
Setelah lama memikirkan jawab yang tepat untuk menjawab ucapan Viona. Galang kini mulai menjawab ucapan Viona.
"Dek maaf tadi kakak terbawa emosi jadi sikap nya seperti itu ke kamu." Setelah sekian lama berpikir. Galang akhirnya memutuskan untuk meminta maaf pada Viona.
Viona yang emosi belum mau menjawab ucapan Galang ini untuk dirinya. Karena saat ini Viona malah terdiam dan seperti enggan untuk melihat Galang ataupun menjawab ucapan Galang.
Bahkan Viona kini malah terlihat acuh membuat Galang menjadi serba salah lagi.
"Dek jangan gini dong. Kakak tau kakak salah makannya kakak minta maaf sama kamu. Kamu maafin kakak atau nggak."
Awalnya Galang sempat merasa mulai lega karena saat ini pandangan Viona mengarah pada dirinya.
Namun, di saat Galang sudah hampir yakin bahwa Viona akan memaafkannya dan akan mulai menjawab ucapannya itu.
Seketika di buat kecewa karena Viona hanya melihatnya sekilas, lalu kembali mengabaikannya.
"Ya ampun dek, kakak kira kamu udah mau maafin kakak. Eh... ternyata kakak salah duga. Ckckck... Galang, Galang percaya diri sekali kamu. Kecewa kan akhirnya." kata Galang di dalam hatinya setelah Viona melihat kearah dirinya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sama sekali.
Saat Galang ingin meminta maaf lagi pada Viona. Terdengarlah suara adzan, membuat Galang yang ingin berucap lagi. Kini tak jadi mengeluarkan suaranya.
Beberapa menit kemudian adzan pun telah selesai. Kini mereka semua pun mulai bersiap untuk melaksanakan shalat isya berjamaah.
Setelah semuanya telah siap, shalat pun di laksanakan secara berjamaah di rumah.
Beberapa menit telah berlalu, mereka semua pun telah selesai melaksanakan kewajiban mereka yaitu melaksanakan shalat isya.
"Pah mau makan sekarang atau nanti. Kalau adek sama kakak mau makan sekarang atau nanti." kata mamah Vina bertanya pada papah Gilang, Viona dan Galang.
"Papah terserah mamah aja. Sekarang boleh nanti juga boleh." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.
"Kalau adek nanti aja mah" kata Viona menjawab ucapan mamah Vina.
"Kalau kakak sekarang aja mah. Udah laper nih perut kakak." kata Galang menjawab ucapan mamah Vina.
"Lah ko beda gini. Terus mau nya gimana? kakak mau nya sekarang sedangkan adek maunya nanti. Terus papah malah bilang terserah. Terus sekarang mamah harus apa? kalau jawab kalian berbeda - beda kaya gini. Biasanya juga suka kompakan, ko ini malah berbeda." kata mamah Vina yang kini malah kebingungan.
__ADS_1
"Em... atau gini aja. Berhubung jawaban papah terserah, jadi sekarang mamah minta ke papah buat pilih salah satunya. Gimana pah, bolehkan papah pilih salah satunya aja." kata mamah Vina akhirnya menemukan sebuah ide, lalu mamah Vina pun mulai bertanya pada papah Gilang karena ide yang mamah Vina temukan ada hubungannya dengan papah Gilang. Hingga mamah Vina pun harus bertanya pada papah Gilang.
Papah Gilang yang di berikan pertanyaan oleh mamah Vina untuk memilih salah satu nya sempat bingung karena memang saat ini papah Gilang bingung jika harus memilih salah satunya.
Di satu sisi saat ini papah Gilang memang belum begitu lapar dan di satu sisi lagi saat papah Gilang mendengar bahwa Galang sudah lapar menjadi tak enak jika ia harus bilang nanti makannya. Tapi kalau ia bilang sekarang apa Viona tak akan masalah jika makannya menjadi sekarang bukan nanti.
