Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Menjadi Lesuh Dan Kecewa


__ADS_3

Setelah itu mereka berdua pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi ke bawah.


Lima menit kemudian Galang dan Viona telah sampai di ruang keluarga.


Dan tanpa menunggu lama mereka berdua mulai duduk untuk bergabung bersama mamah Vina dan papah Gilang.


Ketika Viona telah duduk, seketika jiwa penasaran dan tak sabar nya pun mulai muncul karena bisa di lihat saat Viona telah duduk ia mulai mengeluarkan suaranya pada mamah Vina.


"Mah" kata Viona pada mamah Vina.


Mamah Vina yang sedang berbicara dengan papah Gilang langsung menghentikan ucapannya dan menolehkan kepalanya pada Viona.


"Iya dek" kata mamah Vina setelah ia melihat Viona.


"Em... adek boleh tanya sesuatu ke mamah." kata Viona pada mamah Vina.


"Mau tanya apa gitu dek?" kata mamah Vina menjawab ucapan Viona.


"Tapi nanti di jawab nggak sama mamah. Soalnya adek mau mamah jawab jujur pertanyaan adek ini nanti." kata Viona pada mamah Vina.


"Apa sih emangnya dek pertanyaan kamu ini."


"Mamah jawab dulu. Nanti mamah jawab jujur kan pas adek tanya ke mamah."


"Hem... iya"


"Oke mah"


"Jadi gini, adek sebener nya mau tanya, mamah tungguin adek nggak datang lagi ke sini temuin mamah."


"Cuman gini aja dek, kamu sampai minta maaf buat jujur jawabnya."


"Iya mah cuman itu aja. Ayo dong mah jawab tapi jujur ya mah jangan bohong."


"Hem... kalau boleh jujur sih mamah nggak..." kata mamah Vina yang seketika di potong oleh Galang.


"Yes... kakak menang" kata Galang sedikit berteriak.


Karena ternyata Galang pun sedang menunggu jawaban dari mamah Vina itu.


Mamah Vina yang di potong ucapannya oleh Galang merasa sedikit terkejut saat Galang berteriak seperti itu.


Sempat terdiam beberapa saat, sampai dimana mamah Vina pun mengeluarkan suaranya lagi.


"Yes, untuk apa kak? ko keliatan bahagia gitu." kata mamah Vina bertanya pada Galang.

__ADS_1


Galang yang masih dalam suasana hati bahagia masih tetap semangat menjawab ucapan mamah Vina.


"Nggak mah, kakak cuman lagi bahagia aja. Adek pasti udah tau ko, jadi kakak bahagia aja karena itu." kata Galang menjawab ucapan mamah Vina tapi masih membuat mamah Vina bingung dengan jawaban Galang itu.


"Kakak gimana sih kak, ko jawabannya


kaya gitu. Mana mamah ngerti kalau jawabannya kaya gitu."


"Hehehe... maaf mah, tapi mamah nggak perlu tau mah soalnya nanti nggak akan ngerti."


"Jahat bener sih kak ke mamah sampai nggak boleh tau kaya gitu."


"Maaf ya mah ini hanya antara adek dan kakak"


"Hem... iya deh"


Viona yang udah lesuh dan tak semangat saat mendengar ucapan mamah Vina hanya terdiam tak mengeluarkan suaranya lagi.


Keinginan yang begitu semangat bisa ia dapatkan harus kecewa karena ternyata tak bisa ia dapatkan sama sekali.


Membuat Viona saat ini hanya bisa terdiam menerima semua nya. Walau di hati ia masih enggan untuk menerima.


Tapi apa boleh buat mau tak mau suka tak suka ia harus bisa menerimanya.


"Vio sabar ya, kamu pasti bisa ko kasih hadiah buat kakak mu itu. Lagi pula kan hanya cuci piring aja. Nggak akan capek ko, semangat ya Vio." kata Viona memberikan semangat pada dirinya di dalam hati nya.


Saat sedang larut dalam pembicaraannya itu. Viona lalu di sadarkan lagi oleh suara mamah Vina yang terdengar memanggil dirinya.


