Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

"Bay cepet bicaranya, jangan kaya gitu."


"Em... itu Nyonya saya nggak berani takut Nyonya marah."


"Saya nya kan belum tau yang kamu kata kan Bay, jadi cepetan bicara." kata mamah Reni yang sudah tak sabar dengan jawaban Bayu untuk nya.


"Bicara deh Bay jangan buat kami nunggu lama kaya gini." kata papah Rudi yang sama - sama udah tak sabar dengan jawaban Bayu.


Sebelum menjawab Bayu menolehkan kepala nya pada papah Rudi. Lalu menundukkan kepala nya setelah ia sebentar melihat tatapan wajah papah Rudi yang membuat nya sedikit takut.


"Tapi Tuan saya takut salah bicara" kata Bayu yang masih tak ingin memberitahukan jawaban nya.


"Ya udah sana kamu pergi dari sini" kata papah Rudi yang sudah geram dengan semua jawaban Bayu yang bertele - tele ini.


"Tu... an... jangan pecat saya. Saya mohon Tuan jangan pecat saya. Nyonya saya mohon jangan pecat saya." kata Bayu yang salah mengartikan ucapan papah Rudi.


"Bay udah deh kamu sekarang pergi" kata mamah Reni yang malah cuek bahkan membuat Bayu menjadi Frustasi.


"Tuan, Nyonya maaf kan Bayu, tapi Bayu mohon jangan pecat Bayu. Em... iya Nya, iya Tuan saya langsung bicara." kata Bayu yang memohon pada mamah Reni dan papah Rudi sambil ia pun memutuskan untuk berbicara apa adanya jawaban yang ingin di dengar oleh Tuan dan Nyonya nya.


Tak ada jawaban sama sekali karena saat ini papah Rudi dan mamah Reni hanya terdiam.


Membuat Bayu menjadi serba salah. Tapi jika ia tidak berbicara maka ia akan kehilangan pekerjaan nya.


Namun kalau ia berbicara ia takut Nyonya dan Tuan malah marah kepada nya.


Dan ini merupakan pilihan yang sulit untuk Bayu pilih saat ini. Tetapi kalau Bayu tak memilih diantara pilihan itu.


Ia juga nggak bisa jamin pekerjaan nya masih ia dapatkan dan miliki. Mana ia sangat memerlukan pekerjaan ini.


Kalau cari kerja yang lain ia juga belum tentu dapat pekerjaan yang jauh lebih baik dari ini.


Apalagi dapet majikan yang baik kaya Rendi. Pasti ia akan sulit mendapatkan majikan yang seperti itu.


Maka ia akhirnya memutuskan untuk mengatakan apa yang ia simpulkan mengenai Rendi tadi.


"Nyonya dan Tuan mau percaya atau pun nggak sama saya. Tapi saya rasa Tuan muda sedikit mengalami perubahan kaya orang yang aneh gitu." kata Bayu pada mamah Reni dan papah Rudi.


Mamah Reni dan papah Rudi masih belum merespon ucapan Bayu karena mereka masih menunggu jawaban Bayu selanjut nya.


Bayu yang baru mengatakan setengahnya mencoba melihat wajah Tuan dan Nyonya nya untuk ia melanjutkan kembali ucapan nya.

__ADS_1


Setelah melihat mereka berdua Bayumulai mengeluarkan suara nya lagi.


"Orang aneh nya itu Nya, Tuan sangat aneh"


Masih sama Bayu masih tetap bertele - tele dalam berbicara tapi tak membuat mamah Reni dan papah Rudi mengeluarkan suara nya.


Karena mereka berdua seperti kompakan menunggu Bayu untuk menyelesaikan ucapannya itu.


Tanpa mereka harus menjawab ucapan Bayu itu sampai selesai.


"Kaya seperti orang yang depresi, ketawa - ketawa nggak jelas. Bahkan sampai nanya hal yang aneh." kata Bayu menjeda ucapannya.


Mamah Reni yang sedari tadi diam langsung mengeluarkan suaranya saat Bayu berkata seperti itu.


"Depresi? maksud kamu anak saya...?" kata mamah Reni yang seketika di potong oleh Bayu ucapannya.


