
Beberapa menit kemudian mamah Reni mulai kembali menanam bunga - bunga yang belum ia tanam tadi.
Yang tersisa kurang lebih tiga bunga yang belum mamah Reni tanam.
Mamah Reni lalu mulai mengambil satu bunga untuk ia tanam. Setelah bunga selesai di tanam. Mamah Reni mulai mengambil bunga yang lainnya.
Dan ini berlangsung sampai semua bunga selesai di tanam oleh mamah Reni.
Begitu bunga telah selesai di tanamin. Mamah Reni sangat senang dan puas dengan hasil tanaman yang ia taman itu.
Walau merasa capek tapi mamah Reni sangat senang karena hasil akhirnya tidak mengecewakan.
Lalu mamah Reni mulai menyalakan keras air untuk menyiram bunga yang ia tanam barusan.
"Tumbuh subur ya bunga, biar makin banyak tanamannya dan jangan lupa buat berbunga yang indah." kata mamah Reni sambil menyiram bunga - bunga nya.
Itu lah mamah Reni ia memang selalu seperti ini. Ketika ia selesai bertanam pasti akan berbicara pada tanamannya itu.
Seolah - olah tanaman itu adalah seseorang yang harus ia ajak bicara.
Mungkin ada yang seperti mamah Reni saat bertanam. Namun ada juga yang tidak melakukan hal yang di lakukan mamah Reni tersebut.
Karena semua itu tergantung karakter orang terhadap sesuatu yang ia senangi. Karena mamah Reni menyukai bunga hingga ia mengaggap bahwa bunga itu harus ia rawat dengan baik salah satunya dengan berbicara pada bunga tersebut.
Seperti memberikan harapan dan keinginan untuk bunga itu bisa bertumbuh dengan baik dan subur.
Maka tak heran jika hal itu dilakukan oleh mamah Reni.
Setelah mamah Reni selesai menyiram bunga - bunga itu. Mamah Reni yang tubuh nya sedikit kotor karena menanam.
Kini mulai pergi dari tempat tersebut. Untuk membersihkan tubuhnya pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
Tap... tap...
Langkah kaki mamah Reni yang mulai memasuki rumah pun terdengar.
Tak lama setelah itu mamah Reni kini telah sampai di depan kamar nya.
__ADS_1
Lalu mamah Reni mulai membuka pintu kamar nya perlahan demi perlahan hingga pintu itu terbuka dengan sempurna.
Ketika pintu itu telah terbuka sempurna tanpa menunggu lama lagi mamah Reni langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup kembali pintu kamarnya.
Setelah itu ia mulai masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit kotor ini.
Sementara di rumah Viona saat ini. Ia yang mendapatkan hukuman dari mamah Vina barusan menjadi tak bisa berbuat apa - apa lagi. Hanya bisa pasrah menerima hukuman dari mamah Vina.
"Huh... di hukum lagi di hukum lagi. Vio, Vio sabar ya nasib mu selalu kena hukuman mulu. Hem... ini lah aku yang selalu dapat hukuman." kata Viona pada dirinya sendiri. Lalu ia mulai menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Karena saat ini ia sedang berada di kamar nya.
"Tapi yang ini sih yang paling lama. Huh... ini semua gara - gara aku ketemu sama abang - abang nyebelin itu deh. Nasib ku jadi gini. Kalau kemarin nggak ketemu sama tuh abang - abang nggak bakal deh aku kena hukuman."
"Awas aja deh kalau misalnya ntar aku ketemu sama abang - abang itu lagi. Aku kasih pelajaran sama abang - abang itu."
"Eh... tapi kemarin wajah abang - abangnya ganteng juga. Terus badannya itu... argh... jadi... pengen apa ya. Vio jangan aneh - aneh deh kamu."
"Tapi walaupun badan nya bagus dan wajah nya ganteng aku tetep nggak suka sama sikap nya. Apaan kaya gitu sikap nya. Bikin sebel orang, apa susah nya coba tinggal bilang 'Iya aku maafin kamu' kan gampang paling - paling di tambahin gini 'Jangan kamu ulangi lagi' bilang kaya gitu kan gampang. Tapi tuh abang - abang malah mempersulit gitu. Kaya nya susah dan mahal bilang maafin juga."
"Dasar abang - abang nyebelin" kata Viona yang malah emosi.
"Ah... jangan di pikirin mau berdengung kek nggak kek nggak ada urusan sama aku."
"Em... sekarang enak nya ngapain ya. Biar nggak bosen gini diem terus - menerus di kamar."
"Mana nggak boleh keluar rumah selama tiga Minggu lagi."
"Di tambah harus diem Mulu di kamar. Keluar kalau ada perlu aja."
"Bener - bener seperti hukuman ya berat. Bisa - bisa aku jadi nggak kenal orang nih lama - lama di suruh diem mulu di kamar. Ckckck..."
"Eh... tapi masa iya nggak akan kenal lagi sama orang. Lebay banget sih kaya nya aku ini."
"Em... jam segini enak kali ya tidur. Iya deh aku tidur aja."
Saat Viona telah selesai berucap seperti itu. Tak lama ia mulai menutup kedua matanya perlahan demi perlahan.
Hampir saja Viona tertidur dengan begitu pulas nya. Namun harus terbangun kembali saat ia mendengan ada seseorang yang memanggilnya di luar kamarnya.
__ADS_1
"Adek"
"Adek"
"Adek"
Tiga kali Viona mendengar tiga kata itu. Hingga suka tak suka ia mulai membuka lagi mata nya. Dan ia pun mulai menyadarkan diri terlebih dahulu karena ia terbangun begitu saja.
Kalian juga pasti tahu bagaimana rasanya saat kita sudah ingin terhanyut dalam tidur kita. Tapi malah tiba - tiba kita di bangun kan yang akhirnya kita pun merasa kan hal yang tak bisa di ungkapkan dengan kata - kata.
Karena mau marah juga keadaan kita masih belum memungkinkan dan yang bisa kita lakukan hanya menyadarkan diri kita terlebih dulu.
Lalu setelah itu kita pun bisa mulai marah pada orang yang membangunkan kita. Tapi itu semua tergantung sama kita nya karena ada juga yang nggak marah saat di bangunkan tiba - tiba seperti itu.
Namun kebanyakan orang akan marah ketika di bangun kan saat kita ingin bener - bener tertidur.
Begitu pun dengan Viona saat ini. Iya juga sempat marah - marah tapi nggak terlalu keras marah - marah nya dan hanya terdengar oleh dirinya sendiri.
"Argh... siapa sih panggil - panggil di saat aku udah mau tidur. Em... sebelnya, sebel... sebel..."
"Jawab dulu kali ya. Hem... iya deh jawab dulu. Tarik nafas huh... tarik nafas huh."
"Hem kita langsung mulai jawab panggilannya."
"Iya ada apa?"
"Buka pintu nya, ini mamah mau bicara sama kamu."
"Untung aja nggak marah - marah jawab panggilannya. Kalau marah bisa - bisa aku dapet hukuman dari mamah."
"Selamet... selamet... sekarang langsung buka pintu dulu deh. Dari pada ntar mamah malah teriak - teriak lagi."
Setelah berkata seperti itu Viona mulai bangkit berdiri dari tempat tidurnya dan setelah berdiri ia pun mulai melangkah kan kaki nya menunju ke pintu kamar nya.
Tak menunggu lama ia kini sudah sampai di depan pintu dan mulai ingin membuka pintu tersebut.
To be continued
__ADS_1