
Dengan perlahan demi perlahan Rendi mulai mengusap wajahnya dengan salah satu tangannya itu.
Ntah apa yang membuat Rendi malah mengusap wajahnya seperti itu. Apa mungkin Rendi berpikir jika dengan mengusap wajahnya beberapa kali ia bisa tertidur dengan begitu saja.
Hem sepertinya memang itu yang di pikirkan Rendi saat ini karena setelah Rendi mengusap wajahnya ia malah emosi lagi.
"Argh... argh... udah di usap - usap kaya gini juga biar cepet tidur ini ko malah jadi melek gini nggak mau tidur."
"Cara apa lagi coba biar aku bisa tidur. Em... minum susu dulu kali ya. Tapi aku kan nggak biasa minum susu malam - malam kaya gini."
"Tapi kalau di coba nggak papa kali ya, siapa tau bisa buat aku tidur. Em... iya deh aku minum susu aja."
"Aku yang buat sendiri atau bangunin bibi ya biar buatin aku susu."
"Em... kalau dibangunin nggak enak, ini kan udah lewat dari jam kerjanya bibi. Lebih baik aku buat sendiri aja deh. Kasian juga kalau waktu istirahat bibi aku ganggu."
Rendi kini mulai bangkit berdiri dari tempat duduknya dan ketika telah berdiri Rendi tak menunggu lama langsung melangkah kan kaki nya menuju pintu kamarnya.
Setelah sampai di pintu kamar Rendi pun mulai membuka pintu tersebut.
Ceklek...
pintu kamar terbuka perlahan demi perlahan hingga akhirnya terbuka sempurna. Keluar lah Rendi dari kamar nya itu.
Lalu setelah keluar tak lupa Rendi juga menutup pintu kamarnya kembali.
Ketika melihat pintu kamarnya sudah tertutup sempurna. Rendi kini melangkahkan kaki nya lagi menuruni tangga untuk pergi ke dapur membuat susu yang ingin dia minum saat ini.
Tak lama setelah itu Rendi telah sampai di dapur. Diambil lah susu yang akan ia buat yang awalnya ia sempat bingung di mana susu itu di simpan.
Tapi akhirnya ia mulai teringat bahwa bibi atau mamah Reni menyimpan susu selalu di dalam kulkas.
Setelah susu berada di tangannya, Rendi mulai mengambil gelas dan memasukan beberapa sendok susu kedalam gelas tersebut.
__ADS_1
Setelah susu ada di dalam gelas Rendi pun mulai mengisi gelas tersebut dengan air panas yang sudah tersedia tampan harus memasak nya terlebih dahulu.
Di masukan lah air panas itu pada susu. Setelah dirasa susu di dalam gelas itu sudah cukup terisi air panas. Rendi mulai mengambil sendok untuk mengaduk susu dan air panas itu agar menjadi bersatu. Hingga warna pun menjadi berubah sesuai susu yang di buat oleh Rendi saat ini.
Setelah selesai Rendi tak langsung meminum susu itu karena masih panas. Hingga ia pun menunggu nya terlebih dulu agar susu bisa sedikit dingin atau tidak terlalu panas seperti ini.
"Em... tunggu bentar deh sebelum diminum. Kalau langsung di minum sekarang bisa - bisa bibir, tenggorokan dan lidah ku bisa merasa panas nanti."
"Kalau di temenin sama cemilan bisa kali ya, sambil nunggu susu nya dingin."
"Hem... iya deh aku cari cemilan dulu."
Di carilah cemilan yang Rendi ingin kan saat ini. Hingga akhirnya ia mendapatkan cemilan tersebut.
Di bawa lah cemilan itu ke tempat ia menyimpan susu buatannya tadi. Terduduk lah ia di sana lalu setelah duduk ia mulai memakan cemilan yang ia bawa itu.
Setelah cukup memakan banyak cemilan, Rendi mulai meminum susu yang ia buat. Karena cukup lama di diam kan susu pun sudah mulai agak dingin.
Beberapa menit kemudian benar saja ia mulai mengantuk. Tapi sebelum ia pergi ke kamar nya lagi, ia harus merapikan tempat yang ia gunakan untuk meminum dan memakan cemilan.
Namun ternyata ia malah tak bisa menahan rasa kantuk nya itu. Jika ia merapikan ini terlebih dulu.
Bisa - bisa ia tertidur di sini. Apa lagi ia juga harus menaiki tangga untuk masuk ke kamar nya kembali.
Hingga Rendi memutuskan untuk membiarkannya saja tanpa merapikan semua ini.
Dan ia bergegas menaiki tangga satu demi satu untuk masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.
"Aduh nih mata ya udah pengen tidur, tapi masih harus berjalan menaiki tangga seperti ini. Rendi kamu bisa dan pasti bisa. Ayo Rendi semangat dan tahan dulu rasa kantuk mu ini." kata Rendi pada dirinya sendiri.
Tak terasa tangga pun telah di naiki Rendi hingga kini Rendi telah berada di lantai dua. Dan tak lama setelah itu ia mulai melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Setelah sampai di depan pintu ia mulai membuka pintu itu.
__ADS_1
Lalu ia pun masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya sebelum ia pergi menuju tempat tidurnya.
Setelah sampai di tempat tidur tak menunggu lama akhirnya ia bisa tertidur dengan sendirinya.
Namun kejadian saat di taman masih ia ingat sampai mimpi nya pun masih seputar pertemuannya itu.
Dan walaupun seperti itu ia masih tetap tertidur dengan pulas nya. Karena ia bahkan lebih nyaman seperti ini.
Dari pada ia mengingat gadis aneh itu saat ia lagi tidak tertidur. Kalau dalam keadaan tidur ia bisa berbuat apapun di dalam mimpinya sesuai dengan keinginan yang akan ia lakukan untuk gadis aneh ini.
Sedangkan jika ia mengingat dalam keadaan tidak tertidur itu malah memuat ia menjadi bingung sendiri apa yang harus ia lakukan.
Makannya ia lebih suka ingatan tentang gadis itu ada di dalam mimpinya. Seperti penghantar tidur ia bahkan sempat tak ingin bangun dari tidur nya.
Jika saja ia tak mendengar suara seseorang yang memanggil - manggilnya cukup keras. Selain itu ada gedoran juga di pintu kamarnya yang terdengar sangat keras juga.
Hingga mau tidak mau Rendi mulai membuka matanya. Padahal baru aja ia memejamkan matanya ini malah harus bangun seperti ini.
Itulah yang di rasakan Rendi saat ia terbangun ia merasa baru tertidur. Padahal yang sebenarnya ia bahkan bangun sangat terlambat sudah hampir jam delapan ia belum terbangun sama sekali.
Ini lah yang membuat orang yang memanggilnya di luar kamarnya itu sangat emosi.
Dor... Dor...
"Abang... bangun abang... udah siang. Katanya mau pergi kerja ko belum bangun - bangun."
"Abang... Abang... bangun..." inilah suara yang membangun kan Rendi yang ternyata suara ini berasal dari mamah Reni.
Dengan malas Rendi pun mulai menjawab panggilan mamah nya itu.
"Hem... iya mah abang udah bangun ko, nanti abang temuin mamah ya. Abang mau langsung mandi dulu." kata Rendi pada mamah nya dengan sedikit keras karena ia menjawab ucapan mamah Reni tanpa membuka pintu kamarnya yang membuat Rendi harus sedikit mengeraskan suaranya itu.
To be continued
__ADS_1