
Nesya menginjakkan kaki di sebuah restoran
yang tak jauh dari apartemen tempatnya tinggal, Nesya ada janji denganAlex
untuk makan siang bersama, karena hari ini Nesya sedang libur bekerja dan Alex
juga tak sibuk jadi mereka memutuskan untuk makan siang bersama.
Alex yang sudah menunggu Nesya di meja paling
pojok, Alex melambaikan tangannya agar Nesya tahu, Nesya berjalan ke arahnya
dengan senyum manisnya yang terpatri di bibir mungilnya itu.
“Maaf aku sedikit telat,” ucap Nesya sambil
duduk di depan Alex.
“Tak apa, aku juga belum lama sampainya, jadi
kita juga masih banyak waktu,” ucap Alex, lalu setelah itu Alex memanggil
pelayan.
Setelah memesan makanan, mereka mengobrol
kembali sambil menunggu pesanan mereka datang.
“Lex, apa hari ini kamu nggak pergi bekerja?”
tanya Nesya menatapnya.
“Aku kerja, tapi sudah selesai makanya aku
mengajak kamu ke sini, tenang Nes kamu nggak usah khawatir aku masih bisa
traktir kamu walaupun aku nggak kerja,” gurau Alex dan itu membuat Nesya
tertawa.
“Kamu bisa aja Lex,” ucapnya.
“Nggak apa-apa kan aku ajak kamu makan di
sini?” tanya Alex menatap Nesya.
Nesya hanya tersenyum lalu mengelengkan
mepalanya,” nggak apa-apa Lex, ada sesuatu juga yang mau aku bicarain sama kamu
juga,” ucapnya.
__ADS_1
Alex memicingkan matanya seolah bertanya apa
yang akan di bicarakan Nesya kepadanya.
“Nanti saja sehabis kita makan,” ucap Nesya
kembali.
Sebenarnya Alex sudah penasaran dan ingin
tahu sekarang apa yang akan Nesya katakan kepadanya, namun Nesya sudah bilang
seperti itu apa boleh buat.
**
Setelah makan siang selesai Nesya mengajak
Alex keluar dari restoran menuju taman yang berada di dekat restoran.
“Jadi? Apa yang akan kamu bicarakan
kepadaku?” tanya Alex menoleh ke Nesya.
Nesya tersenyum tipis,” apa kamu masih
menyimpan perasaan kepadaku Lex?” tanya Nesya memberhentikan jalannya dan
menatap Alex.
balik Alex.
“Aku tahu Lex, kamu masih mencintaiku, tapi
untuk kali ini aku mohon kamu buang rasa cintamu ke aku itu jauh-jauh, aku tak
mau membuat kamu kecewa lagi Lex,” ucap Nesya menatap dalam Alex.
Alex memejamkan matanya sebentar lalu
menghembuskan nafas panjang,” dengar Nes sulit bagiku untuk bisa move on dari
kamu, dan aku tetap akan memperjuangkan cintaku walaupun kamu sudah bertunangan
dengan pria itu,” ucapnya
Nesya masih terdiam mendengar ucapan Alex, entah
kenapa Alex begitu kekeh ingin bersama dengannya padahal Nesya sudah
menghianatinya tapi Alex tetap memperjuangkannya. Nesya menghembuskan nafas
__ADS_1
panjang kembali entah kenapa tiba-tiba saja dadanya seperti terhimpit dan
sesak.
“Sampai kapan Lex? Sampai kapn kamu akan begini?”
tanya Nesya dengan suara pelan.
Alex menatap Nesya dengan tajam,” entahlah
Nes, mungkin sampai aku mati atau mungkin ada wanita lain yang bisa membuat
perasaan dan hatiku tak memikirkan tentang dirimu lagi,” ucap Alex.
Nesya duduk di bangku kosong dengan kedua tangannya
di depan menatap lurus kedepan.
“Nes, apa kamu marah aku begini?” tanya Alex.
“Tidak, aku tidak marah kepadamu Lex karena
ini murni dari perasaanmu dan aku tak bisa memaksamu begitu saja, dan aku harap
kamu masih bersikap sewajarnya seperti ini Lex,” ucap Nesya menoleh ke Alex.
Alex tersenyum dan mengangguk,” pasti itu
Nes, aku akan bersikap seperti ini dan tak lebih dari itu, tapi Nes kamu perlu
hati-hati dengan Rehan dia menyimpan banyak rahasia yang belum kamu tahu,” ucap
Alex.
“M-maksud kamu apa Lex bicara seperti itu
tentang Rehan?” tanya Nesya dengan sedikit ada nada marah.
Alex mengelengkan kepalanya sambil
mengendikkan kedua bahunya,” kamu cari tahu saja sendiri Nes, karena aku nggak
berhak kasih tahu ke kamu dan kamu juga pasti nggak akan percaya jika aku yang
kasih tahu kamu,” ucapnya.
Nesya jadi berpikir akan Rehan akhir-akhir
ini yang berbeda, apa benar yang di katakana Alex dan Rehan juga selama ini
belum terbuka sepenuhnya dengan dirinya. Sikapnya juga berbeda selalu
__ADS_1
mementingkan pekerjaan yang jadi prioritasnya dan mama Rehan juga tak pernah
mau mengangkat telepon darinya.