"Tuh kan Nya saya tadi udah bilang ke Nyonya saya nggak berani bilang takut Nyonya marah dan sekarang beneran Nyonya marah sama saya. Maaf Nya saya berkata seperti itu sama Tuan muda." inilah ucapan Bayu yang memotong perkataan mamah Reni.


"Gimana saya nggak marah coba kamu ngatain anak saya depresi?" kata mamah Reni yang mulai meninggi kan suara nya.


"Tenang dulu mah tenang Bayu kan belum menyelesaikan ucapannya."


"Nggak bisa pah mamah nggak bisa tenang kalau anak kita di katakan kaya gitu." kata mamah Reni yang masih emosi menjawab ucapan papah Rudi.


"Ya tetep aja pah mamah nggak terima"


"Ya udah sabar dulu mah, tenangin dulu emosi mamah."


"Mamah tuh udah emosi dari tadi kali pah dari semenjak Bayu buat mamah nunggu jawaban nya lama. Sekarang pas mamah denger jawaban nya kaya gitu. Mamah makin emosi di buat nya pah." kata mamah Reni pada papah Rudi.


"Hem... iya mah sebenernya papah juga sama emosi juga pas Bayu bilang anak kita depresi."


"Tuh kan papah juga emosi apalagi mamah."


"Hem... ya udah sekarang kita dengerin lagi Bayu lanjutin bicara nya."


"Ya udah pah iya." kata mamah yang mulai meredakan emosi nya.


"Bay lanjutin lagi jawaban kamu" kata papah Rendi setelah mendengar jawaban mamah Reni.


"Em... i...ya... Tuan, Sebenernya Bayu bukan mau bilang kalau Tuan muda itu depresi Nyonya, Tuan tapi kaya orang yang depresi." kata Bayu mencoba menjelaskan ucapannya yang tadi pada mamah Reni dan papah Rudi.

__ADS_1


"Kamu ya Bayu udah saya bilang anak saya tuh nggak depresi. Masih aja bilang kaya gitu. Liat tuh pah Bayu tetep bilang kaya gitu sama anak kita."


"Mah tenang dulu, jangan marah - marah terus"


"Huh... huh... iya pah tapi ucapan Bayu ini tetep bikin mamah EMOSI tau nggak." kata mamah Reni menekan kata emosi dengan penuh penekanan.


"Ya udah deh Bay, kamu langsung pergi aja deh. Kalau kamu terus di sini yang ada istri saya makin tambah emosi."


"Em... tapi Tuan saya harus pergi kemana?"


"Terserah kamu Bay mau kemana"


"Tapi Tuan saya nggak di pecat kan"


"Nggak, sana deh pergi Bay"


"Baik Tuan, makasih udah nggak pecat saya Tuan. Saya permisi dulu. Dan maaf Tuan, Nyonya atas ucapan saya yang buat Nyonya sana Tuan jadi emosi."


"Hem" kata papah menjawab ucapan Bayu hanya dengan deheman saja.


Setelah itu Bayu mulai berdiri dari tempat duduk nya dan mulai melangkahkan kaki meninggalkan ruang keluarga.


Saat ia hampir keluar dari pintu saat itu juga ia mendengar suara mah Reni menahan agar ia tak keluar dari ruang keluarga.


"Tunggu"


Ketika mendengar satu kata itu secara otomatis Bayu pun membalikan lagi pandangan nya pada mamah Reni.


"Iya Nyonya"


"Kamu belum menyelesaikan jawaban kamu jadi selesaikan dulu jawabannya lalu pergi."


"Em... baik nyonya saya akan selesaikan jawabannya."


Lalu Bayu melangkahkan lagi kaki nya menuju mamah Reni dan papah Rudi kembali.


Saat telah berada cukup dekat Bayu mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Jadi gini Nya, Tuan tadi tuh Tuan muda kaya orang aneh ketawa - ketawa nggak jelas terus tanya yang aneh juga."


Kemudian Bayu pun menceritakan semua yang di kata kan Rendi tadi kepadanya.

__ADS_1


Saat ia mengakhiri cerita nya saat itu dia malah di buat terkejut.


to be continued


__ADS_2