
Setelah Viona pergi meninggalkan Galang. Galang kemudian mengata - ngatain Viona.
"Dek, dek kamu ya malah pergi. Bukannya tanya lagi kek atau bujuk gitu. Ini mah boro - boro. Padahal tadi aku bicaranya jutek kaya gitu ke adek tapi ko malah pergi ya. Seharusnya kan adek bujuk aku biar nggak jutek bicara nya atau nggak apa gitu biar..." Kata Galang yang berbicara sendiri. Namun, harus terpotong oleh suara seseorang yang tiba - tiba terdengar sangat keras.
"Adek denger loh kak, barusan kakak ngata - ngatain adek. Oh... jadi kakak ku ini mau di bujuk sama adek nya. Hem... tapi sayang nya adek nya nggak peka ya kak. Kakak tau nggak karena apa adek nya nggak peka?"
Ya suara seseorang itu adalah suara Viona yang ternyata ia hanya berpura - pura pergi meninggalkan Galang. Namun, di saat Galang berbalik tak melihatnya yang pergi meninggalkannya itu. Viona kemudian melangkahkan kakinya secara pelan - pelan untuk kembali mendekati kakak nya dan bersembunyi di balik tubuh kakak nya.
"Lah adek kan udah pergi ke atas. Ko suaranya kedengaran sangat keras gitu." Kata Galang yang terheran - heran dengan suara yang ia dengar saat ini.
"Ckckck... kakak... kakak..." Kata Viona lagi pada Galang.
"Bener nih suaranya ko makin dekat. Apa jangan - jangan..." Kata Galang yang kemudian membalikan tubuhnya untuk memastikan bahwa suara yang ia dengar berasal dari Viona atau bukan.
Viona yang melihat Galang ingin membalikan tubuhnya. Kemudian ia pun menutupi wajahnya dengan rambut nya.
Saat Galang telah membalikan tubuhnya. Seketika ia pun mulai berbicara lagi.
"Han... Han... Han... apa ya? ko jadi mendadak lupa. Tapi bentar, bentar kalau ini hantu tapi ko kaki nya nggak keatas ini malah sebaliknya. Jadi ini siapa?" kata Galang setelah membalikan tubuhnya.
"Ya ampun kak ini tuh adek bukan hantu." kata Viona kemudian meperlihatkan wajahnya yang tertutup rambut nya itu.
"Oh ini kamu dek, kakak kira beneran hantu. Eh... tapi ko kamu ada di sini bukannya tadi kamu udah pergi ya." kata Galang menjawab ucapan Viona dan bertanya juga pada Viona.
"Bisa dong kak, adek kan bisa tiba - tiba ada di tempat yang adek inginin. Jadi kalau hal seperti ini mah gampang kak. Buktinya sekarang adek ada di sini kan." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Caranya kaya gimana dek bisa seperti itu?"
"Ya rahasia dong kak, ntar kalau adek kasih tau ke kakak yang ada kakak malah ikut - ikutan pake cara itu. Terus yang ada ntar adek jadi nggak bisa pake cara itu lagi deh buat..." kata Viona yang seketika di potong ucapannya oleh Galang.
"Ya udah dek jangan di kasih tau aja sekalian. pusing kakak bicara sama kamu." kata Galang yang memotong ucapan Viona.
"Hem... jadi ceritanya kakak sekarang marah ke adek."
"Nggak ko kakak nggak marah"
"Beneran nggak marah"
"Iya dek beneran"
"Ya udah kalau kakak nggak marah. Sekarang boleh tanya dong ke kakak."
"Mau tanya apa?"
__ADS_1
"Adek mau tanya soal uang taruhan kak. Kapan mau kakak kasih ke adek. Adek udah nunggu lama nih pengen pegang uangnya." kata Viona pada Galang.
"Hem... masih ingat aja nih adek. Aku kira bakalan lupa. Eh... malah nggak lupa sama sekali." kata Galang di dalam hatinya.
"Kak ko malah diem sih bukannya jawab ucapan adek. Ini malah diem, ntar kesambet loh kak karena diem kaya gitu." kata Viona berkata lagi pada Galang karena melihat Galang yang malah terdiam dan seperti enggan menjawab ucapannya.
