
Keadaan di kamar Viona menjadi hening. Karena saat ini Viona sedang mengingat setiap perkataan yang keluar dari kakak nya barusan.
Sementara Galang yang sudah keluar dari kamar Viona mulai pergi menuju kamar nya.
Saat ia telah di dalam kamar nya. Ia pun mulai menenangkan diri setelah berbicara seperti itu pada adek nya.
Ia awalnya tak ingin berbicara seperti itu. Itu sudah kalian ketahui ketika Galang ingin menemui adek nya karena apa.
Tapi malah jadi seperti ini. Bahkan sekarang ia juga merasa bersalah karena bersikap seperti itu untuk adek nya.
"Apa perkataan ku tadi ke adek terlalu berlebihan ya, hingga aku sampai kaya gini sikap nya."
"Tapi kalau aku nggak kaya gitu yang ada adek akan tetep buat ulah."
"Semoga aja adek bisa merubah sikap nya." kata Galang pada akhirnya menyelesaikan perkataannya itu.
Sementara Viona ia masih tetap di posisi yang sama yaitu duduk di tempat tidur nya. Namun dengan pemikiran yang berbeda karena saat ini ia mulai memikirkan setiap kata demi kata dari ucapan kakaknya itu.
Bahkan ia sampai menggelengkan kepalanya karena sikap ia yang tak bisa terkendali. Marah - marah nggak jelas karena ketemu orang itu tadi di taman.
"Yang kakak bilang tadi itu bener. Tadi tuh sikap aku memang sangat berlebihan. Aku marah pada satu orang tapi malah melibatkan orang banyak." kata Viona mulai mengakui kesalahannya.
"Vio sadar, Vio sikap mu ini salah kamu harus minta maaf sama mamah, papah dan kakak mu. Jangan buat mereka tambah marah ke kamu. Dan mulai ubahlah sikap nggak baik mu ini Vio." Kata Viona menasehati dirinya sendiri.
"Semangat Vio kamu pasti bisa ubah sikap mu ini. Semangat..." kata Viona dengan penuh semangat meyakinkan diri bahwa ia bisa mengubah sikap nya ini.
Adapun keadaan yang terjadi di kamar mamah Vina dan papah Gilang saat ini.
"Mah" kaya papah Gilang yang baru masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
Mamah Vina yang sedang duduk di tempat tidur masih enggan menjawab panggilan papah Gilang.
Karena bisa di liat sikap mamah Vina yang terdiam tak ingin mengeluarkan suaranya barang sekata pun.
Membuat papah Gilang yang melihat itu mencoba memanggil mamah Vina lagi.
"Mah"
Masih tetap tak ada jawaban yang keluar dari mamah Vina untuk panggilan papah Gilang.
Sampai dimana papah Gilang berada dekat dengan mamah Vina yang sedang duduk di tempat tidur.
"Mah jawab dong panggilan papah, ko malah diem aja." kata papah Gilang yang mulai duduk di hadapan mamah Vina.
Hingga jarak diantara mereka cukup dekat hanya tersisa beberapa cm saja.
"Kenapa pah? mamah lagi pusing terus menerus liat sikap adek yang nggak berubah - ubah selaku buat ulah pah. Mamah selalu ngerasa gagal bikin adek nggak kaya gitu lagi sikapnya. Tapi..." kata mamah Vina tak sanggup lagi meneruskan perkataannya.
"Keluarin aja mah jangan ditahan, biar mamah merasa lega." kata papah Gilang dengan lembut pada mamah Vina.
Hingga membuat mamah Vina yang berada di pelukannya tak bisa lagi membendung rasa sedih nya itu. Sampai akhirnya air mata pun keluar dengan sendirinya.
"Hiks... hiks... hiks... salah mamah apa pah. Apa karena mamah salah selama ini sikapnya ke adek sampai adek harus kaya gini sikap nya. Hiks... hiks... hiks..." kata mamah Vina sambil menangis.
"Nggak mah, mamah nggak salah. Cuman adek nya aja yang belum menyadari bahwa sikap nya selama ini salah. Jadi sekarang mamah jangan nangis lagi ya. Atau mau nangis terus menerus tapi emangnya mamah nggak sayang apa sama air mata mamah yang terus menerus keluar." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina dan mencoba sedikit menghibur mamah Vina untuk berhenti menangis.
"Ah... papah gitu. Tadi katanya suruh keluarin aja. Giliran mamah udah keluarin eh... malah di suruh berhenti. Gimana sih pah padahal mamah masih belum puas nangis nya ini. Tapi udah terlanjur di suruh berhenti sama papah." kata mamah Vina menjawab ucapan papah Gilang.
"Maaf deh mah, papah kira mamah udah keluarin rasa sedih nya. Tapi tau nggak mah?" kata papah Gilang menunggu jawaban dari mamah Vina.
__ADS_1
"Tau apa pah?" kata mamah Vina bukannya menjawab pertanyaan papah Gilang malah mamah Vina bertanya balik pada papah Gilang.
"Sini deh biar papah bisikin" kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina sambil meminta mamah Vina untuk mendekat pada papah Gilang.
Mamah Vina yang penasaran dengan yang akan di bisikan papah Gilang pada dirinya. Tanpa pikir panjang langsung mendekatkan dirinya kepada papah Gilang.
"Apa pah?" kata mamah Vina yang tak sabar dengan ucapan papah Gilang.
Papah Gilang yang mendengar ucapan mamah Vina langsung mendekatkan bibir nya di telinga mamah Vina.
Dan setelah itu papah Gilang membisikan sesuatu pada mamah Vina.
"Mamah kalau nangis kaya gini keliatan jelek tau nggak. Makannya papah suruh mamah buat berhenti nangis nya. Soalnya apa? itu karena papah nggak suka liat mamah nangis kaya gini jadi ilang deh cantik nya." kata papah Gilang yang berbisik pada mamah Vina.
"Ih... papah, mamah kira apaan. kalau mau bilang kaya gitu mamah nggak akan deh biarin papah bisikin sesuatu di telinga mamah." kata mamah Vina yang telah mendengar bisikan papah Gilang pada dirinya.
"Emangnya salah gitu mah papah bilang kaya gitu ke mamah. Itu kan memang kenyataannya mah, mamah itu jelek kalau lagi nangis tapi kalau lagi senyum. Em... buat hati papah berbunga. Jadi seneng gitu." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina dengan sedikit menggoda mamah Vina agar tak sedih lagi.
"Ah... masa sih pah, jadi... kembali muda lagi nih kalau di goda kaya gitu sama papah ." kata mamah Vina menjawab ucapan papah Gilang.
"Iya dong mah mamah itu cantik kalau lagi senyum. Coba sekarang senyum biar kita ulang lagi masa muda kita yang dulu yang papah sering godain mamah. Ayo senyumnya mana dong masa papah nggak di bolehin liat senyum mamah sih." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina sambil terus menerus menggoda mamah Vina.
"Nggak mau pah, mamah lagi males buat senyum apa lagi kasih senyum ke papah." kata mamah Vina menolak keinginan papah Gilang.
"Ya mamah ko gitu. Jadi sedih nih papah nggak di kasih senyum sama mamah." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina dengan menunjukkan wajah sedih nya.
"Biarin sedih juga mamah nggak mau ambil pusing." kata mamah Vina menjawab ucapan papah Gilang.
"Ya mamah ko gitu sih. Beneran sedih nih papah" kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.
__ADS_1
To be continued