
Perjalanan yang di lakukan Viona setelah ia pamit pergi pada kakak nya tadi.
Ia melajukan motornya mengunjungi tempat penjual baso yang katanya tempat ini menjual baso - baso beraneka ragam.
Ada yang isi daging cincang, telur, iga, urat, cabe campur daging dan bahkan ada baso di dalam baso.
Luar biasa bukan hingga membuat Viona menjadi ingin mencoba semua baso tersebut satu demi satu.
Dan tak terasa motor pun telah berhenti di tempat penjual baso yang di maksud Viona.
"Akhirnya sampai juga. Em... baru nyampe aja udah kecium gini wangi baso nya. Jadi nggak sabar pengen makan." kata Viona yang baru saja menghentikan motornya.
"Em... wangi, cepet ke sana kali ya. Biar nggak ngiler gini mau makan baso."
"Hahaha... hahaha... ada - ada aja sih kamu Vio"
"Emang kamu lagi ngidam apa Vio sampai ngiler gitu. Iya juga ya kaya orang ingidam aja pengen baso sampai ngiler." kata Viona bertanya pada dirinya sendiri dan di jawab juga oleh dirinya sendiri.
"Em... ya udah deh lupain bahas ngiler nya lebih baik sekarang cus langsung beli baso terus puasin deh makan baso." kata Viona lagi pada dirinya sendiri.
Tak lama setelah berkata seperti itu Viona pun mulai melangkahkan kaki nya untuk masuk ke tempat penjual bakso.
Setelah ia memastikan motornya terparkir dengan baik dan aman saat ia masuk ke dalam tempat penjual bakso.
Ketika sudah di pastikan aman ia pun langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam.
Setelah masuk ia langsung mencari meja yang kosong. Sempat bingung karena hampir semua meja terisi semua.
Akhirnya ada orang yang telah selesai makan baso dan secara otomatis tempat orang itu pun menjadi kosong.
Tanpa menunggu lama Viona mulai melangkah kan kaki nya menuju meja tersebut.
__ADS_1
Saat ia telah sampai di meja tersebut ia pun mulai duduk di sana. Dan tak lama setelah itu ada seseorang yang memberikan menu untuk nya.
Tanpa pikir panjang Viona memesan setengah menu yang ada di sana.
"Mba saya pesen baso ini, ini, ini, ini dan ini ya mba. Nggak pake lama ya mba. Oke." kata Viona menunjuk menu - menu yang ia pilih.
seseorang itu yang mendengar Viona memesan setengah menu yang ada di daftar menu sempat terkejut.
Karena ia tak melihat ada orang lain di samping Viona sama sekali dan tubuh Viona pun tak memungkin kan untuk menghabiskan baso yang barusan di pesannya.
"Eh... iya kak, tunggu sebentar ya kak akan kami buatkan semu pesanannya." kata seseorang itu pada Viona.
"Oke mba" kata Viona menjawab ucapan seseorang itu dengan singkat.
Setelah mendengar ucapan Viona mba - mba yang menuliskan pesanan Viona pun pergi untuk menyiapkan pesanan Viona.
Tapi di perjalanan mba - mba itu membicarakan Viona.
"Ya ampun ini kakak nggak salah apa beli baso sampai segini nya. Badan nya aja kecil tapi makannya luar biasa. Ckckck... kakak, kakak." ini lah ucapan yang di keluarkan mba - mba itu pada Viona.
Sekitar sepuluh menit kemudian baso yang di pesan Viona pun sampai di hadapannya.
Seketika perut Viona mulai tak sabar ingin cepet di isi dengan baso. Apalagi saat wangi baso sudah tercium dengan sangat tajam karena berada dekat di hadapannya.
"Ini kak semua pesanannya sudah ada di sini. Silahkan di nikmati kak." kata mba - mba itu lagi pada Viona yang telah menyimpan semua baso pesanan Viona.
"Em... iya mba makasih. Oh iya mba saya lupa tadi nggak pesen minum nya. Boleh buatin minum yang ini mba, tiga ya mba buatin nya." kata Viona menjawab ucapan mba - mba tersebut. Dan ia pun kemudian memesan lagi pada mba - mba nya dengan menunjuk minuman yang ia inginkan pada mba nya.
"Iya kak akan saya buatkan. Sambil menunggu pesenan kakak nya datang. Silahkan di nikmati terlebih dulu baso nya." kata mba tersebut menjawab ucapan Viona sambil menyarankan Viona untuk memakan baso nya terlebih dulu.
"Hem... iya mba." kata Viona menjawab ucapan mba nya.
__ADS_1
Setelah itu mba nya meninggalkan Viona untuk menyiapkan minum pesanan Viona.
Sementara Viona yang sudah nggak sabar pengen makan baso pun tanpa pikir panjang lagi mulai ingin memasukan satu butir baso kecil ke dalam mulut nya.
Namun saat baso itu hampir masuk ke dalam mulut nya ia baru ingat bahwa ia belum foto dulu baso - baso pesanan nya.
"Ya ampun ko aku lupa sih. Harusnya kan aku foto dulu baso nya. Biar di pamerin ntar ke kakak kalau aku gunain uang yang kakak berikan barusan buat beli baso. Sama sekalian buat bukti juga. Ini kan bermanfaat karena di beliin untuk perut biar kenyang. Hem... aku foto dulu deh." kata Viona pada dirinya sendiri. Lalu ia pun mulai mengeluarkan handphone milik nya.
Tanpa menunggu lama sudah ada lebih dari tiga foto yang ia ambil dan bahkan ada Vidio singkat yang ia buat barusan.
Setelah semuanya selesai ia pun mulai memakan baso nya. Menu pertama yang ia makan adalah menu baso berisi daging cincang.
Saat ia memotong basonya menjadi dua bagian. Saat itu daging cincang pun sangat - sangat menggiurkan. Apalagi saat telah terbelah.
Ada minyak - minyak yang keluar dari daging itu dan akhirnya minyak - minyak itu memenuhi kuah baso.
Saat semua itu terjadi akhirnya membuat Viona tak tahan untuk memasukan potongan baso yang ia potong kecil di salah satu baso yang di belah dua itu.
Satu suap pun mendarat dengan sempurna di mulut Viona dan itu membuat Viona merasakan sensasi yang luar biasa. Karena ketika potongan itu sudah masuk ke mulut nya dan lalu mulai mengunyah potongan itu agar hancur.
Dan terakhir ia memasukan baso yang telah ia hancurkan ke dalam perut nya.
Setelah selesai ia pun malah tak tahan untuk meneruskan memakan baso yang lainnya.
Hingga baso daging cincang ia jauhkan dulu dari tempat nya sekarang. Dan ia pun mulai mengambil baso yang berisi telur.
Saat baso telur berada di hadapannya saat itu juga Viona langsung memotong baso telur itu.
Kemudian memotong nya menjadi bagian - bagian kecil. Lalu mulai memasukan potongan kecil itu ke dalam mulutnya dan langsung mengunyah baso itu untuk ia masukkan kedalam perut nya.
Dan baso telur ini paling enak saat kuahnya sudah tercampur dengan telur kuningnya. Kuahnya ini memiliki ciri khas tersendiri di lidah Viona saat ini.
__ADS_1
Ingin rasanya ia langsung menghabiskan baso telur ini. Tapi kalau ia habiskan sekarang. Ia takut ia malah kekenyangan sebelum mencoba baso yang lainnya yang saat ini ada di hadapannya.
To be continued