Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Merasa Kecewa


__ADS_3

"Hem... gak usah deh pak, soalnya saya udah mau keluar juga. Kalau gitu mari semua nya." kata pak Juna yang saat ini telah turun dari angkutan umum.


"Iya pak" kata mereka semua hampir bersamaan.


"Ya... pak Juna ini ko malah ngehindar dari pertanyaan saya sih." kata pak Beni yang merasa kecewa karena pertanyaannya belum sempat di jawab oleh pak Juna.


Pak Juna yang akan menuruni angkutan umum sempat mendengar ucapan pak Beni untuk nya. Tetapi tak ia jawab karena bisa di lihat saat ini pak Juna sudah keluar dari angkutan umum.


Namun siapa sangka saat pak Juna berada di depan pintu masuk angkutan umum. Ia berbalik arah menghadap ke dalam angkutan umum dan lalu mengeluarkan suaranya untuk menjawab ucapan pak Beni.


"Maaf pak Beni bukan saya mau menghindar tapi karena saya memang harus pulang. Rumah saya aja udah deket dari sini. Jadi maaf ya atau pak Beni ingin saya jawab pertanyaannya itu tapi mungkin pak Beni harus turun juga bersama saya biar banyak waktu untuk menjawab ucapan pak Beni ini." kata pak Juna pada pak Beni.


"Em... nggak usah deh pak Juna. Saya hanya bercanda aja tadi maaf saya juga salah buat pak Juna jadi jawabnya seperti ini pada saya." kata pak Beni merasa nggak enak setelah mendengar jawaban pak Juna.


"Hem... santai aja pak Beni saya juga bercanda ko. Hahaha... hahaha... aduh maaf, maaf brother keceplosan. Aduh nggak bisa berhenti lagi ini ketawa maaf ya. Dah semuanya. Assalamualaikum." kata pak Juna seketika malah mengejutkan semua orang.


Dan yang paling terkejut adalah pak Beni ketika pak Juna menjawab ucapannya malah seperti ini.


"Dasar ya pak Juna ini ku kira beneran tadi. Eh... pas di anggap serius dia malah bilang bercanda malah ketawa lagi kaya gitu. Bikin hati makin emosi aja di buat nya. Wa'alaikumussalam." kata pak Beni berkata pada semua orang dengan emosi setelah pak Juna sudah pergi melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya.


Namun walau dalam keadaan emosi ucapan salam dari pak Juna masih sempat ia jawab di akhir kalimat yang ia katakan untuk semua orang.


Sementara semua orang yaitu Galang, pak Santo dan pak Bagas mereka bertiga telah menjawab salam dari pak Juna lebih dulu sebelum pak Beni meluapkan emosi nya itu.


"Wa'alaikumussalam" kata mereka bertiga hampir bersamaan.


Dan selain itu mereka bertiga pun sempat tertawa juga saat mendengar ucapan spontan dari pak Juna saat menjawab ucapan pak Beni yang diiringi dengan tertawa lepas itu.


"Hahaha... Hahahaha... Haha..." ini lah suara tawa dari ketiga nya yang bersatu menjadi kekompakan.

__ADS_1


Namun tertawa lepas itu tak berlangsung lama saat mereka bertiga mendengar luapan emosi yang di keluarkan pak Beni barusan.


Hingga mereka bertiga lalu menghilangkan tawa mereka itu.


"Em... pak Beni maaf kami malah ikut tertawa seperti ini." kata pak Santo mewakili Galang dan pak Bagas mengucapkan maaf atas tindakan mereka ini yang malah kompakan menertawakan juga.


"Iya pak Santo santai aja. Saya nggak papa ko dan ini memang kesalahan saya karena saya kira pak Juna itu beneran. Eh... saya malah tertipu. Jadi gini deh keadaannya." kata pak Beni setelah meredakan amarahnya menjawab ucapan pak Santo.


"Alhamdulillah kalau pak Beni tak marah." kata pak Santo menjawab ucapan pak Beni.


"Iya pak, Eh... iya pak bentar lagi rumah bapak sampai ya." kata pak Beni menjawab ucapan pak Santo sambil bertanya juga mengenai rumah pak Santo.


