Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Menahan Kesal


__ADS_3

Viona yang ternyata sedang tertidur seketika terbangun karena mendengar suara handphone miliknya berbunyi yang ternyata ada sebuah panggilan masuk di handphone.


Tanpa melihat siapa nama di panggilan itu. Viona langsung menerima panggilannya.


Dengan masih keadaan setengah sadar karena terbangun tiba - tiba. Viona mulai ingin mengeluarkan suaranya karena seseorang yang menghubunginya tak mengeluarkan suara apa pun saat ia telah menerima panggilan tersebut.


"Lah ko nggak ada suaranya. Ini beneran ada yang telpon kan. Tapi ko nggak ada yang bicara. Apa aku mimpi ya, ada yang telpon. Tapi sepertinya nggak deh barusan beneran berbunyi hanphone nya. Em... aku bicara duluan aja deh." Kata Viona sebelum mengeluarkan suara untuk orang yang menghubunginya saat ini.


"Hal.." Baru saja tiga huruf itu Viona keluarkan. Orang yang hubungi Viona malah ngomel - ngomel di ujung sana.


"Dek kemana aja sih kamu? lama bener jawab telpon nya. Giliran di ancam baru di jawab telpon nya. Giliran nggak ada ancaman malah nggak di jawab sama sekali." Kata Galang yang mengomel pada Viona.


"Siapa sih ini malah ngomel - ngomel lagi. Nggak tau apa aku lagi tidur. Jadi kebangun kan aku jadinya." Kata Viona tak kalah mengomel menjawab ucapan seseorang yang menghubunginya itu.


"Ya ampun dek kamu nggak liat siapa yang telpon kamu? ini kakak dek, kak Galang masa iya nggak kenal sama suara kakak sendiri." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Masa sih kak Galang." Kata Viona yang tak percaya dengan ucapan Galang.


"Kalau kamu nggak percaya dek, kamu sekarang liat dulu aja nama orang yang hubungi kamu siapa." Kata Galang memberikan Viona jawaban untuk melihat nama orang yang menghubungi nya.


Dilihatlah hanphone miliknya saat ini untuk mengetahui siapa orang yang menghubungi dirinya saat ini.


"Hem... ternyata bener kak Galang." Kata Viona pada dirinya sendiri setelah melihat nama yang menghubunginya itu.


"Tumben banget kak Galang telpon aku. Mau apa kak telpon aku?" Kata Viona pada Galang.


"Ini juga kakak terpaksa dek telpon kamu."


"Lah ko bisa terpaksa kak. Terpaksa nya karena apa?"


"Karena nggak ada orang yang bukain pintu. Kakak kan mau masuk ke rumah. Eh... udah ketuk - ketuk pintu dan panggil - panggil nggak ada yang buka sama sekali. Makannya sekarang kakak telpon kamu." Kata Galang memberitahukan pada Viona mengapa ia harus hubungi Viona.


"Lah emang ini jam berapa? Kakak ko mau masuk ke rumah."


"Ya ampun dek kamu nggak tau ini jam berapa."


Viona menggelengkan kepalanya untuk menjawab ucapan Galang.

__ADS_1


Sampai dimana ia tersadar saat Galang bertanya lagi pada dirinya.


"Dek, dek kamu masih telpon kakak kan. Ko nggak di jawab sih."


"Eh... Maaf kak aku lupa barusan aku jawab ucapan kakak nya dengan menggelengkan kepala aku aja. Maaf ya kak."


"Ya ampun dek ko bisa lupa. Ckckck..."


"Nggak tau kak, adek juga nggak tau kenapa bisa lupa."


"Hem... ya udah kamu sekarang liat jam dulu gih."


Viona lalu melakukan apa yang di katakan oleh Galang. Di lihatlah jam yang ada di dinding kamar tidur nya.


Setelah iya melihat jam tersebut. Ia pun mulai berbicara lagi pada Galang.


"Ya ampun kak, ternyata udah jam pulang kerjanya kakak ya."


