Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Siram Bunga


__ADS_3

Mamah Reni yang di lihat oleh Siti dan bibi sempat gugup. Karena lihat tatapan mereka berdua ini terhadap dirinya.


"Em... anu... em... bibi sama Siti udah selesai beresin makanan nya." kata mamah Reni pada Siti dan bibi.


"Belum Nya, tapi sedikit lagi juga selesai Nya. Ayo nak agak cepetan beres - beresnya." kata bibi menjawab ucapan mamah Reni dan berkata juga pada Siti.


Siti yang mendapatkan perkataan dari mamah nya pun langsung menjawab ucapan mamah nya itu.


"Iya mah, ini juga Siti cepet ko mah beresin nya"


"Hem... ya udah lebih cepet lagi nak"


"Iya mah" kata Siti menjawab ucapan mamahnya dengan singkat.


"Bi"


"Iya nya"


"Ada yang bisa saya lakuin untuk bantu bibi beresin ini semua."


"Nggak ada nonya biar sama bibi dan Siti aja yang beresin nya aja Nya."


"Hem... gitu ya bi, padahal bi saya ini bosen kalau nggak ngapa - ngapain." kata mamah Reni menjawab ucapan bibi.


"Gitu ya nya, gimana kalau nyonya nonton televisi aja. Biar nggak bosen Nyoya nya."


"Nonton televisi ya bi, boleh juga sih bi. Tapi kalau masih pagi gini suka kurang seru acara televisinya bi. Em... saya bantu bibi aja deh biar nggak bosen."


"Em... gitu ya nya, gimana kalau nyonya istirahat aja di kamar nyonya."


"Lagi pengen bantuin bibi saya hari ini. Dan kalau istirahat masa harus pagi - pagi gini sih bi. Em... kalau gitu biar saya siram bunga aja di belakang. Bunga yang di belakang belum di siram kan bi."


"Belum Nya tapi lebih baik bar bibi atau Siti aja Nya yang siram bunga nya."

__ADS_1


"Ga usah bi biar saya aja" kata mamah Reni menjawab ucapan bibi dan ia pun langsung melangkahkan kaki meninggalkan bibi dan Siti saat ini untuk menuju ke belakang rumah untuk menyiram bunga - bunga yang ada di sana.


"Nya biar Siti aja yang siram Nya ya" kata Siti seketika menawarkan diri nya yang akan menyiram bunga pada mamah Reni yang sedang melangkahkan kakinya itu.


"Nggak usah Siti biar saya aja. Saya lagi bosen dan pengen lakuin sesuatu. Jadi kamu bantuin mamah mu aja kerjain pekerjaan yang lain. Biar saya aja yang nyiram bunga hari ini."


"Tapi... Nyo..."


"Udah nggak papah Siti. Sana kamu bantuin mamah mu lagi." kata mamah Reni memotong ucapan Siti tanpa ingin di bantah lagi ucapannya oleh Siti.


"Ba...ik Nya" kata Siti yang mau tidak mau menyetujui ucapan mamah Reni.


Dengan langkah yang tenang dan santai mamah Reni mulai pergi ke belakang rumah.


Sementara Siti ia mulai kembali lagi membantu mamahnya yang sedang membereskan meja makan.


"Mah nyonya baik ya, padahal kan di sini nyonya bisa duduk - duduk aja tanpa pusing harus bantuin ini itu yang di lakukan sama kita. Bukannya kita di sini bekerja untuk beliau tapi beliau malah pengen bantu kita." kata Siti yang telah berada di samping mamah nya.


"Hem... iya juga sih mah. Semenjak aku bantuin mamah disini perlakuan Nyonya memang selalu seperti ini. Padahal beliau bisa aja nggak peduli sama pekerjaan kita. Tapi beliau malah keliatan sengaja nggak ingin memberatkan kita bekerja di sini."


"Iya nak, ya udah sekarang kamu mau cuci piring dan gelas nya atau mau mengelap meja makannya."


"Cuci piring dan gelas nya aja mah."


"Ya udah nih bawa sekalian piring sama gelas nya buat kamu cuci. Mamah mau ngelapin meja nya."


"Iya mah siap" kata Siti menjawab ucapan mamahnya dengan memberikan hormat.


Tak lama setelah itu Siti mulai membawa piring dan gelas itu ke tempat pencucian. Dan kini mereka berdua sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing.


Bibi yang sedang mengelap meja makan dan Siti yang sedang sibuk mencuci piring dan gelas nya.


Sementara mamah Reni ia pun telah sampai di belakang rumah dan mulai menyalakan keran untuk menyiram bunga - bunga.

__ADS_1


Saat menyiram bunga mamah Reni yang bosan kini mulai tidak bosan lagi. Apa lagi ia melihat berbagai macam bunga yang berwarna - warni ini yang terlihat segar dan cantik apalagi ketika ia menyiram bunga tersebut.


Tidak terlihat lagi layu melainkan kembali menjadi indah saat di pandang oleh mata.


Dan kegiatan menyiram ini sangat mamah Reni nikmati di setiap hal nya. Baik dari awal ia menyiram bunga sampai ia pun telah selesai menyiram bunga nya.


Kenapa bisa seperti itu? entahlah tapi yang jelas rasa bosan yang di rasakan mamah Reni bisa hilang seketika saat ia menyiram bunga.


Bahkan tak hanya itu rasanya ia tak ingin pergi dari tempat ini. Apalagi saat bunga - bunga yang ia siram ada yang ingin mekar dengan sempurna.


Walaupun belum sempurna keindahan bunga itu masih terlihat sangat indah saat dilihat nya.


"Ah... jadi betah di sini. Apalagi liat bunga - bunga ini. Em... ngapain lagi ya di sini biar agak lama berada di sini nya." kata mamah Reni pada dirinya sendiri sambil memikirkan hal yang bisa ia lakukan untuk tetap berada di tempat ini.


Sampai tak lama kemudian mamah Reni mulai menemukan ide untuk tetap berada di tempat ini.


"Em... gimana kalau aku tanam bunga aja dulu di sini. Ini kan bisa buat aku masih lama berada di sini. Hem... bener juga ya, ya udah deh aku cari bunga yang bisa aku tanam dulu deh." kata mamah Reni yang telah menemukan ide nya itu dan ia mulai mencari bunga yang bisa ia tanam di tempat lain.


Dua menit kemudian mamah Reni akhirnya menemukan tanaman yang bisa ia tanam kembali.


Lalu mamah Reni mulai mengambil alat - alat yang digunakan untuk menanam bunga tersebut.


Karena alat - alat untuk menanam bunga tidak berada jauh dari tempat ini. Mamah Reni pun kini telah memegang alat - alat tersebut.


Dan tanpa menunggu lama mamah Reni mulai menanam satu demi satu bunga yang telah ia ambil untuk di tanam kembali.


Walau ada rasa lelah saat menanam bunga tersebut. Tetapi mamah Reni masih semangat untuk terus menanam lebih banyak bunga lagi di tempat ini.


Sampai tak terasa udah lebih dari lima bunga yang telah di tanam oleh mamah Reni saat ini.


Hingga membuat mamah Reni mulai istirahat sejenak untuk menghentikan kegiatan menanam nya itu. Dan akan ia lanjutkan lagi setelah istirahat nya telah selesai ia lakukan.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2