"Dek" kata mamah Vina pada Viona.


"Iya mah" kata Viona menjawab ucapan mamah Vina.


"Mamah mau lanjutin lagi ucapan mamah yang belum selesai tadi."


"Belum selesai maksudnya mah"


"Iya dek tadi kamu tanya kan, ke mamah. Terus mamah kan jawab ucapan kamu tapi itu belum mamah selesai in karena ke buru di potong sama kakak ucapan mamah itu. Makannya sekarang mamah mau lanjutin lagi ucapan mamah itu." kata mamah Vina memberitahukan pada Viona.


"Ya udah mah silahkan kalau mau di lanjutin lagi."


"Tadi mamah bicaranya sampai mana ya dek kalau boleh tau."


Bukannya Viona yang menjawab ucapan mamah Vina melainkan Galang yang penuh semangat menjawab ucapan mamah Vina.


"Sampai kata nggak mah" inilah kata yang Galang keluarkan untuk menjawab ucapan mamah Vina.

__ADS_1


"Oh iya mamah baru inget sampai kata nggak ya." kata mamah Vina menjawab ucapan Galang sambil bertanya lagi untuk memastikan bahwa apa yang ia dengar dari Galang tak salah sama sekali.


"Iya mah" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina dengan singkat.


"Oke kak, jadi maksud mamah nggak itu. Nggak lupa nungguin kamu dari tadi dek. Kemana aja kamu dek?" kata mamah Vina menjawab ucapan Galang dan memberitahukan pada Viona.


Baik Viona maupun Galang sama - sama terkejut dengan apa yang mamah Vina ucapkan barusan.


Bahkan mereka berdu malah saling tatap untuk beberapa detik sampai Galang dengan tak sabar langsung mengeluarkan suaranya.


"Bentar, bentar mah maksud mamah, mamah tungguin adek kaya gitu."


"Hem... iya kak, mamah kan barusan bilang."


"Ya ampun mah jadi aku salah... ah... nggak, nggak mungkin." kata Galang yang mulai tak terima setelah mendengar jawaban dari mamah Vina itu.


Viona yang mendengar Galang mulai panik, seketika ia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Jadi maksud mamah itu mamah nungguin adek."


"Iya dek, kenapa sih kalian berdua ko bicaranya samaan kaya gitu. Padahal udah jelas jawaban mamah itu. Ko masih di tanyain kaya gitu."


"Nggak ko mah cuman buat mastiin aja kalau adek nggak salah denger."


"Oh gitu"


"Hem" kata Viona menjawab ucapan mamah nya dengan deheman saja.


Lalu Viona mulai melihat wajah kakak nya lagi. Saat wajah mereka berdua berpandangan satu sama lain.


Viona mulai memberikan kode pada Galang dengan menunjukkan wajah bahagia nya karena ternyata yang menang taruhan adalah dirinya sendiri bukan Galang.


Galang yang melihat kode dari Viona menjadi lesuh dan kecewa karena tadi awalnya ia merasa bahagia ia lah yang menang.


Tapi kenyataannya itu hanya sebuah angan - angan belaka.


Dan sekarang ia harus menerima nasib memberikan hadiah yang Viona inginkan dari dirinya.


"Seneng kamu dek sekarang, tadi aja keliatan sedih. Tapi ko bisa ya aku malah kepedean gitu pengen menang, jadi malu sendiri aku sekarang." kata Galang di dalam hatinya.


"Mamah juga sih tadi lama lanjutin ucapannya aku kira udah sampai situ aja. Eh... malah ada kelanjutannya lagi. Apa karena aku terlalu semangat pengen menang kali ya sampai kaya gitu tadi sikap nya." kata Galang lagi di dalam hatinya.


"Iya deh kayanya aku terlalu semangat." kata Galang pada dirinya sendiri.


"Terus sekarang aku harus keluarin uang dong ya, ah... menang banyak kamu dek. Pinter banget manfaatin kakak sendiri." kata Galang lagi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2