"Apaan sih dek malah bilang kesambet lagi. Nggak akan lah kakak nggak akan kesambet." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Ya kan siapa tau gitu kak karena kakak diem terus. Eh... kakak malah kesambet."
"Hem... terserah kamu lah dek."
"Ih... kakak suka gitu. Ya udah kalau gitu kapan nih kak, adek dapet uang hadiah taruhannya."
"Nanti" hanya satu kata inilah yang Galang ucapkan untuk Viona.
"Nanti nya kapan kak?"
"Ya nanti deh kalau kakak inget baru kakak kasih."
"Kalau gitu sekarang aja kak. Kakak kan sekarang udah inget jadi sekarang aja di kasih ke adek nya. Ya kak ya sekarang."
"Nanti ya nanti dek tau nanti kan itu artinya apa?"
"Hem... tau kak ya artinya nanti."
"Kenapa nggak sekarang aja sih kak?"
"Sekarang kakak lagi sibuk."
"Sibuk apa kak? dari tadi aja kakak diem ko nggak ngapa - ngapain apanya yang bisa di bilang sibuk."
"Kamu nggak tau dek kalau sekarang kakak itu memang lagi sibuk."
Lalu Viona pun menjawab ucapan Galang hanya dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Beneran nggak tau dek"
"Hem... iya kak"
"Ya udah kalau gitu bagus kamu nggak tau."
"Ih... ko kakak makin nyebelin sih. Nyesel dua kali aku malah temuin kakak lagi."
__ADS_1
"Jangan nyesel - nyesel gitu dek. Ntar uangnya nggak akan kakak kasih ke kamu." kata Galang pada Viona.
"Kalau beneran kakak nggak akan kasih uangnya. ntar aku minta ke mamah buat kakak sekalian nggak perlu bawa mobil lagi ke kantor nya. Mau hukuman kakak udah selesai kek itu nggak akan mempengaruhi kalau kakak akan bawa mobil lagi ke kantornya." kata Viona mengancam Galang jika Galang tak memberikan uang taruhan pada dirinya.
"Jadi dek, kamu nih ngancam kakak."
"Bisa di bilang kaya gitu."
"Ya udah iya kakak akan kasih uang nya jangan bilang ke mamah tapi."
"Oke ini baru yang aku suka karena kakak setuju keinginan aku. Kalau gitu aku langsung ke atas ya kak." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Kamu nggak mau temenin kakak dek" kata Galang sebelum Viona melangkahkan kakinya.
"Temenin apa kak?"
"Ya temenin kakak disini."
"Em... setelah adek pikir - pikir kayanya adek nggak akan temenin kakak deh. Jadi maaf ya kak adek mau langsung ke atas aja."
"Tega bener sih dek, temenin kakak lah. Ya temenin, nanti ke atasnya bareng sama kakak aja." kata Galang yang masih membujuk Viona untuk menemani dirinya.
"Hem... temenin apa?"
"Temenin makan"
"Lah emangnya kakak belum makan."
"Belum dek nggak sempet makan tadi."
"Kenapa nggak sempet makan kak?"
"Soalnya kakak sibuk kerja dek, jadi lupa deh sama makan."
"Lain kali jangan kaya gitu kak, walaupun sibuk harus ada waktu buat makan. Ntar kakak sakit lagi, kan kakak nanti nggak bisa kerja." kata Viona mengingatkan Galang untuk tak melakukan hal itu lagi di lain waktu.
"Iya dek iya ini yang terakhir kakak nggak akan ulangin lagi. Makasih ya udah ingetin kakak."
"Bener ya kak nggak akan di ulangin lagi."
"Iya dek beneran, kakak nggak akan ulangi lagi." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Adek pegang loh ucapan kakak ini. Awas kalau sampai di ulangi lagi. Ntar adek..." kata Viona yang seketika di potong ucapannya oleh Galang.
__ADS_1
"Iya, iya kakak nggak akan ulangi lagi." kata Galang yang memotong ucapan Viona.
To be continued