Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Rasa Canggung


__ADS_3

"Em... Nyonya sama Tuan kenapa panggil saya buat temuin mereka ya. Terus mereka mau bicara in apa kira - kira ya?" kata Bayu di dalam hati nya.


Ketika Bayu sedang larut dalam berbicara pada hati nya dan ia juga tidak memperhatikan jalan.


Tiba - tiba ia pun menubruk seseorang yang ada di hadapan nya.


Bruk...


Mereka berdua bertubrukan namun beruntung tak ada yang terjatuh sama sekali. Hanya kepala mereka yang sedikit pusing karena terbentur satu sama lain.


"Aduh... sakit banget" kata seseorang yang di tubruk Bayu.


"Aduh... punya mata nggak sih. Sakit tau nggak." kata Bayu spontan berkata seperti itu.


Jika saja ini Nyonya atau Tuan yang Bayu tubruk. Lalu ia mengeluarkan suara seperti barusan.


Bisa - bisa habis ia di marahi oleh mereka. Namun beruntung itu bukan mereka melain kan Siti anak nya bi Minah yang bekerja juga di sini untuk membatu bi Minah.


"Eh... kamu Bay, bisa nggak sih liat - liat jalan. Jangan yang ada di hadapan kamu aja di tubruk kaya gini. Sakit kan jadi nya kepala nih. Aduh sakit."


"Kamu ya Siti ini juga karena kamu nggak liat jalan makan nya jadi ketubruk kan. Jangan kira cuman kamu aja yang ngerasa sakit aku juga sakit tau nggak."


"Lah - lah ko malah salahin aku sih. Ini kan kamu yang salah Bay, kenapa malah aku yang di salahin."


"Ya kamu duluan yang nyalahin aku, makan nya aku juga salahin kamu."


"Ini kan kamu yang salah. Emang apa salah nya kalau aku langsung salahin kamu."


"Ya salah lah kamu langsung tiba - tiba salahin aku."


"Terserah deh, bicara sama kamu itu bukannya selesai tambah makin panjang. Awas jangan halang in aku mau lewat." kata Siti yang langsung menubruk kan badannya pada Bayu.


Lalu Bayu pun mengeluarkan suara nya lagi untuk Siti yang sudah jauh dari tempatnya saat ini.


"Kamu Siti. awas ya aku bales nanti perbuatan mu ini. Tunggu pembalasan ku Siti."


Siti yang mendengar suara Bayu langsung membalikan tubuh nya menghadap ke Bayu lalu ia mulai berucap lagi pada Bayu.


"Aku tunggu pembalan kamu." kata Siti dengan penuh percaya diri.


Tanpa menunggu Bayu berucap lagi. Siti bergegas pergi meninggalkan Bayu yang saat ini sedang diam terpaku.


Karena ia tak menyangka bahwa Siti bisa berkata seperti itu pada nya.

__ADS_1


Sampai beberapa detik kemudian ia pun mulai tersadar lagi dari terdiam nya itu.


"Apa tadi beneran Siti, kalau itu memang Siti tapi ko sikap nya beda banget ya. Apa karena di tubruk barusan jadi kaya gitu sikap nya." kata Bayu pada diri nya sendiri.


"Ah...bodo amat deh mau itu Siti kek bukan kek yang jelas aku harus balas semua perbuatannya itu" kata Bayu lagi pada diri nya sendiri.


"Eh... ko aku ada di sini ya, mau apa coba aku di sini." kata Bayu yang mulai bertanya - tanya kenapa ia berada di tempat nya saat ini.


Setelah ia berpikir dan mengingat - ingat kenapa ia bisa ke sini. Ia pun mulai teringat kembali bahwa tujuan ia adalah untuk menemui Nyonya dan Tuan yang berada di ruang keluarga saat ini.


Seketika Bayu menjadi lupa tujuannya saat Bayu bertubrukan dan berdebat dengan Siti.


"Ya ampun bisa lupa kaya gini. Ini semua karena Siti ya ini pasti karena Siti. Akhirnya buat aku jadi lupa kaya gini. Siti, Siti awas aja kamu kalau ketemu nanti aku bales." kata Bayu menggerutu untuk Siti.


