Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Perasaan Aneh


__ADS_3

"Tuan maaf saya lama beli minum nya" kata seseorang yang memanggil orang itu.


"Iya nggak papa Bay dan ya saya kan udah pernah bilang sama kamu kalau kita di luar rumah dan nggak ada orang lain di sekitar kita kamu jangan panggil saya tuan."


"Tapi tuan..."


"Nggak ada tapi - tapi Bay, kamu harus turutin dan nggak ada penolakan, oke."


"Saya nggak berani tuan takut kebiasaan panggil tuan dengan hanya bang saja. Itu sangat tidak sopan."


"Tapi kan saya yang suruh kamu panggil saya kaya gitu. Jadi nggak perlu terlalu di pikirin panggil aja sesuai dengan yang saya katakan sama kamu."


"Tuan saya..."


"Kamu denger nggak sih Bay barusan saya bilang apa ke kamu."


"Maaf bang saya salah"


"Hem, ya udah sini duduk temenin saya."


"Tapi... tuan saya nggak berani."


"Saya bilang kan duduk emang kamu nggak pegel apa berdiri terus kaya gitu."


"Pegel tuan em... maksudnya bang tapi saya cukup sadar diri saya nggak berani duduk di samping abang."


"Ya udah kalau kamu nggak mau tapi jangan bilang ntar kamu malah pegel karena terlalu banyak berdiri."


"Tidak akan bang"


"Oke"


Setelah itu seseorang itu pun mulai membuka minum yang telah di belikan Bayu supir pribadinya yang menemani ia sejak kehilangan seseorang hingga membuat ia menjadi enggan untuk mengenal cinta.


Dan sejak itu lah Bayu selalu menemani nya menjadi teman curhatnya juga. Mungkin karena Bayu ini sosok yang baik karena datang di saat ia membutuhkan seseorang untuk menceritakan rasa sedih nya dan mendengar serta memberikan solusi untuk setiap masalah yang ia hadapi.


Hingga membuat Rendi nama seseorang itu, Dan ya seseorang itu bernama Rendi Alexander seseorang yang mengalami trauma atau lebih tepatnya sulit untuk melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya.


Karena seseorang pernah menorehkan luka pada hatinya itu sampai saat ini belum ada yang bisa mengobati rasa sakit itu.


Namun ada perasaan aneh saat ia mendapatkan senderan dari gadis aneh barusan. Itu seperti rasa yang sulit ia percaya dan yakini apa mungkin dia sudah mulai menginginkan sosok seseorang lagi untuk mengisi hatinya yang kosong setelah penghianatan dari cinta pertama nya itu.

__ADS_1


Apa lagi semenjak ia duduk, lalu mengingat kejadian yang terjadi barusan saat gadis aneh itu tiba - tiba menyender di bahunya. Lalu berkata padanya yang dia kira dirinya adalah kakaknya.


Dan yang lebih ia pikirkan saat gadis aneh itu mulai ingin menyuapinya lalu bersembunyi di balik tubuh kakaknya dan terakhir berdebat dengannya.


Ini bahkan cuman membayangkan tapi sangat membuat Rendi selalu menerbitkan senyumnya saat semua kejadian demi kejadian barusan ia ingat - ingat kembali.


Membuat Bayu yang berada di samping nya menjadi aneh melihat tingkah majikannya ini.


Ingin rasanya ia langsung bertanya mengapa majikannya ini malah senyum - senyum nggak jelas seperti ini.


Tapi semua itu tidak ia tanyakan karena takut malah mengganggu sesuatu yang membuat majikannya ini bahagia.


Sampai di mana ia mendengar suara majikan nya itu bertanya pada nya.


"Bay menurut kamu kalau kita sebagai laki - laki ketemu sama perempuan terus kita malah selalu tersenyum saat mengingat semua hal yang terjadi saat pertemuan itu. Kira - kira menurut kamu itu perasan apa ya?"


"Em... mungkin laki - laki itu tertarik atau bisa juga mulai menyukai perempuan itu bang."


