
Baik Viona maupun Galang yang awalnya masih berdebat, seketika terhenti saat mamah Vina memanggil mereka berdua dengan panggilan yang kedua kali mamah Vina ucapan kan untuk mereka itu.
"Iya mah" kata mereka berdua hampir bersamaan.
"Kalian berdua ya, panggilan mamah yang pertama malah kompakan nggak ada yang jawab. Nah, sekarang panggilan yang kedua malah kompakan jawabnya. Ckckck..." Kata mamah Vina yang tak habis pikir dengan kedua anak nya ini.
"Bentar deh mah, maksud mamah panggil adek sama kakak udah dua kali dan yang barusan itu panggilan kedua dari mamah. Gitu bukan mah?" Kata Galang yang malah bertanya pertanyaan yang jelas - jelas ia sudah tahu jawabannya. Namun, masih ia pertanyakan dan ini membuat mamah Vina awalnya enggan menjawab. Lalu kemudian mamah Vina memutuskan untuk menjawabnya.
"Bukan gitu kak, tapi lebih dari itu." Kata mamah Vina dengan sinis nya menjawab ucapan Galang.
"Le...bih dari itu maksudnya mah?" Kata Galang yang malah bertanya lagi pada mamah Vina.
Mamah Vina yang tak ingin terlalu berlarut - larut membahas hal ini. Langsung mengalihkan pembicaraan agar pertanyaan Galang barusan tak menjadi panjang.
"Lupain deh kak, percuma juga di kasih tau dan mamah bahas. Ntar yang ada kakak malah terus - terusan tanya." Kata mamah Vina yang mengalihkan pembicaraan.
"Ya, mamah ko gitu sih. Padahal kakak masih pengen tau. Em... ya udah deh kakak lupain." Kata Galang yang merasa kecewa atas jawaban dari mamah Vina barusan.
"Eh... iya mah, boleh kakak tau kenapa mamah panggil kakak sama adek?" Kata Galang bertanya pada mamah Vina.
"Menurut kakak, kenapa?" Kata mamah Vina bukannya menjawab ucapan Galang, ia malah bertanya pada Galang.
"Em... gak tau sih mah, tapi bentar mah kakak tanyain adek dulu. Siapa tau adek tau." Kata Galang menjawab ucapan mamah Vina apa adanya sesuai dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Karena Galang telah mendapat jawaban atas ucapannya itu dari mamah Vina.
Kemudian ia pun mulai bertanya pada Viona.
"Dek, kamu tau nggak kenapa mamah panggil kita berdua." Kata Galang langsung ke intinya bertanya pada Viona.
Viona yang mendapat pertanyaan dari Galang secara tiba - tiba seperti ini. Sempat kelabakan dan bingung mau menjawab apa pertanyaan Galang itu pada dirinya.
"Em... apa... anu... Eh... maaf, maaf kak. Em... adek nggak tau juga kak." Kata Viona menjawab ucapan Galang dengan kelabakan pada awalnya. Namun, kemudian ucapannya itu pun kembali tak kelabakan lagi.
"Kamu kenapa dek? ko bicaranya kaya gitu." Kata Galang yang aneh dengan ucapan Viona. Hingga ia pun bertanya pada Viona.
"Nggak ko kak, nggak kenapa - kenapa, adek cuman kaget aja tadi pas kakak tiba - tiba tanya ke adek. Makannya bicaranya adek jadi kaya barusan." Kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Oh... jadi karena itu, em... maaf ya dek udah buat adek kaget." Kata Galang menjawab ucapan Viona sambil meminta maaf pada Viona karena Galang merasa bersalah telah membuat kaget Viona.
"Iya kak nggak papa, adek juga salah tadi karena malah terdiam kaya gitu. Makannya pas kakak tanya adek langsung kaget." Kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Kakak sekarang lega dek, karena kamu udah maafin kakak. Em... emangnya adek terdiam karena apa?"
"Tadi kan kakak sama mamah lagi bicara, terus adek malah diem karena nggak mau ganggu pembicaraan kakak sama mamah."
"Oh jadi karena kamu nggak mau ganggu."
"Iya kak" kata Viona menjawab ucapan Galang dengan singkat.
Pembicaraan diantara mereka berdua pun kini terhenti dengan sendirinya.
__ADS_1
Dua menit telah berlalu dan selama dua menit itu, hening tak ada yang mengeluarkan suara sama sekali.
Hingga di menit ketiga, Galang mulai mengeluarkan suaranya lagi.
"Mah adek ternyata nggak tau juga. Apa boleh kakak tau kenapa mamah panggil kita."
