Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Buat Orang Emosi


__ADS_3

"Bawel banget sih bapak - bapak ini. Pengen ku buat... em... nggak jadi deh ntar malah kenapa - kenapa lagi tuh bapak nya kan bisa berabe." kata Viona di dalam hatinya sangat kesal dengan ucapan pengendara itu.


"Eh... kamu ya malah bengong kaya gitu lagi. Cepet laju in motor mu." Kata pengendara itu lagi pada Viona. Hingga membuat Viona ingin marah secara langsung pada pengendara itu.


Namun tak terjadi karena Viona akhirnya menyadari bahwa semua itu tak ada gunanya.


Yang ada bukannya cepat selesai melainkan tak akan selesai - selesai.


Jadi Viona memutuskan untuk menjawab ucapan pengendara itu secara singkat.


"Iya pak" kata Viona sambil melajukan motornya.


"Dari tadi kek jalan nya, ini malah buat orang emosi dulu baru laju in motor nya." Kata pengendara itu lagi ketika Viona sudah melakukan motornya. Namun masih terdengar oleh Viona ucapan pengendara itu.


"Tuh bapak ya malah bicarain aku terus lagi. Bikin kesel aja." Kata Viona ketika ia telah mendengar ucapan pengendara itu.


"Semoga aku nggak akan ketemu tuh bapak lagi. Udah nyebelin, ngomel - ngomel dan malah terus menerus nyalahin aku lagi. Nggak deh nggak mau ketemu bapak - bapak itu lagi. Cukup sekali aja ketemu orang kaya gitu." Kata Viona lagi di dalam hati nya.


Sekarang Viona mulai fokus melajukan motor nya untuk mencegah hal serupa terjadi lagi pada dirinya.


Hingga rasa bosan yang sempat ia rasakan sekarang sudah mulai ia hilangkan.


"Em... setelah ketemu orang kaya bapak - bapak tadi aku mulai nggak bosan lagi nih."


"Ada manfaatnya juga tuh bapak bicara kaya gitu ke aku tadi."


"Jadi nggak bosen lagi aku. Hem... mungkin karena saat ini jalan sudah mulai lancar juga hingga membuat aku jadi nggak terlalu bosan."


"Tapi kemana bapak - bapak tadi ya, ko nggak keliatan." Kata Viona yang melihat ke kaca spion nya.


"Eh... ya ampun ko aku malah ingin ketemu lagi sih sama tuh bapak - bapak. Bukannya tadi aku bilang nggak mau ketemu lagi. Tapi malah aku cari in barusan. Ya ampun Vio, Vio kamu ya ada - ada aja." Kata Viona lagi pada dirinya sendiri.


Tak terasa jalanan pun kini mulai kembali lancar lagi.


Viona yang terjebak kemacetan sudah bisa melajukan motor nya dengan lancar tanpa harus berhenti lagi.


"Akhirnya nggak terjebak macet lagi"


"Lega nya, tapi kenapa bisa macet ya?" Kata Viona yang masih penasaran dengan kemacetan yang terjadi saat ini.


"Apa aku tanyain aja kali ya, biar nggak penasaran kaya gini." kata Viona lagi.


"Hem iya deh aku tanyain"


"Kebetulan ada yang lagi duduk di sana. Aku tanya ke dia aja deh."

__ADS_1


Kemudian motor Viona pun melaju ke tempat seseorang yang akan Viona tanyakan mengenai kemacetan ini.


"Permisi mba boleh saya duduk di sini." kata Viona yang telah turun dari motor nya dan kini sedang berada di hadapan mba - mba.


"Oh boleh silahkan" kata mba nya menjawab ucapan Viona dengan ramah.


"Makasih mba" kata Viona menjawab ucapan mba nya.


"Iya" kata mba nya menjawab ucapan Viona.


Hening tak ada lagi yang bicara, sampai satu menit kemudian baru lah Viona mulai mengeluarkan suara nya lagi.


"Em... mba" kata Viona memanggil mba nya.