"Tapi kalau seperti yang kamu bicarakan itu bisa jadi bener. Namun karakter perempuannya itu sangat luar biasa Bay kamu tau nggak karakternya seperti apa perempuan itu."


"Em... nggak tau bang saya kan nggak ketemu sama perempuannya" kata Bayu menjawab ucapan Rendi apa adanya.


"Iya bang mari abang duluan." kata Bayu menyetujui ucapan Rendi sambil memberikan jalan untuk Rendi lewati.


Tak lama setelah Bayu mempersilahkan jalan untuknya Rendi. Lalu Rendi mulai berdiri dari duduk nya barusan dan mulai melangkahkan kaki nya.


Sementara Bayu ia sebelum menyusul Rendi melangkahkan kaki juga sempat berbicara dalam hatinya.


"Ini bang Rendi kenapa aneh ya pertanyaannya, maksudnya bertemu perempuan itu apa ya? apa bang Rendi barusan ketemu perempuan seperti itu. Ah... ya udah deh jangan terlalu di pikirin. Aku langsung jalan aja dek takutnya ntar bang Rendi udah keburu masuk mobil lagi. Kan nggak enak kalau masih berdiri disini." itulah kata yang Bayu keluarkan di dalam hatinya.


Kemudian Bayu mulai melangkahkan kaki menyusul Rendi yang lumayan cukup jauh dari dirinya saat ini.


Dengan tergesa - gesa akhirnya Bayu bisa menyusul Rendi walau ia masih berada di belakang Rendi namun ini jauh lebih baik dari yang tadi.


"Bay ko baru keliatan dari mana aja" kata Rendi yang melihat Bayu baru berada tepat di belakangnya.


"Nggak dari mana - mana ko bang tadi Bayu malah melamun jadi nggak fokus waktu abang bilang mau pergi."


"Oh gitu ya, saya kira kamu pergi kemana dulu tadi karena saya tadi belum melihat kamu ada di belakang saya."


"Maaf bang saya salah karena nggak fokus saat abang bicara sama saya tadi."

__ADS_1


"Udah Bay santai aja kaya sama siapa kamu nih."


"Tapi tetep aja bang Bayu merasa bersalah."


"Ya udah kalau gitu kamu hilangin rasa bersalahnya karena saya udah maafin kamu."


"Iya bang makasih"


"Hem" kata Rendi menjawab ucapan Bayu dengan deheman saja.


Hingga tak terasa Rendi dan Bayu mereka berdua telah sampai di mobil yang akan mereka gunakan saat ini untuk pulang ke rumah Rendi.


Tanpa menunggu lama Bayu mulai membuka kan pintu untuk Rendi. Namun belum sempat Rendi membuka kan pintu untuknya Rendi sudah terlebih dahulu melarang Bayu.


"Mau kemana Bay?"


"Mau buka in pintu buat abang."


"Nggak usah Bay biar saya buka sendiri aja. Sekarang kamu langsung masuk ke kursi mu sana."


"Tapi bang saya..."


"Nggak ada tapi - tapi Bay, ayo sana kamu masuk."


"Bang jangan kaya gini saya jadi nggak enak ini kan tugas saya."


"Di enakin aja Bay, sana jangan banyak bicara masuk Bay."


"Kalau gitu abang duluan yang masuk nanti Bayu masuk nya setelah abang masuk."


"Hem... iya deh terserah kamu Bay."


Lalu Rendi mulai membuka pintu mobil dan setelah pintu mobil terbuka Rendi pun kini telah duduk dengan nyaman di dalam mobil.


Tak lama setelah itu Bayu juga melakukan hal yang sama masuk ke dalam mobil dan ketika sudah merasa nyaman dengan posisi duduknya.


Lalu ia mulai bertanya lagi pada Rendi untuk berangkat sekarang atau nanti.


Setelah mendapatkan jawaban dari Rendi mobil pun melaju meninggalkan taman tersebut.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2