
Beberapa menit kemudian Rendi pun telah selesai melihat dan membaca semua dokumen yang Galang berikan.
Sekarang Rendi mulai mengeluarkan suara nya untuk membahas mengenai dokumen tersebut.
"Saya sudah selesai melihat dan membaca dokumen kamu ini. Dan saya akui pekerjaan kamu memang baik dan sangat teliti. Karena ketika saya baca tak ada yang keliru atau pun salah. Em... jadi saya akan mendatangani dokumen mu ini." kata Rendi pada Galang dan langsung mendatangani dokumennya tanpa berpikir dua kali untuk mendatangani nya.
"Iya pak terimakasih" kata Galang yang mendengar perkataan Rendi untuk nya.
Setelah Rendi selesai mendatangai dokumennya, ia pun langsung memberikan dokumen itu lagi pada Rendi.
"Ini dokumen kamu sudah saya tanda tangani dan kamu bisa langsung kembali untuk melanjutkan pekerjaan mu itu. Tapi nanti ketika jam istirahat kamu datang lagi ke sini saya mau bicara sama kamu. Silahkan kembali ke pekerjaan mu." kata Rendi pada Galang sambil memberikan lagi dokumen Galang.
"Baik pak, saya permisi dulu dan makasih dokumen saya sudah bapak tanda tangani." kata Galang menjawab ucapan Rendi.
"Iya" kata Rendi menjawab ucapan Galang dengan singkat.
Setelah itu Galang mulai pergi meninggalkan ruangan Rendi. Tak lupa ketika Galang sudah berada di luar ruangan Rendi. Ia pun menyapa sekretaris Reta terlebih dulu sebelum pergi ke ruangan kerja nya lagi.
Sekretaris Reta yang sedang sibuk dengan pekerjaannya menjawab terlebih dulu ucapan Galang. Lalu kembali lagi sibuk pada pekerjaannya setelah ia melihat Galang sudah tak terlihat lagi.
Karena Galang sudah berada di dalam lift dan sekarang Galang tinggal menunggu lift berhenti di lantai ruang kerjanya.
Ting...
Lift pun berhenti. Lalu pintu lift terbuka dengan sendirinya dan Galang langsung keluar dari dalam lift dan melangkahkan kaki menuju ruangannya.
Tap... Tap...
Perlahan demi perlahan langkah kaki itu terdengar dan tak lama kemudian langkah kaki itu berhenti di depan ruangan Galang.
__ADS_1
Setelah langkah kaki itu terhenti. Galang pun mulai membuka pintu ruanganya.
Ceklek...
Pintu terbuka dengan sempurna. Lalu Galang mulai memasuki ruangannya dan pergi menuju kursi tempat kerjanya. Setelah ia menutup kembali pintu ruangannya itu.
Di lihat kembali lah komputer yang ada di hadapannya saat ini. Dan tanpa menunggu lama Galang kini mulai fokus kembali pada pekerjaannya yang sempat tertunda karena harus meminta tanda tangan boss pada dokumennya barusan.
Satu jam telah berlalu dan kini Galang menghentikan sejenak apa yang sedang ia lakukan saat ini.
Karena ia mulai merasa pegal apalagi tangannya yang sedari tadi tak henti - henti mengetik kan huruf demi huruf menjadi sebuah kata. Dan kata demi kata menjadi sebuah kalimat.
Setelah itu kalimat demi kalimat pun akhirnya menjadi sebuah paragraf. Dan ini semua sangat - sangat membuat tangan, leher, mata dan badan menjadi pegal.
Tetapi yang lebih pegal dari itu adalah tangannya yang terus menerus mengetik tanpa henti selama satu jam tadi.
"Huh... pegel nya, apalagi ini tangan kaya yang mati rasa pegel banget."
"Hem... iya deh berhenti dulu." kata Galang yang sedari tadi berbicara pada dirinya sendiri.
Galang pun mulai mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk bersandar pada kursi yang sedang ia duduki saat ini.
Sambil merentangkan tangannya ke depan, samping kiri kanan nya dan atas kepalanya.
