
Bukannya menjawab ucapan papah Gilang mereka malah terdiam lalu saling menatap. Untuk mengetahui reaksi yang akan mereka berikan satu sama lain.
Setelah saling tatap dan memberikan kode akhirnya salah satu di antara mereka mengeluarkan suaranya.
"Pah yang papah bilang itu bener atau cuman bercanda."
"Ya ampun kak ko kamu malah ragu in ucapan papah. Hem... ya udah deh kamu tanyain aja langsung sama mamah."
"Em... bukan gitu pah tapi kakak takut salah aja."
"Sama aja kak"
"Beda pah nggak sama"
"Terserah kakak, sana kakak tanya in aja ke mamah langsung."
Saat papah Gilang selesai berbicara suara Galang menjadi lebih rendah berbicara untuk menjawab ucapan papah Gilang.
"Takut pah" hanya dua kata itu yang terdengar oleh papah Gilang seperti gumaman.
"Ya terus kalau takut kenapa nggak percaya sama ucapan papah." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang sambil bertanya juga pada Galang.
"Em... maaf pah kakak salah." kata Galang mengakui kesalahsnnya pada papah Gilang.
"Sudah - sudah papah sama kakak terus aja bicara pusing nih lama - lama denger perdebatan kalian." kata mamah yang ikut berbicara diantara pembicaraan Galang dan papah Gilang.
Seketika membuat keduanya menjadi terdiam dengan patuh nya.
"Kamu lagi kak, udah jelas - jelas papah mu kasih tau kamu dengan sangat jelas malah nggak percaya lagi."
"Ma.." kata Galang yang mengambang karena sebelum ia menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh mamah Vina.
"Diem jangan langsung potong,"
"I...ya mah maaf" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina dengan sedikit gugup.
"Dan papah lagi kalau mereka udah nggak percaya ya udah nggak perlu di kasih tau sekalian. Percuma malah nggak di percayai sama sekali." kata mamah Vina pada papah Gilang.
"Iya mah" kata papah Gilang menjawab nya singkat.
__ADS_1
Bukannya apa karena papah Gilang sengaja menjawab secara singkat takut kalau terlalu panjang malah membuat mamah Vina semakin marah dan tak berhenti berbicara.
Bisa - bisa waktu satu jam setengah untuk mereka berdua habis sama ucapan mamah Vina.
Jadi alangkah lebih baiknya hanya mengiyakan ucapan mamah Vina.
Mau itu bener atau salah. itu lah yang harus di lakukan agar tak membuat mamah Vina terus berbicara.
"Terus kamu dek" kata mamah Vina pada Viona yang sedang diam agar tak ikut terlibat. Tapi nyatanya walaupun diam ia tetap di libat kan.
Dengan perasaan pasrah Viona lalu menjawab ucapan mamah Vina.
"Iya mah kenapa sama adek"
"Kamu jangan diem terus dari tadi seharusnya kamu langsung percaya ucapan papah kamu. Jangan bisanya diem aja gimana ada kemajuan." kata mamah Vina yang mengomel pada Viona.
Karena Viona tak ingin pembicaraan ini menjadi panjang, ia pun hanya mengakui kesalahannya.
"Iya mah adek salah. Maaf mah"
"Kalian bisa nya cuman maaf aja kalau udah kaya gini. Ya udah sana pergi manfaatkan waktu kalian yang satu jam setengah itu." kata mamah Vina lagi pada Galang dan Viona.
"Kenapa nggak dari tadi sih mah bilang kaya gitu. Em... harus tegang - tegang kan jadi takut kita nya. Tapi syukur deh akhirnya aku bisa pergi." kata Viona juga di dalam hati nya.
"Kalian ya malah pada diem, pergi sana bosen mamah liat kalian cuman berdiri kaya gitu tanpa pergerakan." kata mamah Vina pada Galang dan Viona.
Ketika mendengar suara mamah Vina lagi mereka yang sedang berbicara di dalam hatinya seketika tersadar dan langsung menjawab ucapan mamah Vina secara bersama.
"Iya mah" hanya kata inilah yang mereka ucapkan pada mamah Vina.
"Kalau gitu mah, pah. Kakak sama adek pergi dulu ya." kata Galang pada mamah Vina dan Papah Gilang.
"Iya kak, hati - hati di jalan" kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.
"Iya sana pada pergi dan jangan lupa cuman satu jam setengah nggak boleh lebih atau pun kurang. Kalian ngertikan."
"Iya pah, iya mah siap nggak akan lupain ko." kata Galang menjawab ucapan mamah Vina dan papah Gilang.
"Assalamu'alaikum" kata Galang dan Viona secara bersamaan sebelum mereka berjalan untuk pergi keluar hari ini pada mamah Vina dan papah Gilang.
__ADS_1
Secara bersamaan juga mamah Vina dan papah Galang menjawab salam dari mereka berdua.
"Wa'alaikumussalam" kata mamah Vina dan papah Gilang secara bersama.
Setelah mendengar jawaban salam dari papah Gilang dan mamah Vina. Tanpa menunggu lama mereka berdua bergegas pergi melangkah kan kaki untuk keluar memanfaatkan waktu satu jam setengah itu.
Saat di perjalanan Viona lalu mengeluarkan suaranya.
"Kak tadi menurut kakak sikap mamah kaya gimana sih?"
"Kenapa tanya kaya gitu dek?" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan sebuah pertanyaan.
"Pengen tau aja pendapat kakak"
"Oh gitu ya, kalau menurut kamu kaya gimana?" kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Kalau menurut aku sih, susah kak antara baik tapi sedikit menakutkan juga. Apalagi pas tadi aku langsung di tanya tiba - tiba sama mamah. Tau nggak kak saat itu aku begitu tegang. Takut di marahin. Eh... ternyata, Em... kakak bisa simpulin sendiri tadi mamah kaya gimana sikap nya sama aku." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan cukup panjang.
"Iya kakak tau ko, kakak sebenernya tadi takut juga. Soalnya kan kalau kita bicara atau berdebat sama mamah. Mau mamah bener atau pun salah tetep kita yang kalah. Iya nggak dek jadi biasa kita mah sama sikap mamah yang kaya gitu."
"Hem... bener banget kak" kata Viona membenarkan ucapan Galang.
Kemudian Viona melanjutkan kembali Ucapannya.
"Eh... tapi kak aku merasa sedih loh kak"
"Sedih kenapa dek?" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan sebuah pertanyaan.
"Sedih aja sih kak" kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Ya kakak tau kamu sedih tapi yang kakak tanya itu penyebab kamu sedihnya apa?"
"Itu loh kak tadi kan mamah kasih kita waktu tiga jam. Tapi kita malah menolak ingin satu jam eh... kalau tau itu waktu tiga jam buat kita pergi keluar. Tadi adek langsung setuju aja kak." kata Viona memberitahukan Galang kesedihannya.
"Oh karena itu, tapi nggak usah di pikirin dek sekarang kan kita punya waktu satu jam setengah. Biar kita manfaatin sebaik mungkin. Jangan sedih lagi ya nanti cantiknya ilang loh." kata Galang menjawab ucapan Viona dan mencoba menghibur Viona agar tak bersedih lagi.
"Kakak bisa aja. Iya deh kak tapi hari ini kakak yang traktir ya. Udah lama aku nggak di traktir sama kakak." kata viona menjawab ucapan Galang.
To be continued
__ADS_1