
"Lagi rajin nih ceritanya" kata mamah Vina pada Viona.
"Hehehe... bisa di bilang kaya gitu" kata Viona menjawab ucapan mamah Vina.
"Ya udah sana gih ambil buku nya. Tapi nanti adek ke sini lagi kan."
Sebelum menjawab ucapan mamah Vina. Viona sempat terdiam beberapa saat.
Hingga akhirnya mamah Vina ingin mengucapkan kata lagi pada Viona. Namun sebelum itu terjadi mamah Vina mendengar jawaban dari Viona.
Ucapan yang hampir keluar itu pun tak jadi mamah Vina keluarkan pada Viona.
"Iya mah, itu pasti adek ke sini lagi. Ya udah kalau gitu adek langsung ambil buku nya dulu ya mah." Ini lah kata yang Viona keluarkan untuk menjawab ucapan mamah Vina.
"Iya dek jangan lama - lama"
"Oke mamah"
Viona lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan mamah Vina.
Saat ia ingin menaiki tangga. Kemudian ia mendengar suara kakak nya Galang.
"Dek mau kemana?" kata Galang yang berada tak jauh dari Viona saat ini.
Viona yang ingin menaiki tangga lalu membalikan tubuhnya kearah sumber suara yang memanggil nya itu.
Saat Viona telah melihat bahwa itu kakaknya Galang. Ia lalu mulai menjawab ucapan kakak nya itu.
"Mau ke atas ka. Kakak udah pulang."
"Oh, menurut kamu kalau kakak ada di sini dan sekarang lagi bicara sama kamu kakak udah pulang atau belum."
"Udah" kata Viona hanya menjawab satu kata itu saja.
"Terus kenapa tanya kalau kamu udah tau?"
"Emangnya nggak boleh gitu kak nanya kaya gitu"
"Ya boleh - boleh aja sih, tapi kalau udah tau mending jangan di tanyai aja dek."
"Oh oke deh kalau gitu. Eh... iya kakak ko nggak ucapin salam."
"Udah tadi tapi nggak ada yang jawab. Makannya kakak sama papah langsung masuk aja ke rumah dan kebetulan nggak di kunci."
"Oh gitu padahal tadi adek kunci ko kak pintu nya. Tapi ko bisa ya nggak di kunci gitu."
"Kurang tau dek mungkin kamu ngerasa kalau kamu itu udah kunci pintu nya tapi kenyataannya kamu belum mengunci pintu itu."
"Iya mungkin kak kaya gitu"
"Eh... dek jawab dulu salam kakak"
"Salam apa?"
"Salam kakak yang tadi yang nggak ada jawaban"
"Oh gitu, kakak ulangi dulu aja salam nya biar nanti adek langsung jawab."
"Tapi bener di jawab kan"
"Iya kak"
__ADS_1
"Oke kalau gitu dek"
"Lah salam nya mana"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Udah adek jawab kan kak, kalau gitu adek ke atas dulu ya."
"Tunggu dek"
"Tunggu apa kak?"
"Ya tunggu kakak, kita barengan aja ke atasnya kakak juga kan mau ke atas."
"Oh adek kira apa. Ya udah yuk langsung ke atas aja."
"Oke dek"
Mereka berdua lalu menaiki tangga secara bersamaan dan tak hanya itu mereka berdua pun sempat berbicara sebelum terhenti saat Galang sudah berada di depan kamar nya.
"Ya harus berhenti bicaranya" kata Galang pada Viona.
"Nggak papa kak nanti bisa di lanjut lagi kan."
"Hem... iya sih, tapi kapan?"
"Ya nanti"
"Nantinya kapan?"
"Tapi bener ya dek pas udah kamu ambil buku dan kakak ganti baju kita lanjutin bicaranya lagi."
"Iya kak"
"Tapi ko jawaban kamu nggak meyakinkan dek. Ah... kakak takut kamu bohong. Kalau gitu kakak masuk ke kamar kamu aja deh biar lanjut lagi bicaranya."
"Ya ampun kak sampai segitu nya ke adek. Adek beneran kak, nggak akan bohong kita pasti lanjutin lagi bicaranya."