"Iya dek makannya kakak pengen masuk ke rumah, emang kamu tidur jam berapa dek. Jangan bilang kamu..." Kata Galang yang belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun harus terpotong oleh ucapan Viona yang tiba - tiba itu.


"Hem... iya bener kakak mau bilang kaya gitu. Tapi setelah kamu bilang sendiri akhirnya kakak tau kalau kamu nggak lewatin shalat asar. Ya udah dek buka sekarang ya pintunya. Kakak udah pengen masuk nih." Kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Iya kak, kalau gitu adek sekarang pergi untuk bukain pintu ya."


"Iya dek jangan lama. Kakak tutup telponnya ya."


"Iya kak" kata Viona menjawab ucapan Galang.


Setelah itu telpon pun di matikan oleh Galang.


Viona lalu bergegas pergi meninggalkan kamarnya untuk membuka pintu.


Tap... Tap...


Suara langkah kaki yang di keluarkan dari Viona kini telah sampai di depan pintu. Tanpa menunggu lama lagi Viona pun membuka kunci pintu tersebut.


Cekrek... cekrek...

__ADS_1


Dua kali kunci di putar, hingga setelah itu Viona pun mulai membuka pintu secara perlahan demi perlahan.


Saat pintu telah terbuka sempurna. Terlihatlah Galang yang sedang berdiri menahan kesal karena Viona lama membuka pintu untuknya.


"Lama bener sih dek, buka pintu aja sampai lama kaya gini."


"Lama apa sih kak, ini baru lima menit loh belum lima jam. Masa udah di bilang lama. Dan ya satu lagi adek kan tadi dari kamar kak. Nggak mungkin dong dalam waktu lima detik adek udah bisa buka pintu nya. Iya nggak ucapan aku itu."


"Terserah mu aja lah dek. Awas kakak mau langsung masuk. Kamu halangin jalan aja." kata Galang pada Viona dengan menyuruh Viona untuk memberikan ia jalan untuk bisa masuk ke dalam rumah.


"Lah ko gini sih kak. Adek nggak halangin jalan, di kiri kanan adek aja masih kosong kak. ko malah minta adek pergi sih. Kakak nyebelin, nyesel aku bukain pintu untuk kakak."


"Nggak usah nyesel dek, percuma juga kamu nyesel kamu kan udah bukain pintu buat kakak."


"Ya justru karena itu kak, adek nyesel karena adek udah bukain pintu untuk kakak. Hem... ya udah deh lupain aja. Tapi kak ko kakak malah mau ke dapur sih bukannya seharusnya kakak langsung ke atas aja ke kamar kakak." kata Viona yang heran melihat Galang yang melangkahkan kaki menuju dapur.


"Emangnya nggak boleh gitu dek, kalau kakak pergi ke dapur dulu sebelum ke kamar kakak."


"Bukan nya nggak boleh kak, tapi aneh aja ko bisa kakak malah ke dapur. Mau apa emangnya kak?"


"Kepo kamu dek, suka - suka kakak dong mau ke dapur dulu kek, langsung ke atas kek terserah kakak kan. Jadi..." kata Galang yang dipotong ucapannya oleh Viona.


"Hem... iya deh iya terserah kakak. Ya udah kalau gitu adek langsung ke atas lagi ya kak." kata Viona yang memotong ucapan Galang.


"Cuman itu aja dek"


"Ya iya kak, apalagi coba."


"Kamu nggak mau tanya gitu. Kakak ke dapur mau ngapain?"


"Nggak kak soalnya tadi aja adek tanya kakak malah jawab nya kaya gitu. Jadi buat adek nggak pengen tanya lagi ke kakak. Ya udah kak adek ke atas dulu ya."


"Ya udah sana, ke atas aja." kata Galang dengan juteknya menjawab ucapan Viona.


"Oke kak" kata Viona yang langsung pergi meninggalkan Galang setelah ia menutup pintu terlebih dahulu.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2