Bahkan tak hanya itu Galang malah memejamkan matanya karena saking capek dan pegelnya Galang sampai lupa malah tertidur.
Sepuluh menit kemudian Galang pun terbangun dari tidur nya itu. Ia masih menyadarkan diri untuk kembali menormalkan keadaannya yang baru bangun tidur.
"Em... jam berapa sekarang ya, Eh... ko aku malah tidur sih. Galang, Galang kebiasaan kamu ini selalu tidur. Ckckck... gimana kalau nanti ada yang datang terus kamu di marahi karena ketiduran saat bekerja. Galang, Galang kamu ceroboh sekali sih." kata Galang yang sudah mulai sadar sepenuhnya dari bangun tidur nya itu.
__ADS_1
Galang kemudian melihat jam yang ada di dinding ruangan nya karena ia males buat menyalakan handphone.
Hingga ia lebih memilih melihat jam yang ada di dinding. Ketika ia melihat jam ia pun baru menyadari bahwa ia tertidur sekitar sepuluh menit lama nya.
"Hem... jam segini ya, aku kira udah lebih. Eh... ternyata baru jam segitu tapi tadi kalau nggak salah aku tidur dari jam segini sampai jam sekarang itu berarti aku tertidur sekitar sepuluh menit. Hem... cukup lama juga aku tidur." kata Galang setelah melihat jam yang ada di dinding.
"Tapi kalau di pikir - pikir lagi kenapa nggak lama sekalian ya aku tidur nya. Mungkin satu jam atau lebih gitu aku tidur nya. Eh... malah sepuluh menit kaya gini. Kayanya lain hari aku harus tidur lebih dari sepuluh menit deh." kata Galang pada dirinya sendiri bahkan ia pun merencanakan sesuatu hal yang ia lakukan saat ini untuk di lakukan di lain hari yang akan datang.
"Ckckck... Galang, Galang kamu kira ini kantor punya bapak mu apa? mau tidur seenak nya kaya gitu." kata Galang lagi yang mulai menyadari bahwa rencana nya itu tidak baik.
"Bahkan anak yang punya kantor ini pun tak seperti apa yang kamu pikirkan. Ini kamu yang bukan siapa - siapa di kantor ini berani buat rencana seperti itu. Ya ampun Galang punya nyali juga kamu." kata Galang pada dirinya sendiri.
"Hem... bener juga ya ko aku bisa seberani itu mau bikin rencana ingin tidur lebih dari sepuluh menit. Ya ampun Galang jangan pikirin rencana itu lagi karena semua itu nggak akan terjadi. Walaupun terjadi mungkin itu keberuntungan untuk mu. Keberuntungan jika kamu tidur tak ketahuan boss mu tapi ketika sebaliknya. Yang ada kamu malah langsung kehilangan pekerjaan mu ini." kata Galang lagi.
"Em... berutung aku langsung menyadarinya sebelum aku lakukan rencana itu. Kalau nggak menyadari bisa - bisa aku... ah... lupain deh."
"Eh... bicara terus - terusan kau gini jadi bikin haus, minum dulu aja deh." kata Galang yang langsung mengambil gelas yang ada di samping meja kerjanya.
Dan tak lama setelah ia memegang gelas itu ia pun mulai meminum air yang ada di dalam gelas tanpa ada yang tersisa sedikit pun.
Mungkin karena Galang saat ini sedang benar - benar haus karena terlalu berbicara banyak pada dirinya sendiri.
Membuat ia menghabiskan air dalam gelas dengan satu tegukan saja.
"Akhirnya udah nggak haus lagi. Em... kayanya aku haus bener sampai habis kaya gini airnya." kata Galang sambil mengangkat gelas yang telah ia minum airnya saat ini.
"Ckckck... haus pak, sampai segini nya minum. Galang, Galang efek bangun tidur dan efek bicara banyak membuat kamu jadi kaya gini. Minum aja sampai gelas pun tak di izinin buat menampung air walau setetes pun itu."
"Ah... ya ampun lebay banget sih aku ini." kata Galang mengakhiri ucapannya itu.
__ADS_1
To be continued