Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Alex


__ADS_3

Nesya yang masih terbaring di ranjang ruang UGD dengan peralatan yang menempel di badanya, dan bibi hanya bisa melihat dari kaca dan sampai saat ini belum ada perkembangan dari Nesya dan dokter masih berusaha melakukan yang terbaik untuk Nesya.


“Bagaimana dok keadaan nona Nesya? Apa dia baik-baik saja?” bibi bertanya pada dokter wanita yang baru saja selesai memeriksa Nesya.


Dokter wanita itu tersenyum dan memegang pundak bibi dengan pelan,”Ibu tenang saja karena nona Nesya sudah bisa melewati masa kritisnya dan kita tinggal menunggu sadar dan setelah sadar nanti baru akan kita pindahkan keruang rawat inap. Oh iya, apa saya bisa berbicara dengan laki-laki yang beberapa jam yang lalu berbicara dengan saya?” bibi itu pun mengangguk dan sangat senang mendapatkan kabar baik.


“Bisa dok, tapi untuk sekarang tuan sedang pergi nanti akan saya sampaikan kepada tuan untuk memenemui dokter,” ucap bibi dengan sopan.


“Baiklah, nanti suruh saja ke ruangan saya karena ada beberapa hal yang harus saya sampaikan kepada dia,” ucap dokter wanita itu lalu berpamitan kepada bibi dan setelah itu berjalan meninggalkan bibi yang masih berdiri di tempatnya.


Bibi segera mengeluarkan hpnya untuk segera menghubungi tuannya, ingin memberikan kabar baik pada tuannya jika nona Nesya sudah bisa melewati masa kritisnya.

__ADS_1


“Hallo tuan, ini bibi. Tuan, nona Nesya sudah berhasil melewati masa kritisnya dan kini tinggal menunggu nona sadar dan dokter tadi juga berpesan pada saya bahwa dokter ingin tuan menemuinya karena ada sesuatu yang harus di bicarakan pada tuan,” ucap bibi.


“Baiklah bi, tolong jaga Nesya dulu ya bi. Saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan dan nanti saya akan menemui dokter, bibi juga jangan lupa kabari saya jika terjadi sesuatu pada Nesya,” ucap Alex dari seberang telepon dan Alex juga memutuskan sambungan telepon dengan sepihak.


Sedangkan Kalina yang berada di dalam kamar dengan keadaan tangan terikat dan mulut yang kini sudah di bungkam agar tak teriak-teriak seperti tadi hanya bisa berusaha untuk melepaskan ikatan itu namun ikatan itu sangat kuat dan susah untuk di lepas.


“Emmm, tolong!” teriak Kalina namun tak terdengar dengan jelas karena kain yang menuntup mulutnya.


Kalina yang terbaring di ranjang hanya bisa berguling kesana kemari seperti cacing kepanasan dan itu semua di lakukan hanya sia-sia saja karena tak aka nada yang menolongnya. Kedatangannya ke Bali hanya membuatnya sial saja dan mengantarkan nyawanya pada kematian, sungguh miris bukan niatnya ingin menyingkirkan Nesya namun kini dirinya yang berada di sini di tempat neraka.


“Dasar sialan, brengsek. Awas saja jika aku sampai lepas dari sini maka kalian akan menerima akibatnya,” ucap Nesya dalam hati.

__ADS_1


Kalina hanya bisa mengeluarkan air matanya tanpa bersuara lagi, dirinya benar-benar sial. Kenapa harus berada di sini dengan tangan dan kaki terikat serta mulut yang harus di tutup seharusnya dirnya di villanya bersenang-senang karena telah membuat wanita itu pergi meninggalkan bumi ini dan dirinya bisa memiliki Rehan kembali.


Akan tetapi membahas tentang Nesya, Kalina baru terpikir jika laki-laki yang menculiknya tadi adalah calon suaminya maka Nesya selama ini membohongi Rehan dan buat apa Nesya harus bersama dengan Rehan jika sudah memiliki calon suami,”Dasar wanita ****** sialan,” umpatnya dalam hati.


Alex yang masih berada di dalam mobilnya menunggu kedatangan Alton, dan tak lama kemudian Alton datang dengan beberapa temannya yang sama-sama gila akan hal yang berhubungan dengan ***, dan Arthur pun segera keluar dari mobilnya.


“Bagaimana bro? Dimana wanita itu? Apa kami bisa menikmatinya sekarang,” ucap Alton tersenyum.


Alex hanya terkekeh ternyata sahabatnya ini benar-benar sudah kecanduan ***,”Santai, dia ada di dalam dan kamu bisa memakainya sesuka hatimu. Sekalian saja kamu bunuh saja, nanti jika sudah tewas maka kita bawa ke keluarganya biar saja keluarganya merasakan hal yang sangat memilukan karena ulah anaknya sendiri,” ucap Alex.


“Kenapa kamu ingin membunuh wanita itu Lex? Apa dia punya masalah denganmu yang sangat patal?” Alton menatap Alex dengan sebelah alisnya terangkat.

__ADS_1


“Karena dia telah melukai calon istriku, maka dia akan menerima akibatnya apa pun itu dia harus mati sekarang juga,” ucap Alex.


Alton hanya mengangguk mengerti, Alton sudah tahu tabiat sahabatnya itu yang juga mantan mafia dan sekarang lihatlah sifat mafianya kembali lagi padahal Alex sudah berhenti lama dan kini kembali Alex sang mafia yang suka membunuh orang dengan kejam namun tak menggunakan tangannya yang terlihat indah itu.


__ADS_2