Dan ini membuat papah Gilang malah terdiam dengan waktu yang cukup lama karena sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang mamah Vina berikan itu untuk dirinya.
Setelah cukup lama papah Gilang pun akhirnya memutuskan untuk menjawab ucapan mamah Vina.
"Em... mah, papah sebenernya bingung juga sama kaya mamah. Tapi karena mamah bilang papah harus pilih salah satu nya, jadi papah pilih makan sekarang aja mah. Kasian kalau nanti makannya, kakak ntar malah pingsan karena menahan lapar." kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.
"Nggak gitu juga pah, masa kakak pingsan karena makan nya nanti." kata Galang yang tak terima papah Gilang berkata seperti itu pada dirinya.
"Bercanda kak, biar nggak tegang - tegang amat. Malah di anggap serius lagi sama kakak." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.
"Ih... papah ko malah ikut - ikutan mamah. Bercadain kakak, ini kenapa sih kayanya pada bercandain kakak sih hari ini." kata Galang menjawab ucapan papah Gilang.
"Itu mah perasaan kakak aja" kata papah Gilang menjawab ucapan Galang dengan santainya.
"Ya udah kak lupain aja. Bukannya kakak udah lapar ya, yuk langsung pergi makan aja." kata papah Gilang yang tak ingin berlarut - larut membahas apa yang Galang bicarakan saat ini. Hingga papah Gilang pun mengalihkan pembicaraannya.
"Ya udah deh pah, yuk perut kakak udah minta diisi, bunyi terus dari tadi."
"Udah tau ko kak, soalnya kedengaran juga."
"Masa sih pah, emang bener gitu dek perut kakak bunyinya kedengaran."
"Menurut kakak" kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Ih... kamu dek, kakak kan tanya ke kamu ko malah gini sih jawabannya. Bikes tau nggak sih dek kamu." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Bikes maksudnya kak?" kata Viona bertanya pada Galang.
"Masa nggak tau sih kamu dek"
__ADS_1
"Ya kalau aku tau aku nggak bakalan tanya kali kak."
"Iya juga sih. Ya udah dek jangan di bahas lagi aja."
"Ih... baru juga di tanyain, bahas apanya coba kak."
"Em... lupain aja deh"
"Kakak ini aneh bener sih. Apa karena lapar kali ya, makannya bicaranya juga jadi aneh kaya gini."
"Mungkin bisa di bilang kaya gitu." kata Galang menjawab ucapan Viona
"Ya udah pah, mah lebih baik langsung makan aja yuk. Adek jadi..." kata Viona pada papah Gilang dan mamah Vina. Namun, belum sempat menyelesaikan ucapannya, ia malah mendengar suara Galang lagi.
"Jadi apa dek, jangan aneh - aneh deh kamu." inilah kata yang di dengar oleh Viona.
"Em... apa sih kak, jangan berpikiran yang aneh - aneh gitu deh sama adek sendiri juga."
"Ya tapi..." kata Galang yang tak meneruskan ucapannya karena ia malah bingung sendiri mau menjawab apa ucapan Viona barusan.
Viona yang menunggu Galang menyelesaikan ucapannya. Namun, tak kunjung meneruskan lagi ucapannya.
Akhirnya membuat Viona mengeluarkan suaranya lagi.
"Kak tapi apa? ko nggak di terusin."
"Kakak berubah pikiran makannya nggak jadi di terusin ucapannya itu."
"Ckckck... kak, kak tapi ko bisa kaya gitu ya."
"Bisa dong dek, buktinya kakak sekarang lakuin itu." kata Galang menjawab asal ucapan Viona.
"Terserah kakak aja deh, aku mah nggak ikutan." kata Viona tak kalah asal menjawab ucapan Galang.
"Ya udah dek, kak daripada kalian terus bicara kaya gini terus - menerus, lebih baik sekarang kita langsung ke meja makan aja. Bukannya tadi kakak bilang udah lapar. Yuk langsung makan aja kita." kata papah Gilang yang ikut dalam pembicaraan Galang dan Viona.
__ADS_1
To be continued