
"Hem... maaf dek kakak lupa. Iya deh adek kakak ini cantik ko. Apalagi kalau bantuin kakaknya ini keliatan banget cantik nya." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Em... giliran di ingetin baru deh kakak inget kalau punya adek yang cantik kaya aku." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil mengingatkan Galang bahwa ia itu cantik.
"Iya deh kakak lupa kalau punya adek yang cantik kaya gini." kata Galang sambil mencubit salah satu pipi Viona.
"Aw... sakit tau nggak kak" kata Viona reflek berteriak namun tidak terlalu keras. Lalu mengelus - elus pipi yang di cubit nya itu.
"Masa sih padahal tadi kakak cubit nya nggak keras ko. Malah pelan deh kayanya." kata Galang tak percaya dengan respon Viona yang berteriak itu.
"Itu kan menurut kakak, tapi ini kan aku yang rasain kak. Sakit tau nggak." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Kalau kakak nggak percaya kakak bisa cubit juga pipi kakak sama diri kakak sendiri." kata Viona lagi pada Galang.
Galang yang mendengar perkataan Viona tanpa berpikir lagi langsung mendekatkan tangannya ke pipi nya sendiri.
Lalu tak lama setelah itu ia mulai mencubit pipinya itu dengan sedikit keras. Hingga ia pun reflek ingin berteriak juga.
Tetapi ia coba tahan untuk tak berteriak. Karena kalau ia berteriak yang ada Viona merasa bener sama ucapanya itu. Yang pada kenyataannya Galang akui cubitannya itu memang sakit.
"Gimana kak? sakit nggak cubitannya." kata Viona yang udah penasaran dengan jawaban Galang.
"Em... nggak sakit ko dek, biasa aja kamu nya aja yang lebay." kata Galang menjawab ucapan Viona.
Walau keadaan yang sebenarnya ia menahan rasa sakit atas cubitannya itu agar Viona tak curiga.
"Yakin kak nggak sakit. Coba aku yang cubit kalau gitu kak." kata Viona menjawab ucapan Galang dengan tak percaya sama sekali.
Bahkan ia mengajukan diri untuk mencubit pipi Galang untuk membuktikannya.
"Apa sih dek jangan gitu lah. Udah deh lupain aja sekarang lebih baik kamu langsung nyuci aja. Ntar kemaleman yang ada. Bisa - bisa selesainya lama." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil mengalihkan pembicaraan agar Viona tak mencubit pipinya.
__ADS_1
"Huh... kakak mah nggak adil. Hem... iya deh aku langsung nyuci aja." kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Oke adek, semangat ya" kata Galang menjawab ucapan Viona sambil memberikan semangat dengan salah satu tangannya.
"Hem... iya kak" kata Viona yang telah melangkahkan kaki menuju tempat pencucian piring dan gelas.
Sambil tak lupa Viona pun membawa piring dan gelas yang kotor nya itu.
Tapi sebelum Viona sampai ke tempat pencucian piring. Galang langsung mengambil alih piring dan gelas yang di bawa oleh Viona itu.
"Biar kakak aja dek yang bawa ke sana nya. Adek duluan aja ke sana." kata Galang menjawab ucapan Viona. Lalu memberikan jalan untuk Viona bisa melangkahkan kaki terlebih dahulu menuju tempat pencucian.
"Ko jadi baik gini kak, mau bantuin adek bawain ini semua." kata Viona yang merasa heran dengan sikap Galang ini terhadap dirinya.
"Ya ampun dek, kakak kan memang baik dek dari dulu juga. Kamu ya. suka pura - pura lupa gitu sama sikap kakak. Sakit nih hati kakak karena kamu lupain kebaikan kakak." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Maaf deh kak, ya udah kak yuk langsung di bawa aja piring sama gelas nya ke sana." kata Viona pada Galang.
"Hem iya dek" kata Galang menjawabnya singkat.
Ketika telah sampai Galang yang membawa gelas dan piring langsung menyimpan nya di tempat pencucian.
Setelah selesai menyimpan piring dan gelasnya Galang pun melangkahkan kaki lagi menuju meja makan.
Tapi sebelum itu Galang berucap terlebih dahulu pada Viona.
"Udah ya dek, kakak udah simpan semua piringnya disini. Sekarang kakak ke sana lagi ya." kata Galang pada Viona sambil menunjuk piring dan gelas yang ia simpan lalu ia pun menunjuk ke arah meja makan.
"Iya kak, makasih." kaya Vions menjawab ucapan Galang.
"Iya dek sama - sama. Nanti kalau kakak udah beresin semua yang ada di meja makan. Kalau kamu belum nyucinya kakak bantuin ko dek nyucinya." kata Galang pada Viona.
__ADS_1
"Hem iya kak" hanya kata itu lah yang bisa Viona keluarkan untuk menjawab ucapan Galang itu.
Galang yang mendengar ucapan Viona langsung pergi dan mulai merapikan meja makan untuk memindahkan makanan yang masih ada ketempat penyimpanan makanan.
Saat Galang sibuk dengan memindah mindahkannya itu. Viona pun sama sibuk dengan cuci mencuci nya.
Tak berapa kemudian meja makan telah rapi dan bersih. Galang yang melihat pekerjaannya ini telah selesai mulai pergi menemui Viona di tempat pencucian.
Saat telah sampai di dekat Viona Galang langsung berkata pada Viona yang sedang fokus dengan mencuci nya itu.
sampai Viona merasa terkejut mendengar ucapan Galang itu terhadapnya.
"Dek, udah selesai belum" kata Galang pada Viona.
"Eh... kak bikin kaget aja sih. Huh... huh... untung aku nggak punya penyakit jantung kak. Kalau nggak bisa - bisa aku udah di bawa ke rumah sakit deh." kata Viona yang terkejut menjawab ucapan Galang.
"Apaan sih dek penyakit jantung ko di bawa - bawa. Kamu ini ada - ada aja."
"Tapi memang bener juga kan kak ucapan aku itu. Kalau orang yang punya penyakit jantung di kagetin kaya begitu kan bisa aja langsung kambuh sakit jantung nya. iya nggak"
kata Viona menjawab ucapan Galang.
"Iya sih dek ucapan kamu bener tapi kan kamu nggak punya penyakit jantung. Jadi kakak tadi nggak bermaksud ngagetin kamu ko. Kakak kira kamu nggak lagi fokus sama cuci mencucinya. Eh... ternyata kakak salah situasi dan kondisi makan nya bisa buat adek kaget kaya tadi." kata Galang menjawab ucapan Viona.
"Hem iya kak adek maafin. Terus kakak kenapa ke sini emangnya kakak udah beres sama pekerjaan kakak yang di meja makan." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil bertanya juga pada Galang.
"Kamu bisa liat sendiri dek tuh meja nya kaya gimana." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil menunjuk meja makan untuk Viona liat saat ini.
Lalu Viona pun mulai melihat ke arah meja makan dan saat Viona melihat ke meja makan, benar saja di sana terlihat sudah rapi dan beres semuanya karena saat ini tak ada satu pun makanan ada di meja makan tersebut.
"Hem... enak ya kak kalau udah rapi kaya gitu di liatnya juga." kata Viona menjawab ucapan Galang.
__ADS_1
"Iya dek enak banget di liat nya." kata Galang menjawab ucapan Viona.
to be continued