Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Menolak Permintaan


__ADS_3

"Ada, ini kamu orang nya" kata Galang sambil menunjuk Viona.


"Lah ko bisa gitu" kata Viona tak terima dengan jawaban Galang itu untuk nya.


"Ya pokoknya bisa dek" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Aneh tau nggak sih kakak ini. Ya udah sana kak pergi dari kamar adek." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil meminta Galang untuk keluar dari kamar nya.


"Kakak pengen di sini juga, eh... udah di suruh pergi. Bentar masih pengen di sini." kata Galang menolak permintaan Viona.


"Mau ngapain di sini kak, bukannya aku juga udah tau permintaan kakak dan plus udah setuju juga. Kenapa masih pengen di sini." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Ya suka - suka kakak dong mau di sini lebih lama kek nggak kek itu terserah kakak." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan santai.


"Ya tapi buat aku terganggu tau nggak sih kak." kata Viona pada Galang.


"Emang kakak ganggu kamu apa? perasaan nggak ganggu apa - apa ko." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan sebuah pertanyaan.


"Itu sih menurut kakak kalau menurut aku beda lagi." kata Viona langsung menjawab ucapan Galang.


"Tak apa kalau menurut kamu itu beda tapi yang jelas kakak masih pengen di sini."


"Ya ampun kak kalau kakak masih di sini kapan aku lanjutin baca nya. Yang ada kalau kakak terus - terusan ada di kamar adek. Adek nggak akan baca lagi. Ah... jangan gini dong kak." kata Viona menjelaskan tujuan ia meminta Galang untuk keluar dari kamar nya.


Galang yang mendapatkan ucapan dari Viona ini tak menghiraukan sama sekali karena justru Galang makin enggan untuk keluar dari kamar adek nya.


Dan bisa kalian lihat kini Galang mulai tiduran lagi di tempat tidur Viona. Ini sangat membuktikan bahwa Galang tak ingin keluar dari kamar Viona.


"Kak kenapa tidur lagi di sini?" kata Viona mengeluarkan suaranya lagi setelah melihat Galang kini tidur di tempat tidur nya.

__ADS_1


Tetapi ucapannya itu tak di jawab lagi oleh Galang.


"Kak ih... aku tuh lagi bicara sama kakak loh ini. Ko kaya bicara sama hantu nggak ada jawaban sama sekali." kata Viona pada Galang setelah Viona menunggu Galang menjawab ucapnya tapi tak ada sama sekali.


"Anggap aja kaya gitu dek biar cepet." kata Galang akhirnya menjawab ucapan Viona. Namun jawabannya Galang ini malah membuat Viona mulai ingin membuktikan ucapan Galang barusan pada dirinya benar atau tidak.


"Hem... gitu ya, oke kalau kakak setuju kakak ini hantu. Baiklah aku akan langsung buktikan bener atau ngggak kalau kakak ini hantu." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Silakan kamu buktikan dek." kata Galang seperti menantang ucapan Viona barusan pada dirinya itu.


"Oke akan adek buktikan, tapi setelah adek buktikan kakak jangan marah sama adek." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Hem... iya" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan singkat.


Viona yang telah mendengar jawaban persetujuan dari Galang mulai ingin membuktikan bahwa kakak nya ini hantu atau bukan.


Viona yang masih dengan posisi duduk melipatkan kedua kaki nya kini mulai meluruskan kedua kakinya.


Belum sempat kaki Viona sampai di tubuh Galang. Galang yang sedang tiduran sempat kaget dan emosi dengan tingkah Viona ini.


"Eh... dek kamu mau apa? itu kaki kamu kenapa di lurusin gitu." kata Galang yang melihat tingkah Viona pada dirinya saat ini.


"Ini aku lagi buktiin kak kalau kakak ini hantu atau bukan. Gimana sih kak? tadi katanya silahkan, giliran aku mau buktiin ko malah di bilang kaya gitu. Ckckck... kakak, kakak." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Ya tapi nggak dengan cara kaya gini juga dong dek. Nggak sopan tau nggak sih. Masa iya tubuh kakak mau kamu simpan kaki kamu di atas nya. Itu perbuatan nggak baik." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Lah tadi kata kakak silangkan ya aku bukti in nya dengan cara ini lah biar cepet. Soalnya tau nggak sih kak?" kata Viona menghentikan ucapannya agar Galang bisa menjawab ucapannya.


"Mana kaka tau." kata Galang menjawab ucapan Viona.

__ADS_1


"Tapi kakak pengen tau nggak karena apa?" kata Viona menawarkan pada Galang apakah Galang ingin mengetahui ucapannya itu apa tidak sama sekali.


"Em... kalau di bilang pengen ada rasa penasaran tapi kalau di bilang nggak pengen terus kepikiran." kata Galang menjawab ucapan Viona tanpa kepastian.


"Lah terus kakak inginnya kaya gimana?" kata Viona akhirnya menanyakan kembali keinginan Galang.


"Entahlah kakak juga nggak tau" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ih... aneh deh. Ya udah deh biar adek kasih solusi aja. Adek langsung kasih tau kakak. Gimana kakak setuju nggak?" kata Viona pada Galang.


"Hem... terserah kamu aja dek"


"Oke"


Lalu Viona mulai mengeluarkan suaranya untuk memberitahukan kenapa ia melakukan hal tersebut pada Galang.


"Jadi gini kak tadi kan kakak bilang kalau kakak ini hantu. Nah berhubung hantu kan nggak bisa di sentuh. Jadi aku mau buktiin dengan meluruskan kedua kaki ku ke tubuh kakak. Apa kah nanti nya kaki ku ini bisa tembus atau nggak di tubuh kakak. Kalau tembus kan itu artinya kakak beneran hantu tapi kalau nggak artinya kakak bukan hantu." kata Viona menjelaskan tujuan ia melakukan hal itu untuk Galang.


Galang yang mendengar penjelasan dari Viona mulai menjawab ucapan Viona.


"Hem... bisa aja kamu dek tapi kan bisa dengan cara yang lain dek jangan dengan cara yang kamu barusan lakuin, nggak sopan itu tuh dek." kata Galang memprotes ucapan Viona.


"Sebenernya sih adek juga tau kak hal yang barusan itu memang nggak sopan. Tapi karena adek ingin sekalian buat kakak agar keluar dari kamar yang adek lakuin hal itu. Nanti tuh kan adek mikirnya kakak marah sama adek terus nanti setelah kakak marah ke adek. Besar kemungkinan kakak pergi dong dari kamar adek. Jadi adek nggak perlu repot - repot lagi minta sama kakak buat pergi dari kamar adek." kata Viona menjawab ucapan Galang cukup panjang.


"Ya ampun dek kamu jahat bener sama kakak. Sampai mau segitu nya biar kakak bisa keluar dari kamar kamu." kata Galang yang tak percaya dengan ucapan yang ia dengar dari Viona barusan.


"Ya mau gimana lagi kak? aku aja tadi udah minta sama kakak tapi jawaban kakak masih pengen disini. Ya udah deh aku terpaksa lakuin ini." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Terpaksa sih terpaksa, apa nggak ada cara lain gitu nggak harus pake cara kaya gini. Kamu ya dek bikin emosi aja." kata Galang menjawab ucapan Viona.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2