
Sebulan sudah pertunangan antara Nesya dan Rehan hubungan juga semakin bertambah lengket saja, Rehan yang selalu perhatian dan sayang dengan Nesya semakin membuat Nesya percaya kalau Rehan adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab.
“Sayang mungkin hari ini aku pulang agak telat karena banyak kerjaan di kantor.” Rehan yang sedang duduk di bangku menunggu Nesya selesai menyiapkan makanan buat sarapan pagi ini.
Ya, tadi malam memang Rehan menginap di apartemen dan tidak pulang ke rumah, padahal sang mama sudah memperingati jangan sampai tidur di apartemen dengan Nesya nanti takutnya terjadi hal fatal memang mereka sudah bertunangan namun bukan berarti mereka bebas melakukan apa saja.
“Baiklah, kalau begitu apa aku boleh keluar hari ini, aku bosan di apartemen muluk,” tanya Nesya sambil menata makan buat sarapan.
“Boleh saja sayang, tapi ingat jangan pulang malam – malam oke.” dan Rehan menyesap kopi buatan Nesya, setelah sudah di rasa semuanya sudah, mereka berdua menikmati sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Rehan berpamitan kepada Nesya untuk segera berangkat ke kantor dan Nesya pun mengantarkan Rehan sampai depan pintu, tak lupa juga Rehan mencium kening Nesya dengan sayang, lalu setelah itu Rehan berjalan meninggalkan Nesya sambil melambaikan tangannya.
Nesya kembali masuk kedalam dan segera membereskan semuanya, ya, Nesya mencuci semua bekas alat makan mereka tadi lalu setelah itu membersihkan apartemen yang sedikit kotor. Nesya melakukan semua ini karena sambil berolahraga, Nesya tak mau di carikan seseorang agar nanti dua atau tiga hari untuk membersihkan apartemen, dan Nesya bilang dirinya masih sanggup melakukannya sendiri.
Setelah itu Nesya pergi ke kamarnya untuk segera mandi lalu setelah itu istirahat sebentar, dan siangnya Nesya baru jalan keluar.
**
Kalina hanya menganggap ini masuk angin biasa karena kebanyakan kerja lembur karena bosnya yang memaksanya. Memang akhir – akhir ini di perusahaan lagi sedang bermasalah namun untung saja hari ini sudah membaik dan Kalina sudah tak perlu kerja lembur lagi.
__ADS_1
Kalina berjalan keluar toilet dengan gontai, rasanya dirinya sudah tak sanggup berjalan sampai ke ruangannya, muka Kalina sangat terlihat pucat dan saat itu pula kebetulan Robert dan Arsena sedang berjalan bersamaan dan melihat Kalina.
“Lin, kamu sakit ya?” tanya Robert dengan ada penuh nada khawatir kepada Kalina.
“Iya Lin, kok muka kamu pucet gitu sih!” Arsena pun juga khawatir melihat Kalina pucat dan sangat lemas sekali kelihatannya.
“Ayo kita ke rumah sakit Lin, biar aku yang antar,” ajak Robert sambil memegang tangan Kalina.
Kalina pun hanya mengikuti langkah Robert menuju parkiran, Robert membuka pintu mbilnya agar Kalina masuk kedalam. Robert berjalanke arah kemudi dan masuk kedalam mobil. Robert melajukan mobilnya dengan kecepatan dan untung saja jalanan hari ini agak sepi, Robert benar – benar khawatir dengan keadaan Kalina yang sangat pucat sekali.
__ADS_1
Hanya butuh setengah jam saja untuk sampai di rumah sakit, kini Robert dan Kalina sedang duduk di ruang tunggu, ya, mereka harus mengantri karena banyak pasien hari ini dan untung saja mereka tinggal menunggu satu pasien yang sedang di tangani oleh dokter di dalam.