"Iya pak bentar lagi. Bapak mau ikut mampir" kata pak Santo menjawab ucapan pak Beni.


"Em... lain waktu aja pak Juna, udah sore juga saya takut di marahi pulang terlalu sore kaya gini." kata pak Beni menjawab ucapan pak Santo.


"Ya udah pak mungkin lain waktu ya pak harus di agendakan main ke rumah saya. Pak Galang sama pak Bagas juga ya. Nanti kapan - kapan main juga ke rumah saya atau mau hari ini langsung main ke rumah saya." kata pak Santo menjawab ucapan pak Beni sambil ia juga bertanya pada Galang dan pak Bagas.


"Iya pak Santo saya juga nggak bisa, lain waktu saya juga mungkin bisa main ke rumah bapak." kata pak Bagas menjawab ucapan pak Santo juga.


"Baik lah kalau gitu saya permisi ya. Jangan lupa buat siapin waktu untuk bermain ke rumah saya. Assalamualaikum." kata pak Santo menjawab ucapan pak Bagas dan Galang sambil ia juga berpamitan pada mereka bertiga.


"Iya pak, waalaikumussalam" kata mereka bertiga kurang lebih berkata seperti ini untuk menjawab ucapan pak Santo.


Setelah mendengar jawaban dari ketiga nya pak Santo lalu keluar dari angkutan umum.


Ketika pak Santo telah membayar uang angkutan umum nya. Ia lalu mulai pergi menuju rumah nya.


Dan angkutan umum mulai melaju lagi. Kini tersisa pak Beni, Galang dan pak Bagas yang masih ada di dalam angkutan umum.

__ADS_1


Mereka bertiga mulai melanjutkan lagi mengobrol nya sampai dimana pak Bagas pamit juga karena rumah nya sudah sampai.


"Em... pak Galang sama pak Beni saya pamit duluan ya. Mau ikut mampir juga pak Beni sama pak Galang nggk." kata pak Bagas pada pak Beni dan Galang.


"Nggak pak mungkin lain waktu" kata Galang menjawab ucapan pak Bagas.


"Em... iya pak Bagas mungkin lain waktu saya juga mampir nya ya." kata pak Beni menjawab ucapan pak Bagas.


"Oke bapak - bapak jangan lupa aja ya siapin waktu nya. Assalamualaikum." kata pak Bagas menawan ucapan pak Beni dan Galang.


"Iya pak, waalaikumussalam" kata Galang dan pak Beni secara bersamaan.


Tak lama setelah itu pak Bagas pun keluar dari angkutan umum dan saat ini yang tersisa hanya ada pak Beni dan Galang yang masih berada di dalam angkutan umum bersama beberapa orang penumpang lainnya.


"Eh... iya pak Galang turun di mana?" kata pak Beni bertanya pada Galang.


"Itu pak bentar lagi setelah di belokan depan itu jalan menuju rumah saya." kata Galang menjawab ucapan pak Beni.


"Oh yang di komplek itu ya pak" kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


"Iya pak yang di komplek nya. Bapak pernah ke sana." kata Galang menjawab ucapan pak Beni sambil bertanya juga.


"Kebetulan pak Galang salah satu keluarga saya juga ada yang tinggal di komplek itu. Jadi saya dulu suka main ke sana. Tapi beberapa bulan ini belum main lagi ke sana." kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


"Oh gitu ya pak, em... lain waktu mampir juga pak ke rumah saya." kata Galang menajawb ucapan pak Beni sambil menawarkan juga pada pak Beni untuk berkunjung ke rumahnya.


"Boleh pak Galang nanti pas waktu saya main ke rumah pak Galang saya juga mau main lagi ke rumah keluarga saya itu. Jadi biar sekalian soal nya undah lama nggak ke sana jadi kangen juga pada mereka." kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


"Iya pak boleh nanti kabarin lagi aja ya bisa nya kapan." kata Galang pada pak Beni.

__ADS_1


"Oke pak siap" kata pak Beni menjawab ucapan Galang.


To be continued


__ADS_2