"Huh... huh... sabar Bay, sabar" kata Bayu sambil mencoba menenangkan diri nya.


Setelah Bayu selesai menangkan diri nya, ia lalu mulai melangkah kan kaki menuju ruang keluarga.


Tak berapa lama akhirnya Bayu telah sampai di ruang keluarga.


"Maaf Nyonya, maaf Tuan saya datang nya agak lama."


"Hem... ya udah Bay nggak papa, kamu duduk di sana Bay, ada yang mau saya bicarakan."


"Tapi Nya, saya nggak berani duduk saya berdiri aja Nya."


"Tapi Tuan saya nggak berani tuan. Lebih baik saya berdiri aja."


"Udah, udah Bay nggak ada penolakan. sekarang kamu duduk aja."


"Tapi..."


"Duduk Bay, tau duduk kan." kata papah Rudi seketika pada Bayu.


"I... ya Tuan"


Dengan sedikit ragu Bayu lalu mulai menduduki tempat yang mamah Reni tunjuk untuk ia duduki.


Rasa canggung dan gak enak setelah duduk masih di rasakan Bayu saat ini. Karena bisa di liat betapa resah nya Bayu saat ia menatap Nyonya dan Tuannya yang berada di hadapan nya.


Ya Bayu saat ini duduk di tempat yang tadi Rendi duduki secara otomatis saat ini posisi Bayu pun berhadapan dengan mamah Reni dan papah Rudi.


Setelah melihat Bayu telah duduk di tempat yang ia suruh. Mamah Reni lalu mulai mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


"Bay saya mau ngajukan kamu beberapa pertanyaan. Jadi kamu hanya tinggal jawab aja apa yang saya tanyakan. Oke." ini lah kata yang mamah Reni keluarkan untuk Bayu.


"Baik Nyonya saya akan jawab pertanyaan Nyonya itu. Jika saya mampu menjawab nya."


"Tapi kamu harus jawab jujur setiap pertanyaan saya. Kalau kamu nggak jujur liat aja nanti saya akan buat kamu seperti apa."


Saat mendengar suara mamah Reni seketika membuat Bayu menjadi takut apa lagi saat mamah Reni mengucapkan kata terakhirnya.


Membuat ia jadi gemetar karena takut dengan perkataan mamah Reni yang terakhir untuk dirinya.


Dan dengan ragu serta gugup Bayu mulai menjawab ucapan mamah Reni.


"Sa... ya... pas... ti... ja... wab... jujur Nyonya." kata Bayu dengan terbata.


"Hem... bagus kalau gitu."


"Saya langsung tanya aja ya. Ini pertanyaan pertama tadi waktu kalian pergi keluar buat jalan - jalan. Kalian pergi kemana?"


"Ke taman Nyonya"


"Lalu saat di taman kalian bertemu sama siapa?"


"Em... saya nggak ketemu siapa - siapa Nyonya karena saya pergi beli minum untuk Tuan muda."


"Tapi kalau Tuan muda saya nggak tau bertemu sama siapa."


"Gitu ya, terus pas kamu kembali dari membeli minum sikap Rendi gimana? em... maksud nya wajah Rendi tujukkin kaya gimana?"


"Waktu tadi kalau nggak salah sikap nya jadi aneh Nyonya."


"Aneh maksud nya?"


"Iya Nyonya, kaya yang seperti..."


"Seperti apa?"


"Seperti orang aneh Nyonya."


"Ya ampun Bay, saya kan tadi tanya aneh nya kaya gimana? kenapa malah di jawab kaya orang aneh lagi."


"Maaf Nyonya saya salah, itu... anu... itu... Tuan..."


Dengan tak sabar mamah Reni mulai ingin membuat Bayu ini bisa berbicara dengan tak bertele - tele seperti ini.

__ADS_1


Tapi ia juga nggak tau caranya gimana biar Bayu tak membuat nya menunggu lama memberi jawaban atas pertanyaannya itu.


To be continued


__ADS_2