"Iya" kata mba nya menjawab ucapan Viona.


"Boleh saya tanya sesuatu ke mba nya" kata Viona lagi pada mba nya.


"Boleh mau tanya apa?" kata mba nya menjawab ucapan Viona.


"Em... itu anu mba, em... gimana ya saya ingin tanya ke mba. Mba udah lama duduk di sini." kata Viona yang awalnya ragu untuk bertanya.


"Oh mau tanya itu, tapi kenapa harus ragu gitu. Iya saya udah lama duduk di sini." kata mba nya pada Viona.


"Sebelum kemacetan saya udah duduk di sini"


"Kebetulan kalau gitu mba"


"Kebetulan apa?"


"Saya mau tanya lagi ke mba nya, jadi gini mba saya sebenernya penasaran kenapa bisa ada kemacetan di jam segini."


"Oh jadi karena itu"


"Iya mba, kalau boleh tau kenapa bisa macet ya mba?"


"Em... tadi ada kecelakaan motor sama motor gitu yang berlawanan arah. Terus tiba - tiba ada mobil yang melaju kencang hingga akhirnya membuat kemacetan total gitu."


"Oh gitu ya mba, tapi nggak ada korban kan mba"


"Ada dua orang yang luka - luka, barusan baru di bawa ke rumah sakit dan beruntung nggak ada korban yang sampai meninggal."


"Oh gitu ya mba, tapi nggak parah kan mba luka - luka nya."


"Kurang tau juga soalnya memang keliatannya sih hanya tangan aja yang ada darah tadi yang saya liat. Selebihnya saya nggak tau."

__ADS_1


"Hem gitu ya mba, kalau gitu makasih buat informasi mba."


"Iya sama - sama"


Tak lama setelah itu Viona pun mulai melangkahkan kaki pergi untuk menaiki motornya kembali. Setelah ia berpamitan terlebih dulu pada mba nya.


Ketika ia telah menaiki motornya kembali. Ia pun mulai melajukan motornya.


Beberapa menit kemudian Viona akhirnya sampai di depan rumah nya.


Tok... Tok...


Suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Viona pun terdengar oleh mamah Vina yang sedang duduk di kursi saat ini.


"Siapa ya itu?" kata mamah Vina pada dirinya sendiri.


Tak lama setelah Viona mengetuk pintu. Ia pun mulai mengeluarkan suara nya.


"Assalamualaikum mah, ini adek udah pulang buka pintu nya mah." kata Viona pada mamah nya sedikit keras karena ia berada di luar rumah.


"Oh ternyata adek, aku kira siapa tadi!" kata mamah Vina lagi pada dirinya sendiri.


Kemudian ia pun mulai menjawab ucapan Viona itu.


"Wa'alaikumussalam, iya dek tunggu sebentar" kata mamah Vina menjawab ucapan Viona.


Viona yang mendengar suara dari mamah nya pun akhirnya menunggu sampai mamah nya membuka pintu untuk dirinya masuk.


Dua menit kemudian pintu rumah telah terbuka dengan sempurna.


"Ko lama dek pulangnya" kata ini lah yang mamah Vina keluarkan ketika ia membuka pintu untuk Viona.


"Em... itu mah tadi adek kejebak macet" kata Viona menjawab ucapan mamah Vina.


"Oh gitu, tapi ko bisa macet dek jam segini."


"Soalnya ada kecelakaan gitu mah, akhirnya adek pulang lama deh ke rumah nya."


"Hem... gitu, kecelakaan apa gitu dek?"


Viona pun lalu memberitahukan kembali apa yang ia ketahui tadi dari mba nya pada mamah Vina tanpa melebihi dan mengurangi informasinya sama sekali.


"Jadi gitu mah kecelakaan nya, hingga buat kemacetan total yang akhirnya adek pulang agak lama. Maaf ya mah adek pulangnya nggak tepat waktu." kata Viona yang telah mengakhiri ucapannya itu mengenai kecelakaan tadi pada mamah Vina.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2