Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Merasa Lelah


__ADS_3

Dengan terpaksa dan sangat terpaksa Galang mulai menghentikan acara menonton Vidio nya itu.


Kalau ia tidak menghentikannya bisa - bisa ia dapat hukuman dari boss baru nya itu.


Dan yang paling Galang takuti ia bisa kehilangan perkerjaan nya saat ini.


Maka dari itu Galang pun mulai pergi dari kantin. Setelah ia membayar semua yang ia pesan pada ibu kantin.


"Bu" kata Galang yang saat ini telah ada di hadapan ibu kantin.


"Iya" kata ibu kantin menjawab ucapan Galang.


"Saya mau membayar semua makanan yang saya pesan bu. Semua nya jadi berapa ya bu?" kata Galang memberitahukan tujuannya memanggil ibu kantin.


"Oh... pesenan nya ya, bentar ibu hitung dulu." kata ibu kantin yang saat ini mulai menghitung satu persatu pesanan yang Galang pesan.


"Iya bu" kata Galang menjawab ucapan ibu kantin. Lalu ia pun mulai menunggu sampai ibu kantin selesai menghitung jumlah harga yang harus ia bayar yang saat ini sedang ibu kantin hitung.


Satu menit telah berlalu ibu kantin pun mulai memberitahukan total harga nya pada Galang.


"Ini silahkan bisa di liat dulu" kata ibu kantin menyerahkan hasil hitungannya pada Galang.


"Iya biar saya liat dulu bu" kata Galang yang langsung ingin melihat total harganya.


"Silahkan" kata ibu kantin menjawab ucapan Galang.


Kemudian Galang mulai melihat total jumlah harganya. Tak lama setelah ia melihat ia pun mulai mengeluarkan dompet nya dan mengambil beberapa lembar uang untuk membayar makanan nya ini.


Setelah ia mengambil uang nya ia mulai memberikan uang tersebut pada ibu kantin.


"Ini bu uang nya" kata Galang yang menyerahkan uang pada ibu kantin.


"Oh iya, satu, dua, tiga lembar ya. Bentar ibu ambil kembaliannya." kata ibu kantong yang telah menerima uang dari Galang dan meminta Galang juga untuk menunggu.

__ADS_1


"Nggak usah bu, biar buat ibu aja. Kalau gitu saya permisi dulu ya bu. Udah abis soalnya jam istirahat nya juga." kata Galang seketika berucap pada ibu kantin sebelum ibu kantin pergi mengambil uang kembalian untuk dirinya.


"Oh gitu, ya udah makasih ya" kaya ibu kantin menjawab ucapan Galang.


"iya bu" kata Galang menjawab ucapan ibu kantin dan kemudian ia pun mulai pergi melangkahkan kaki nya menunju ruang kerja nya kembali.


Saat telah sampai di ruang kerja nya. Galang mulai duduk di kursi nya dan mulai membaca hasil pekerjaannya yang ada di komputer.


Hingga tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat karena tanpa di sadari jam pulang kerja pun telah tiba.


Tepat pukul empat sore satu persatu pekerja mulai bersiap - siap untuk pulang.


Begitu pun dengan Galang yang saat ini sedang merapikan meja kerja nya dan memasukan beberapa dokumen untuk ia kerjakan di rumah.


Setelah dua menit Galang mulai mematikan komputer nya terlebih dahulu dan saat di pastikan komputer sudah mati dan meja sudah kembali rapi.


Galang pun pergi melangkahkan kakinya untuk pulang.


"Em... meja udah rapi, komputer udah mati, kursi udah di rapi in, dokumen udah aku masukin. Terus apa lagi ya?"


"Jangan - jangan udah sedikit terganggu lagi"


"Tapi terganggu apa ya?"


"Em... ya udah deh dari pada terus bicara kaya gini lebih baik langsung pulang buat menghemat waktu."


"Jam berapa ya sekarang" kata Galang yang mulai melihat jam di handphone nya.


"Ya ampun udah jam empat lewat. Gawat nih harus cepet, yang ada ntar malah nggak di izinin masuk sama mamah. Bisa berabe nanti." kata Galang seketika panik saat ia telah melihat jam di handphone nya.


"Bener, bener banget harus cepet - cepet." kata Galang yang seketika langsung pergi melangkahkan kakinya dengan tergesa.


"Ayo Galang lebih cepet lagi. Ayo, ayo kejar waktu nya jangan sampai habis. Semangat, semangat poko nya harus semangat." kata Galang menyemangati diri nya sendiri di dalam hatinya yang saat ini sedang berjalan tergesa - gesa.

__ADS_1


"Bahkan karena saking fokus nya ia mengejar waktu. Ia tak menyadari bahwa di depan nya ada Rendi yang ia lewati jalannya begitu saja tanpa menyapa atau apalah itu.


Tetapi Galang malah berjalan tanpa menghiraukan keberadaan Rendi.


"Ayo Galang cepet, ayo bentar lagi kamu nyampe di luar kantor ko." kata Galang di dalam hatinya lagi setelah melewati Rendi.


Sementara Rendi yang di buat kesal karena sikap Galang sempat ingin berteriak memarahi Galang.


Namun ia urungkan niat itu karena saat ini sudah bukan waktu nya lagi ia memarahi Galang karena ia malas untuk berhadapan dengan Galang di saat tubuh nya sudah mulai lelah seharian ini terus - menerus membaca dan menandatangani dokumen.


Hingga Galang seperti mendapatkan sebuah kelonggaran tersendiri dari amarah nya saat ini.


Namun di dalam hati Rendi masih sempat meluapkan kemarahan nya ini terhadap sikap Galang.


"Ini orang ko bisa - bisa nya bersikap nggak sopan kaya gini sama aku. Kalau saja aku tak merasa lelah udah ku marahin dan tegur sikap nya ini." kata Rendi di dalam hatinya yang sedang marah terhadap sikap Galang untuk nya barusan.


"Nggak sopan banget lagi. Untung aja aku lagi lelah kalau nggak abis kamu ku hukum." kata Rendi lagi di dalam hatinya.


"Sabar Rendi sabar kamu masih butuh dia bukan, untuk deketin adek nya dan mengenal deket adek nya. Hem... bener juga sih. Dia kan kakak gadis aneh itu." kata Rendi pada dirinya sendiri yang menenangkan amarahnya itu.


"Hem... sekarang gadis aneh itu lagi apa ya? ko jadi kangen gini sih." kata Rendi seketika malah mengingat Viona.


"Gadis aneh kamu lagi apa? terus kabar kamu gimana saat ini? ah... Rendi kamu ini ya ko tanya kaya gitu. Siapa yang mau jawab coba. Ada - ada aja sih." kata Rendi pada dirinya sendiri yang bertanya - tanya mengenai Viona saat ini.


"Hem.. iya juga sih nggak tau siapa yang jawab."


"Tapi ko aku malah kepikiran gadis aneh itu lagi ya. Walau pertanyaan nya umum kaya gitu. Namun sangat berarti buat aku."


"Ah... jadi kang..." kata Rendi yang tak lagi meneruskan ucapannya karena ia malah mendengar suara seseorang memanggil nya.


"Tuan mari silahkan masuk" ya seseorang itu adalah Bayu yang telah membuka kan pintu untuk Rendi setelah Rendi berada di luar kantor.


"Eh... iya Bay, makasih" kata Rendi menjawab ucapan Bayu sambil ia pun mulai masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2