya. Sampai ketemu lagi." kata sekretaris Reta menjawab ucapan Viona.


Setelah mendengar jawaban dari sekretaris Reta. Viona pun mulai melakah kan kakinya untuk pergi menuju lift.


Belum setengah perjalan ia melangkahkan kakinya. Ia pun berbalik lagi dan kini melangkahkan kaki menuju sekretaris Reta.


"Em... kak Reta boleh Vio minta nomor handphone kak Reta." kata Viona setelah ia berada di hadapan sekretaris Reta.


Sekretaris Reta yang mendapatkan permintaan seperti itu dari Viona. Langsung mengeluarkan handphone nya dan memberikan hanphone miliknya untuk Viona menuliskan nomor handphone di handphone nya.

__ADS_1


"Ini Vio sama kamu aja. Maksudnya kamu yang masukin aja nomor kamu di hanphone kakak. Biar sekalian ntar kamu bisa call ke hanphone kamu." kata sekretaris Reta sambil memberikan hanphone nya pada Viona.


Viona yang di berikan hanphone oleh sekretaris Reta, langsung mengambil hanphone tersebut dan mengetikan nomornya di handphone tersebut.


Setelah itu, ia pun mulai mengcall nomor nya. Tak lama setelah itu handphone nya berbunyi.


Call pun langsung di matikan, ketika ia telah melihat bahwa nomor kak Reta telah ada di handphone nya.


"Udah kak, makasih ya" kata Viona sambil memberikan kembali hanphone sekretaris Reta.


"Iya Vio sama - sama" kata sekretaris Reta setelah ia mengambil hanphone nya dari Viona.


"Dek ribet banget sih kamu. Tinggal pulang aja. Eh... malah balik lagi minta nomor. Bu Reta mau aja di mintai nomor sama adek saya ini. Ntar bu Reta malah di manfaatin loh sama adek saya ini." kata Galang yang tiba - tiba ikut dalam pembicaraan Viona dan sekretaris Reta.


Viona yang mendengar ucapan kakak nya itu langsung membantah ucapan kakak nya.


"Coba kamu inget - inget lagi deh dek. Jangan mendadak lupa gitu. Ntar malah..." kata Galang yang langsung di potong ucapannya oleh Viona.


"Ntar apa? kakak jangan mancing - mancing deh. Aku tuh udah emosi sedari tadi loh kak. Walau bukan emosi ke kakak sih. Tapi tetep aja aku jadi makin emosi nih karena kakak malah mancing - mancing kaya gini." kata Viona pada Galang.


"Hem... kamu ini gimana sih dek? ini kan kantor bukan tempat pemancingan. Buat apa juga kakak mancing. Yang ada kakak nggak kerja dong nanti kalau mancing di sini." kata Galang sengaja berkata seperti ini untuk menjawab ucapan Viona.


"Hahaha... hahaha... hahaha... Ooppss sorry" kata sekretaris Reta yang malah tertawa setelah Galang menyelesaikan ucapannya itu. Bahkan saat ini sekretaris Reta sedang menutup bibir nya untuk tak ketawa lagi. Karena melihat tatapan Galang yang menurut ia sangat susah di tebak.


"Kenapa ketawa bu?" kata Galang yang penasaran dengan respon tiba - tiba dari sekretaris Reta. Setelah ia menyelesaikan ucapannya itu.


"Em... itu anu pak, em... gimana ya? saya jadi nggak enak mau bilang nya." kata sekretaris Reta kebingungan menjawab ucapan Galang.


"Kenapa nggak enak bu? bilang aja bu nggak papa ko." kata Galang mencoba membujuk sekretaris Reta untuk menjawab ucapnya itu.

__ADS_1


"Tapi pak Galang nggak akan marah kan saat saya bilang ke pak Galang." kata sekretaris Reta mencoba memastikan agar ia tak mendapakan kemarahan saat akan berkata jujur pada Galang.


"Iya bu nggak akan"


"Oke, jadi gini pak. Barusan pas bapak bilang mancing entah kenapa saya jadi nggak tahan pengen ketawa pak. Sebelum nya sih saya mencoba menahan biar ketawa saya itu nggak kedengaran sama siapa pun. Tapi malah sebaliknya saya malah ketawa dengan keras. Maaf ya pak." kata sekretaris Reta memberitahukan pada Galang.


"Oh jadi karena itu, nggak papa bu santai aja. Sebenernya sih saya memang sengaja bu biar adek saya ini ketawa. Soalnya dari tadi bicaranya itu emosian terus. Kan jadi nggak enak di liat nya juga." kata Galang menjawab ucapan sekretaris Reta.


"Oh gitu, em... jadi ngerusak dong ya rencana pak Galang biar Vio bisa ketawa."


"Nggak ko bu, nggak sama sekali."


"Ehem... ada orang nih. Mau terus bicara tanpa peduli ada orang di samping kalian." kata Viona yang berdehem sebelum ia berkata pada Galang dan sekretaris Reta.


"Ya ampun kakak kira kamu udah pulang dek. Maaf, maaf nggak tau kakak."


"Bisa mendadak lupa kaya gini. Barusan aja bicarain adek. Lah ini malah bilang lupa. Ckckck... kak... kak..."


"Hehehe... bercanda kali dek, serius amat sih."


"Ya nggak papa dong dari pada hidup penuh candaan, ntar serius nya kapan? dan oh iya kak Reta, hati - hati kakak ini suka modus orang nya. Jangan sampai kak Reta kena modus kak Galang." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil berkata juga pada sekretaris Reta.


"Masa sih Vio pak Galang kaya gitu."


"Iya kak Reta beneran, kak Galang memang gitu orang nya."


"Dek apaan sih kamu, ko malah bilang kakak modus. Emang kakak modus apa coba?" kata Galang pada Viona.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2