
Mamah Reni yang mendengar jawaban dari panggilannya itu untuk Rendi. Baru bisa menghela nafas lega akhirnya Rendi bisa terbangun juga.
Setelah ia berteriak - teriak memanggil nya untuk terbangun beberapa waktu lalu.
"Huh... akhirnya tuh abang udah bangun juga. Dari tadi kek bang bangunnya. Giliran udah emosi baru deh abang jawab panggilan mamah." kata mamah Vina pada dirinya sendiri yang saat ini masih berada di depan kamar Rendi.
Ketika mamah Reni telah berbicara seperti itu mamah Reni lalu bergegas meninggalkan kamar Rendi untuk menemui papah Rudi yang sedang menunggu dirinya dan Rendi di meja makan.
Terlihatlah papah Rudi yang sedang duduk saat ini menunggu kedatangan mamah Reni dan juga Rendi.
Ketika papah Rudi melihat mamah Reni yang terburu - buru datang menghampirinya ia sempat terkejut dengan apa yang sedang ia liat saat ini.
Bahkan ada berbagai macam pertanyaan di dalam benak nya saat ini untuk ia pertanyakan pada mamah Reni yang menuju ke tempat nya saat ini.
Sebelum mengeluarkan suaranya mamah Reni yang telah sampai di meja makan atau telah sampai di dekat papah Rudi. Menarik nafas nya terlebih dahulu untuk menormalkan keadaannya saat ini yang baru saja tergesa - gesa sampai di tempat ini.
"Huh... huh... huh... capek nya"
"Ada apa mah ko sampai tergesa - gesa gitu ke sini nya?"
"Huh... huh... huh... nggak ada apa - apa ko pah"
"Terus kalau nggak ada apa - apa kenapa mamah tergesa - gesa ke sini nya."
"Tergesa - gesa maksud papah apa? mamah nggak tergesa - gesa ko."
"Apanya yang nggak tergesa - gesa mah, mamah aja langsung kaya gini saat tiba di sini. Apa ini tidak bisa di bilang tergesa - gesa."
"Maksud papah mamah tergesa - gesa gitu. Kan mamah udah bilang pah mamah itu nggak tergesa - gesa. Tapi bentar - bentar deh yang papah ucapin itu juga sepertinya memang ada benarnya. Kenapa mamah harus seperti itu ya pah?" kata mamah Reni yang awalnya belum menyadari hingga akhirnya mamah Reni mulai menyadarinya dan kemudian ia malah balik bertanya pada papah Rudi.
"Mana papah tau mah makannya barusan papah tanya ke mamah."
__ADS_1
"Em... gitu ya, tapi bentar deh pah kalau nggak salah tadi mamah kan bangunin abang nih." kata mamah Reni sengaja menghentikan ucapannya itu agar papah Rudi menanggapi ucapannya terlebih dahulu.
"Iya mah, lalu apa yang terjadi?" kata papah Rudi menanggapi ucapan mamah Reni.
"Yang terjadi setelah mamah bangunin abang. Mamah kan denger suara jawaban dari abang ya, kalau abang udah bangun. Terus mamah bicara pada diri mamah sendiri. Setelah itu mamah pergi ke sini dengan tergesa - gesa. Jadi menurut papah apa penyebab mamah bisa tergesa - gesa seperti ini." kata mamah Reni memberitahukan papah Rudi secara detail. Lalu mamah Reni mulai bertanya juga pada papah Rudi.
"Em... seperti nya mamah terlalu emosi karena abang baru bangun hingga akhirnya mamah tergesa - gesa datang ke sini nya mah. Itu sih mah menurut papah kenapa mamah bisa tergesa - gesa datang ke sini."
"Gitu ya pah, ucapan papah kalau di pikir - pikir memang masuk akal juga sih. Bisa aja karena mamah memang emosi hingga membuat mamah jadi seperti tadi."
"Em... ya udah pah jangan bahas itu lagi. Oh iya papah nunggu nya lama nggak."
"Iya mah kalau gitu. Nggak terlalu lama sih mah sekitar lima menit papah nunggu nya. Itu juga kalau nggak salah."
"Oh gitu ya pah, maaf ya pah harus nunggu kaya gini. Mamah nih aneh deh pah nggak biasanya abang kaya gini sikap nya."
"Apa lagi tadi kata bibi ada bekas minum susu sama cemilan tapi nggak tau siapa yang menggunakannya."
"Kalau menurut mamah sih abang pah, tapi itu masih dugaan mamah sih. Biar nanti kalau abang ke sini mamah mau tanyain bener atau nggak itu yang gunain abang."
"Hem... ya udah mah nunggu nanti aja tanyain ke abang. Biar mamah nggak penasaran lagi siapa orang nya."
"Iya pah"
Hening tak ada lagi yang berbicara diantara mamah Reni dan papah Rudi saat ini.
Sementara di kamar Rendi. Rendi yang terbangun baru mulai melangkah kan kaki menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah ia masuk ke dalam kamar mandi. Ia pun mulai membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian Rendi telah selesai dengan mandinya itu.
__ADS_1
"Akhirnya selesai juga, em... seger juga kalau udah mandi."
"Mamah sama papah masih nunggu atau nggak ya, kalau masih nunggu kan harus cepat - cepet pakai baju dan bersiap nya. Kalau nggak cepat - cepet nggak baik juga membiarkan mamah dan papah nunggu."
"Aku harus cepat deh dan udah jam delapan lagi. Ah... hari pertama kerja harus terlambat kaya gini. Di marahin nggak ya sama papah."
"Gimana nanti aja deh di marahi atau nggak nya sekarang lebih baik aku bergegas menyelesaikan ini semua."
Sekitar lima menit Rendi telah selesai mengenakan pakaian kerja nya. Di lihat dari cermin yang terdapat di kamarnya ini. Rendi sudah terlihat rapih dan ganteng, serta pakaian yang di gunakan nya saat ini pun sudah sangat cocok dengan tubuhnya ini.
Tak lama setelah itu Rendi mulai bergegas melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya. Setelah sampai ia langsung membuka pintu itu dan keluar dari pintu itu. Lalu menutup pintunya.
Setelah itu ia mulai pergi menemui papah Rudi dan mamah Reni yang terlihat masih ada di meja makan.
Rendi kira papah Rudi dan mamah Reni sudah selesai makannya. Ternyata ketika ia telah sampai di meja makan, makan yang ada di sana masih tak terlihat udah di ambil atau di makan satu pun.
Hingga Rendi simpulkan bahwa mamah dan papah nya ini menunggu ia untuk makan secara bersama.
Yang membuat Rendi makin tak enak di buat nya. Dengan ragu Rendi mulai mengeluarkan suara untuk mamah Reni dan papah Rudi.
"Mah, pah maaf nunggu lama. Abang baru selesai bersiap." kata Rendi dengan nada yang sangat bersalah pada mamah Reni dan papah Rudi.
"Akhirnya bang kamu datang juga. Lama bener sih bang." kata papah Rudi yang hanya bercanda berkata seperti itu. Tapi malah di anggap serius sama mamah Reni.
"Ih... papah nggak boleh gitu. Ya udah bang sini duduk kita langsung makannya aja. Ayo jangan berdiri terus kaya gitu." kata mamah Reni pada Rendi.
"Iya mah, maaf ya pah abang buat papah nunggu lama." kata Rendi menjawab ucapan mamah Reni dan berucap juga pada papah Rudi.
"Hem" hanya deheman saja yang di berikan papah Rudi untuk menjawab ucapan Rendi tersebut.
To be continued
__ADS_1