Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Rehan


__ADS_3

Kehidupan Rehan semenjak di tinggalkan oleh Nesya berubah 180 derajat dimana dirinya sering marah-marah dan juga masuk kekantor seminggu sekali dan bahkan tidak sama sekali dan itu membuat Maria pusing karena dirinya harus mengurus cucu dan perusahaan sekaligus karena sang suami juga sedang sakit dan harus di rawat. Rehan lebih banyak menghabiskan waktunya di apartemen yang dulu Nesya tinggali dan kini Rehan sedang duduk di sofa sambil menikmati wine yang ia beli atau menyuruh anak buahnya untuk membelikannya dan terkadang Rehan juga menyuruh anak buahnya untuk menyewa wanita jalan untuk menyalurkan Hasrat namun tetap saja gagal karena dirinya terus kepikiran oleh Nesya karena sampai saat ini memang Rehan tak bisa melacak keberadaan Nesya dimana entah kenapa sepertinya Nesya menghidari dirinya agar tak bertemu kembali.


Bukan Rehan namanya jika ia mudah putus asak arena bagaimana pun Nesya harus tetap berada di sampingnya.”Sayang sebenarnya kamu kemana? Kenapa kamu tega meninggalkan aku padahal kamu sudah janji akan tetapi apa yang kamu lakukan,” ucapnya sambil memijit keningnya yang terasa agak pening.


Rehan menghela nafas panjang dan menatap hpnya yang tergeletak, Rehan pun meraihnya dan mencoba menghubungi nomor telepon Nesya namun hasilnya tetap saja nihil. Rasanya Rehan ingin membanting hpnya akan tetapi bunyi hpnya mengintrupsinya agar cepat mengangkat panggilan telepon dari sang mama.

__ADS_1


“Hallo ma, ada apa?” tanya Rehan.


“Rehan kamu ada dimana? Kenapa kamu tak pergi ke kantor, hari ini ada meeting penting. Ayolah Re, kamu jangan seperti ini terus kalau kamu kaya begini semuanya akan hancur Re,” ucap Maria dari seberang telepon.


Lagi dan lagi Rehan hanya menghela nafas beratnya,”Maafkan Rehan ma, Rehan akan pergi ke kantor sekarang,” ucap Rehan lalu mematikan panggilan teleponnya sepihak dan Rehan pun segera beranjak dari duduknya sambi meraih jas miliknya dan berjalan keluar apartemen.

__ADS_1


Nesya sedang berada di villa sendirian karena bibi pergi ke pasar untuk masak makan siang dirinya sedang melihat deburan ombak pantai dari balkon. Sedangkan Alex kembali bekerja sudah berangkat dari pagi, awalnya Nesya ingin ikut dan bekerja di tempat Alex dimana Alex telah menawarinya namun kini Alex tak memperbolehkan Nesya untuk bekerja.


“Hah! Jenuh rasanya sendirian hanya di rumah ingin sekali ia kembali bekerja akan tetapi Alex tetapi Alex tak memperbolehkan,” ucap Nesya pelan.


Kini Nesya juga perlahan menerime keberadaan Alex disisinya walaupun terkadang dirinya ingat dengan Rehan namun sebisa mungkin Nesya tak memperlihatkan di depan Alex karena tak mau membuat Alex sakit hati. Walau bagaimana pun Alex telah banyak menolongnya dan Rehan hanya bisa membuatnya sakit berkali-kali dan dirinya masih saja mau dengan Rehan. Memang sungguh aneh ya? Jika cinta sudah berbicara apa saja bisa dilakukannya, dan itu membuat Nesya tersenyum kecut kenapa dulu harus bertemu dengan Rehan dan harus meninggalkan Alex walaupun sesungguhnya Nesya juga belum mengenal jauh keluarga Alex karena dari dulu Alex tak pernah memperkenalkan kepadanya dan sesungguhnya kehidupan Alex seperti apa? Yang Nesya tahu Alex sangat baik dan perhatian kepadanya dan itu dulu yang membuatnya jatuh cinta pada Alex.

__ADS_1


Nesya menghela nafas panjang menatap langit,”Tuhan, aku sangat merindukan papa dan mama di kampung bagaimana keadaan mereka? Pasti mereka juga akan malu jika mengetahui aku yang sesungguhnya kaya gimana. Ma,Pa maafkan Nesya, maaf jika Nesya telah membuat kalian kecewa serta malu pada tetangga tapi suatu saat nanti Nesya juga akan buktikan kepada kalian dan semua orang kalau Nesya ini pasti bisa diandalkan, sekali maafkan Nesya ma, pa,” ucapnya dengan sedikit keras karena deburan ombak yang begitu keras maka tak akan ada orang yang bisa mendengarkannya.


__ADS_2