"Kakak ganti baju dulu aja ya. Nanti kalau udah, temui adek kita ke bawah nya barengan aja."
"Nggak mau dek ntar kamu malah bohongin kakak."
"Nggak akan kak, apa perlu adek temenin kakak ganti baju biar kakak percaya. Masa iya harus kaya gitu kak."
"Boleh tuh ide kamu bisa di coba kaya gitu."
"Nggak deh kak kalau harus kaya gitu. Ntar adek lama lagi ambil buku nya."
"Hem... kecewa lagi dong kakak"
"Jangan kecewa - kecewa gitu kak, harus hilangin rasa kecewanya."
"Caranya?"
"Em... hilangin aja kak"
"Ya cara nya kaya gimana dek ilangin rasa kecewa."
"Kaya apa ya? adek juga nggak tau kak. Mungkin dengan lakuin hal - hal yang nggak buat kakak kecewa. Kaya main game mungkin."
__ADS_1
"Main game? ada - ada aja kamu dek."
"Itu kan salah satu contoh yang adek berikan, bukan mengharuskan kakak buat main game."
"Em... ya udah deh kakak langsung masuk kamar kakak aja."
"Udah gitu aja"
"Ya iya apa lagi coba?"
"Em... nggak jadi deh, aku mau masuk kamar aku."
"Ya udah sana pergi"
"Lah ko jadi berubah gini sikap nya."
"Biarin suka - suka kakak"
"Hem... ya udah deh aku pergi ke kamar aku aja. Dah kak."
"Oke" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan singkat.
Sementara Viona yang heran dengan perubahan sikap Galang sempat berbicara di dalam hatinya sebelum ia memasuki kamar nya.
"Kakak ko aneh bener ya, tadi sikapnya kaya yang merajuk gitu tapi ko barusan malah beda gitu ya. Aneh bener sih, bisa secepat itu berubah nya." Inilah kata yang Viona ucapkan di dalam hatinya.
Sementara pembicaraan ketika Viona dan Galang menaiki tangga tadi. Pembicaraannya tak jauh dari hal bertanya mau apa ke atas. Dan jawabannya kalian semua pun pasti tau.
Karena tujuan Viona dan Galang sudah sangat jelas di bicarakan tadi dalam pembicaraan mereka saat Galang telah sampai di pintu masuk kamar nya.
Kembali lagi ke Viona saat ini yang telah berbicara dalam hatinya.
"Em... ya udah deh di lupain aja. Dari pada ntar malah bingung sendiri." kata Viona pada dirinya sendiri.
Di buka lah pintu kamar Viona. Setelah ia berucap kata tersebut pada dirinya sendiri.
Dan tanpa menunggu lama. Kini Viona telah sampai di dalam kamar nya. Lalu Viona pun mengeluarkan suaranya lagi.
"Buku nya aku simpan di mana ya tadi. Ko jadi mendadak lupa kaya gini."
Kata Viona lalu mulai mengingat - ingat terakhir kali ia membaca buku dan menyimpan buku itu di mana.
Sampai akhirnya ia pun telah mengingat buku tersebut yang ternyata ada di meja sebelah kanan tempat tidur nya.
"Nah ini dia buku nya. Hampir aja aku lupa."
"Kamu sih buku, kenapa nggak kasih tau aku kalau kamu ada di sini."
"Eh... bentar - bentar masa iya buku bisa kasih tau aku kaya gitu."
"Tapi kalau bener - bener ada buku bisa kasih tau kaya gitu. Gimana ya?"
"Jadi penasaran gini ya aku."
"Coba aku bayangin dulu deh. Saat tiba - tiba buku ini malah berbicara pada ku."
"Bahkan tak hanya itu buku ini pun bisa membolak - balikan halamannya tanpa di minta. Pasti keren tuh kalau ada buku kaya gitu."
"Tapi..." kata Viona yang sepertinya sengaja tak meneruskan ucapannya itu. Hingga di biarkan mengambang tanpa kejelasan seperti ini.
To be continued
__ADS_1