"Kalian berdua tadi sedang apa, sebelum mamah panggil kalian."
Sebelum menjawab ucapan mamah Vina. Galang mulai mengingat apa yang ia lakukan sebelum mamah Vina memanggil ia dan Viona.
Ketika Galang sudah mengingat nya. Tanpa berpikir lagi Galang mulai menjawab ucapan mamah Vina.
"Em... kakak lagi bicara sama adek."
"Terus selain itu ada lagi nggak."
Galang lalu menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan mamah Vina.
"Tau nggak pembicaraan kalian tadi membuat mamah nggak tahan pengen langsung menutup bibir kalian berdua biar nggak bicara lagi."
"Ko gitu mah, jahat bener sama kakak sama adek."
"Ya mau gimana lagi kak? Ucapan kalian berdua ini seperti tak ada rem nya, terus aja bicara tanpa henti."
"Hehehe... mamah ini gimana sih, kita berdua kan memang bukan kendaraan makannya nggak punya rem."
"Mamah juga tau kak, tapi itu tuh perumpamaan biar kamu sama adek nggak terus - terusan ngulangi lagi bicaranya kaya gitu. Bikin pusing aja mamah di buatnya."
"Hem"
"Mamah maafin kakak sama adek kan."
"Hem"
"Mah jawab dong jangan hanya hem aja. Kakak kan jadi merasa bingung mamah udah maafin kakak sama adek atau belum."
"Iya mamah maafin"
"Nah gini dong mah jawabannya, makasih ya mamah kami yang cantik dan baik hati."
Bukannya menjawab ucapan Galang mamah Vina malah bertanya pada papah Gilang.
"Papah denger kan pah kakak bilang apa ke mamah."
"Iya mah" kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.
"Apa coba pah?"
"Mamah di bilang cantik dan baik hati" kata papah Gilang mengambil sebagian dari ucapan Galang untuk menjawab ucapan mamah Vina.
"Papah pernah denger nggak ucapan itu sebelum ini." Kata mamah Vina lagi pada papah Gilang.
__ADS_1
"Mungkin pernah mah tapi papah lupa lagi. Soalnya baru - baru ini lagi kakak bilang kaya gitu ke mamah."
"Nah, kan papah juga tau. Makannya barusan mamah sedikit kurang yakin saat kakak bilang gitu ke mamah. Apa ini beneran kakak atau bukan." kata mamah Vina menjawab ucapan papah Gilang sambil melirik sekilas pada Galang.
Galang yang melihat lirikan dan mendengar ucapan dari mamah Vina menjadi tak karuan rasanya. Serba salah menjadi satu hal yang Galang rasakan saat ini.
"Em... maaf mah kakak baru bilang gitu lagi ke mamah."
"Eh... pah, mamah emangnya berbuat salah ya sama kakak sampai kakak bilang maaf ke mamah."
"Nggak ko mah"
"Bener pah"
"Iya mah bener"
"Tapi ko kakak malah bilang maaf ke mamah"
"Mungkin kakak baru tersadar kalau kakak punya salah ke mamah."
"Em... gitu ya pah, terus mamah harus jawab apa pah ucapan kakak itu." Kata mamah Vina meminta saran dari papah Gilang.
"Jawab aja mah"
"Jawab apa dong pah?"
"Terserah mamah"
"Tapi mamah bingung mau jawab apa?"
"Ya udah mamah bilang maafin aja"
"Hem... gitu ya pah."
Itulah kata - kata yang dikeluarkan mamah Vina dan papah Gilang saat Galang telah mengeluarkan suaranya untuk mamah Vina.
Namun, masih belum di jawab sampai saat ini karena mamah Vina malah sibuk berbicara dengan papah Gilang.
Hingga yang bisa Galang lakukan hanya menghela nafas saat kata demi kata dan kalimat demi kalimat.
Ia dengar dengan jelas dari pembicaraan antara mamah Vina dan papah Gilang.
Yang sepertinya mamah Vina sengaja berbicara seperti itu pada papah Gilang untuk membuat Galang merasa semakin di buat serba salah dengan apa yang ia ucapkan tadi pada mamah Vina.
"Mah udah ya kakak tau kakak salah"
"Untuk itu kakak minta maaf ke mamah"
Mamah Vina yang mendengar ucapan Galang untuk nya jadi terdiam.
Mungkin mamah Vina sedang mempertimbangkan jawaban yang seharusnya ia berikan pada Galang. Hingga mamah Vina saat ini malah terdiam.
__ADS_1
To be continued