Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Nesya menginjakkan kaki di sebuah restoran


yang tak jauh dari apartemen tempatnya tinggal, Nesya ada janji denganAlex


untuk makan siang bersama, karena hari ini Nesya sedang libur bekerja dan Alex


juga tak sibuk jadi mereka memutuskan untuk makan siang bersama.


Alex yang sudah menunggu Nesya di meja paling


pojok, Alex melambaikan tangannya agar Nesya tahu, Nesya berjalan ke arahnya


dengan senyum manisnya yang terpatri di bibir mungilnya itu.


“Maaf aku sedikit telat,” ucap Nesya sambil


duduk di depan Alex.


“Tak apa, aku juga belum lama sampainya, jadi


kita juga masih banyak waktu,” ucap Alex, lalu setelah itu Alex memanggil


pelayan.


Setelah memesan makanan, mereka mengobrol


kembali sambil menunggu pesanan mereka datang.


“Lex, apa hari ini kamu nggak pergi bekerja?”


tanya Nesya menatapnya.


“Aku kerja, tapi sudah selesai makanya aku


mengajak kamu ke sini, tenang Nes kamu nggak usah khawatir aku masih bisa


traktir kamu walaupun aku nggak kerja,” gurau Alex dan itu membuat Nesya


tertawa.


“Kamu bisa aja Lex,” ucapnya.


“Nggak apa-apa kan aku ajak kamu makan di


sini?” tanya Alex menatap Nesya.


Nesya hanya tersenyum lalu mengelengkan


mepalanya,” nggak apa-apa Lex, ada sesuatu juga yang mau aku bicarain sama kamu


juga,” ucapnya.

__ADS_1


Alex memicingkan matanya seolah bertanya apa


yang akan di bicarakan Nesya kepadanya.


“Nanti saja sehabis kita makan,” ucap Nesya


kembali.


Sebenarnya Alex sudah penasaran dan ingin


tahu sekarang apa yang akan Nesya katakan kepadanya, namun Nesya sudah bilang


seperti itu apa boleh buat.


**


Setelah makan siang selesai Nesya mengajak


Alex keluar dari restoran menuju taman yang berada di dekat restoran.


“Jadi? Apa yang akan kamu bicarakan


kepadaku?” tanya Alex menoleh ke Nesya.


Nesya tersenyum tipis,” apa kamu masih


menyimpan perasaan kepadaku Lex?” tanya Nesya memberhentikan jalannya dan


menatap Alex.


balik Alex.


“Aku tahu Lex, kamu masih mencintaiku, tapi


untuk kali ini aku mohon kamu buang rasa cintamu ke aku itu jauh-jauh, aku tak


mau membuat kamu kecewa lagi Lex,” ucap Nesya menatap dalam Alex.


Alex memejamkan matanya sebentar lalu


menghembuskan nafas panjang,” dengar Nes sulit bagiku untuk bisa move on dari


kamu, dan aku tetap akan memperjuangkan cintaku walaupun kamu sudah bertunangan


dengan pria itu,” ucapnya


Nesya masih terdiam mendengar ucapan Alex, entah


kenapa Alex begitu kekeh ingin bersama dengannya padahal Nesya sudah


menghianatinya tapi Alex tetap memperjuangkannya. Nesya menghembuskan nafas

__ADS_1


panjang kembali entah kenapa tiba-tiba saja dadanya seperti terhimpit dan


sesak.


“Sampai kapan Lex? Sampai kapn kamu akan begini?”


tanya Nesya dengan suara pelan.


Alex menatap Nesya dengan tajam,” entahlah


Nes, mungkin sampai aku mati atau mungkin ada wanita lain yang bisa membuat


perasaan dan hatiku tak memikirkan tentang dirimu lagi,” ucap Alex.


Nesya duduk di bangku kosong dengan kedua tangannya


di depan menatap lurus kedepan.


“Nes, apa kamu marah aku begini?” tanya Alex.


“Tidak, aku tidak marah kepadamu Lex karena


ini murni dari perasaanmu dan aku tak bisa memaksamu begitu saja, dan aku harap


kamu masih bersikap sewajarnya seperti ini Lex,” ucap Nesya menoleh ke Alex.


Alex tersenyum dan mengangguk,” pasti itu


Nes, aku akan bersikap seperti ini dan tak lebih dari itu, tapi Nes kamu perlu


hati-hati dengan Rehan dia menyimpan banyak rahasia yang belum kamu tahu,” ucap


Alex.


“M-maksud kamu apa Lex bicara seperti itu


tentang Rehan?” tanya Nesya dengan sedikit ada nada marah.


Alex mengelengkan kepalanya sambil


mengendikkan kedua bahunya,” kamu cari tahu saja sendiri Nes, karena aku nggak


berhak kasih tahu ke kamu dan kamu juga pasti nggak akan percaya jika aku yang


kasih tahu kamu,” ucapnya.


Nesya jadi berpikir akan Rehan akhir-akhir


ini yang berbeda, apa benar yang di katakana Alex dan Rehan juga selama ini


belum terbuka sepenuhnya dengan dirinya. Sikapnya juga berbeda selalu

__ADS_1


mementingkan pekerjaan yang jadi prioritasnya dan mama Rehan juga tak pernah


mau mengangkat telepon darinya.


__ADS_2