
"Ih... apa coba kak?" kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Nggak, nggak jadi" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan cuek.
"Hem... kirain jadi"
"Ih... kamu deh ko makin nyebelin sih."
"Ko bisa nyebelin sih kak"
"Kakak kali yang nyebelin bukan adek"
"Apaan ko jadi kakak. Hem... awas coba dek kamu menghalangi kakak aja yang mau tidur." kata Galang pada Viona sambil ia pun menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur Viona.
"Ih... jangan di sini kakak, bangun ih... jangan di sini tidurnya." kata Viona sambil menarik - narik tangan Galang untuk bangun dari tidurnya ini.
"Apa sih dek nggak boleh emangnya"
"Nggak boleh lah kak"
"Kenapa nggak boleh?"
"Ya kakak kan belum mandi ih... terus baru pulang kerja juga kan. Ntar bisa - bisa di tempat tidur adek ada kum..." kata Viona yang seketika di potong oleh Galang.
"Kum... apa? jangan aneh - aneh deh kamu dek." kata Galang yang memotong ucapan Viona.
"Ih... adek nggak aneh - aneh tau nggak sih kak. Pokoknya kakak harus bangun jangan tidur di tempat tidur adek."
"Kalau nggak mau gimana?"
"Ya harus mau dong kak, cepet ih... bangun. Kenapa nggak tidur di kamar kakak aja."
"Nggak mau kakak maunya di sini."
"Ya udah deh terserah kakak" kata Viona yang akhirnya menyerah dan membiarkan Galang untuk tidur di tempat tidur nya.
"Nah ini baru adek kakak yang baik. Harus nya tuh dek kamu sediain kakak minum kek, atau cemilan gitu. Masa iya kakak lagi di kamar kamu kaya gini nggak di sediain minum atau makan." kata Galang malah membuat Viona menjadi terkejut dengan ucapan Galang ini.
"Apa kak? adek nggak salah denger kan. Ini tuh kamar kak bukan dapur atau tempat makan. Jadi nggak ada yang kaya gitu di sini."
"Iya nggak ada dek kalau kamu nggak sediain dan nggak niat buat sediain untuk kakak."
"Eh iya ngomong - ngomong tadi pas pulang dari kantor tempat kakak kerja kamu pergi main kemana aja dek." kata Galang lagi pada Viona.
"Jangan kepo deh kak"
"Lah ini tuh bukan kepo dek tapi pengen tau aja."
__ADS_1
"Sama aja kali kak"
"Oh gitu ya"
"Iya ih... udah deh kak jangan bicara lagi adek mau lanjutin baca nih. Berisik jadi nggak seru deh baca buku nya kalau kakak bicara terus kaya gini."
"Ya makannya dek kalau kakak masih bicara sama kamu kaya gini tuh di dengerin dan di jawab dulu. Jangan langsung mau lanjutin baca." kata Galang pada Viona.
"Hem... dari tadi kan adek juga dengerin kakak bicara terus. Perasaan dari tadi adek jawab terus deh ucapan kakak."
"Iya sih memang bener tapi kan masih belum selesai kakak bicara nya."
"Jadi maksud kakak adek harus dengerin kakak sampai selesai bicara dan adek nggak usah baca buku dulu. Gitu maksud kakak?"
"Hem... tepat sekali"
"Argh... nggak bisa dong kak kalau kaya gitu" kata Viona menjawab ucapan Galang sambil sedikit berteriak.
"Terus bisa nya apa?"
"Em... kakak nggak bicara lagi biar adek bisa baca buku lagi."
"Em... kalau gitu kakak diem aja liatin kamu baca buku. Bosen dong dek kalau kaya gitu. Nggak ada seru - seru nya."
"Ya kalau gitu kakak ke kamar kakak aja."
"Ya udah kalau kakak mau di sini ya kakak harus liat adek baca buku berarti."
"Jangan dulu di baca buku nya. Kakak mau bicara serius nih sama kamu. Ini tuh sangat urgent dek kamu harus bantu kakak."
"Gaya bener kak sampai urgent gitu bicaranya."
"Hehehe... ya nggak papa dek kali - kali kakak bilang nya kaya gitu."
"Hem... iya sih tapi aneh aja gitu kak. Soalnya kakak nggak biasa bilang kaya gitu."
"Kalau sekarang harus di biasain dek kamu akan dapet kata itu terus - menerus kalau kamu nggak dengerin ucapan kakak yang serius ini."
"Hem... emang apa yang serius nya?"
"Tapi janji dulu dek kamu bisa bantu kakak"
"Ya apa dulu kak?"
"Kamu nya janji dulu mau bantu kakak"
"Hem iya adek bantu. Sekarang kasih tau adek apa yang mau di bicarain serius nya."
__ADS_1
"Em... di mulai dari mana ya dek, kakak bingung nih."
"Lah ko gitu sih kak"
"Em... memang itu dek yang kakak rasain kalau kakak itu bingung."
"Ya udah deh jadi gini tadi tuh kan di kantor kakak ada boss baru nih ya."
"Iya terus"
"Boss baru nya itu tau nggak dek siapa?" kata Galang pada Viona lalu terdiam.
"Nggak kan adek nggak ada di kantor kakak?"
"Ih... jangan di potong dulu kakak kan belum selesai bicaranya."
"Oh kirain udah soalnya tadi kakak malah diem sih kaya yang nunggu adek buat jawab."
"Tadi tuh kakak lagi pikirin kata yang tepat untuk di kasih tau ke kamu."
"Oh gitu, maaf deh kak adek salah udah memotong ucapan kakak" kata Viona meminta maaf pada Galang.
"Hem... iya dek lupain aja dulu minta maaf nya."
"Oke" kata Viona menjawab ucapan Galang dengan singkat.
"Mau dengerin kan dek kamu"
"Hem... iya kak"
"Ya udah kakak lanjutin ya"
"Iya kak, mau sampai kapan kakak tanya terus kaya gitu."
"Ya maaf kakak mau pastin dulu kamu mau dengerin ucapan kakak. Kan kalau nggak di dengerin percuma dong kakak kasih tau ke kamu panjang lebar tapi malah nggak kamu dengerin sama sekali. Ini kan nama nya buang - buang waktu bukan." kata Galang pada Viona.
"Ya udah kak di lanjut aja bicaranya. Jangan lama - lama ntar cerita yang adek baca malah keburu lupa alur nya. Kan jadi nggak dapet ntar keseruannya. Apa lagi pas seru - seru nya tadi eh... malah kakak dateng ke kamar adek." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Hem... oke kalau gitu dek. Jadi gini dek pas kakak minta tandatangan nih ya buat dokumen yang tadi kamu bawa. Kakak tuh kan naik nih ke lantai paling tinggi." kata Galang menjawab ucapan Viona lalu Galang pun malah terdiam.
"Lanjutin dong kak jangan lama - lama diem nya." kata Viona yang melihat Galang malah terdiam seperti itu.
"Iya bentar dong dek, kamu nggak sabaran banget sih. Kepo ya sama boss baru kakak nya itu." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Ih... kakak gimana sih aku kan tadi bilang aku tuh mau lanjut baca lagi bukan kepo sama boss kakak itu." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Hem iya deh iya" kata Galang menjawab ucapan Viona.
__ADS_1
To be continued